12 April 2010

Menteri Keuangan Keluarga

Uang.. uang dan uang, jaman sekarang segalanya pakai uang, mau apa-apa pake uang, walaupun uang bukan segalanya.

Begitu pentingnya uang dalam hidup, hingga banyak orang yang mati-matian berusaha mendapatkan uang dengan cara yang halal maupun dengan cara yang haram.

Untuk mendapatkan uang sangatlah sulit, maka akan sayang sekali jika tidak dapat mengelola uang yang kita dapat dari hasil jerih payah. Tidak semua orang dapat mengelola uang dengan baik, oleh karena itu berbahagia sekali keluarga yang di dalamnya ada anggota keluarga yang dapat mengelola uang.

Dalam keluarga idealnya suami atau istri yang dapat mengelola uang, sehingga uang yang didapat dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan maksimal. Jika tidak ada anggota keluarga yang dapat mengelola keuangan maka alamat keluarga ini akan mendapat masalah dengan keuangan dan berakibat fatal.

Sebagai contoh istri saya adalah pengelola keuangan keluarga, dia yang mengatur pos-pos apa saja yang harus ada bulan ini, dia rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran uang, sampai-sampai hilang uang seribupun dia mengetahuinya, jika dikumpulkan catata-catatan keuangannya dari mulai nikah maka akan menjadi buku yang cukup tebal, dan tentunya cukup menghibur dan saya cuma bisa bilang ... kok bisa ya.

11 April 2010

Pengambil Keputusan

Keputusan yang tegas dan didukung banyak pihak, tidak akan membingungkan para pelaksana keputusan itu. Idealnya suatu keputusan didukung semua pihak, tapi sering kali keputusan terpaksa diambil karena memang perlu, walaupun banyak yang tidak setuju. Pengambil keputusan haruslah orang yang kompeten dalam masalah tersebut, sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan tegas.

Pengambilan keputusan dalam keluargapun merupakan hal yang penting, setiap hari ada saja hal yang mengharuskan kita untuk mengambil keputusan, dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar.

Dalam keluarga harus ada salah satunya yang tegas dalam mengambil keputusan, tidak harus suami, istripun bisa mengambil keputusan, asalkan nantinya pihak yang lain mendukung keputusan itu. Suami memang pemimpin keluarga, tapi tidak semua suami dapat mengambil keputusan, jadi si istri yang harus memutuskannya.

Contoh sederhana dalam mengambil keputusan adalah ketika akan menghadapi lebaran, biasanya suami yang memutuskan anggaran belanja sekian rupiah untuk belanja pakaian. Dan ketika belanja si istrilah yang memutuskan berapa setel pakaian untuk masing-masing keluarga. Istri juga yang memutuskan model pakaian masing-masing anggota keluarga. Nanti jika anggaran masih kurang istri bisa minta tambahan pada suami, suami yang memutuskan boleh atau tidaknya, dan seterusnya.

Jadi suatu keputusan dalam prakteknya bisa saja agak berubah bergantung pada situasi dan kondisi asal jangan sampai melenceng jauh, itupun harus dibicarakan dulu agar stabilitas keluarga terjaga dengan baik.

10 April 2010

Mari Bicara

Bicara dengan baik dan benar akan menjadikan hubungan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya menjadi baik, begitu pula sebaliknya.

Dengan bicara kita bisa membahas banyak masalah dan menyelesaikannya. Dengan bicara kita bisa berbagi kebahagiaan. Dengan bicara kita bisa meringankan beban dihati.

Dalam keluarga, bicara satu sama lain sangatlah penting karena dalam keluarga sebaiknya jangan ada yang dirahasiakan, sebaiknya semua dibicarakan karena dengan demikian keluarga akan menjadi terbuka dan semua masalah akan ditanggung bersama.

Suami sebaiknya tahu masalah si istri dan sebaliknya, sehingga tidak terjadi miskomunikasi, kesalahpahaman karena kita tidak tahu masalah yang dihadapi pasangan kita. Orang tua sebaiknya tahu masalah yang dihadapi anak-anaknya, begitu pula sebaliknya. Itu semua akan dapat dilakukan dengan berbicara satu sama lain, biasakan setiap anggota keluarga saling bicara satu sama lain.

Keterampilan berbicara di Indonesia kurang dikembangkan di sekolah-sekolah sehingga rata-rata orang kita kurang bisa berkomunikasi dengan baik, ini berdampak buruknya fungsi humas di seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Jika harus berdebat, terlihat jelas etikanya tidak muncul dan pengendalian emosi yang sangat lemah.

Kembali lagi pada keluarga, seorang suami tidak boleh merahasiakan hal-hal yang seharusnya diketahui istri, begitu pula sebaliknya. Misalnya seorang suami mempunyai utang, maka istri harus mengetahui hal tersebut dan sebaliknya, jangan dirahasiakan karena suatu saat hal itu akan diketahui juga oleh suami atau istri yang akan menyebabkan pertengkaran. Oleh karena itu mari bicara.

09 April 2010

Televisi dalam Hidup Kita

Duduk manis di depan tv, nonton film, gosip, berita, iklan dlsb. Duduk disana dari pagi sampai siang, istirahat sebentar lalu duduk lagi di depan tv sampai sore, istirahat sebentar lalu duduk lagi sampai larut malam bahkan subuh.

Itu terjadi pada banyak dari anak-anak sampai kakek-kakek, di seluruh dunia. Televisi sudah menjadi kebutuhan primer bagi banyak orang dan banyak yang menghabiskan sebagian hidupnya di depan televisi, sadar atau tidak sadar. Kalau kita hitung anak kita yang berumur 10 tahun jika sehari menonton tv 6 jam maka ia sudah menghabiskan 2,5 tahun umurnya didepan tv, bayangkan jika waktu nontonnya lebih banyak lagi.

Televisi sekarang ini sudah menjadi semacam candu yang menghabiskan banyak waktu. Waktu yang seharusnya dapat digunakan dengan kegiatan lain malah habis di depan tv. Anak yang seharusnya belajar atau bermain, malah dipakai nonton, jadilah ia anak yang malas belajar dan tidak bisa bersosialisasi. Orang dewasa yang seharusnya bekerja mencari penghidupan menjadi kurang maksimal karena kurang istirahat di rumah akibat dipakai nonton tv. Waktu yang seharusnya bisa dipakai ibadah, habis untuk nonton tv.

Sepertinya televisi akan menjadi perusak dari generasi ke generasi jika tidak kita kendalikan kita dan keluarga kita. Sama halnya dengan internet dengan segala macamnya seperti situs pertemanan facebook, dan yang lainnya. Kita sendiri yang harus bijak dalam menggunakan hasil kemajuan teknologi itu untuk kepentingan hidup kita, ambil yang positif dan minimalkan negatifnya.

08 April 2010

Sesuai Kemampuan

Semahal apapun sepatu akan tetap diinjak dan semurah apapun kopiah akan tetap dipakai dikepala. Lalu apakah kopiah derajatnya lebih tinggi dari sepatu? Ya tidaklah, bukan begitu artinya, sepatu dan kopiah mempunyai fungsi masing-masing sehingga tidak ada yang lebih tinggi derajatnya satu sama lain. Juga jika dipakai tidak pada tempatnya, sepatu dipakai dikepala dan kopiah dipakai dikaki, akan aneh jadinya dan tidak akan berfungsi.

Begitu juga manusia, mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, dan akan berfungsi dengan baik jika ditempatkan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Jika ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuannya, akan menyebabkan tidak maksimalnya suatu pekerjaan diselesaikan.

Banyak manusia yang bekerja tidak sesuai dengan kemampuannya, dengan berbagai alasan misalnya karena tidak ada pekerjaan lain sehingga terpaksa bekerja disana, atau karena penghasilan yang lebih besar sehingga memaksakan diri bekerja disana, dan ini memang yang paling banyak terjadi di Indonesia. Akibatnya banyak terdengar kurangnya profesionalitas pegawai Indonesia, mutunya rendah, kurang rajin, tidak kreatif dan banyak terdengar salah urus dalam perusahaan atau instansi pemerintah.

Penghargaan pada suatu profesi harus selalu ditingkatkan, jangan ada pembedaan profesi yang terlalu jauh sehingga menjadikan orang pilih-pilih pekerjaan walaupun tidak sesuai kemampuannya, kalau kerja disana gajinya kecil, kalau kerja disana gajinya besar. Perbedaan pasti ada tapi harus diusahakan jangan terlalu jauh.
Karena masing-masing profesi itu saling melengkapi.

Jika usaha ini berjalan dengan baik maka orang akan mau bekerja sesuai dengan kemampuannya dan ini berdampak baik bagi pembangunan di Indonesia tercinta ini.

Pekerjaan yang mulai tidak diminati generasi muda kita adalah petani, jarang anak muda mau menjadi petani karena ia menyaksikan sendiri betapa sulitnya hidup seorang petani. Mau bercocok tanam harus beli bibit yang harganya makin mahal, setelah itu harus beli pupuk yang harganya juga terus naik, setelah panen kadang harga dipasaran sangat rendah sehingga banyak petani yang rugi dan hidupnya terlilit utang, bahkan ada yang membiarkan tanamannya membusuk dari pada harus memanennya.

Dan yang paling banyak diminati sekarang ini adalah menjadi anggota DPR baik di daerah sampai tingkat pusat. Orang banyak meminatinya dengan segala cara, tanpa peduli ia mampu atau tidak.

07 April 2010

Jalan Panjang Hidup

Hidup adalah jalan panjang yang harus ditempuh. Jalan yang mau atau tidak harus dijalani. Jalan yang suka atau tidak harus dilakoni. Jika kita renungkan hidup ini memang bagaikan jalan yang sangat panjang untuk sampai ke tujuan yang kita inginkan, pada jalan itu banyak belokan tajam atau yang biasa-biasa saja, ada tanjakan dan jalan menurun, jalan berlubang dan jalan licin yang membuat hidup bervariasi. 

Dalam hidup banyak kelokan tajam, yang menuntut kita untuk berhati-hati dan mengurangi sedikit kecepatan, agar kita tidak keluar dari jalur yang seharusnya kita tempuh.

Dalam hidup banyak tanjakan curam yang menuntut kita untuk mempercepat jalan kita dan menambah tenaga kita agar dapat sampai di puncak tanpa mundur lagi, kita harus punya tenaga ekstra yang kadang harus kita keluarkan untuk sampai ke tujuan.

Dalam hidup banyak turunan tajam yang menuntut kita untuk sedikit menginjak rem, mengurangi kecepatan agar tidak tergelincir ke dalam jurang, kita harus juga sedikit memperlambat irama hidup kita bahkan mungkin harus sedikit berhenti dan beristirahat agar kita tidak bosan menjalani hidup.

Dalam hidup banyak jalan licin yang menuntut kita waspada jangan sampai kita tidak dapat mengendalikan jalannya hidup kita, disini kita harus berjalan perlahan tidak boleh terlalu cepat karena bisa-bisa tidak terkendali jalannya hidup ini.

Dalam hidup banyak jalan berlubang, yang menuntut kita agar berhati-hati dan menghindari lubang-lubang tersebut, perlu sedikit bermanuver agar tidak terperosok pada lubang yang besar, yang bisa merusak kendaraan.

Dalam hidup juga dihiasi dengan banyak jalan lurus yang mulus sehingga jalannya hidup kita bisa dipercepat secepat mungkin, tanpa mengurangi kewaspadaan kalau-kalau kita menemukan jalan berbelok, jalan licin dan berlubang.

06 April 2010

Upin dan Ipin

"Selamat pagi ce gu" ciri khas dari film kartun negara jiran Upin dan Ipin, yang sedang digemari keluarga di Indonesia, bahkan mengalahkan kepopuleran film-film kartun Jepang dan Amerika. Memang Upin dan Ipin merupakan fenomena tersendiri bagi film kartun untuk anak-anak Indonesia, karena selama ini dikuasai Jepang dan Amerika.

Sebagai orang tua saya senang sekali dengan adanya film itu, karena film ini tidak mempertontonkan kekerasan, temanya sederhana tentang kehidupan sehari-hari, tentang sikap adik pada kakaknya dan sebaliknya, sikap anak pada orang tua, sikap murid pada gurunya, kasih sayang orang tua pada anak juga sikap bijak guru terhadap murid-muridnya.

Saya yakin banyak orang tua di Indonesia ini yang setuju dengan pendapat saya itu. Dan saya menunggu karya-karya orang Indonesia yang bisa mengangkat kisah-kisah sederhana yang terjadi sehari-hari dalam bentuk film kartun yang mendidik, yang baik dikonsumsi oleh anak-anak. Dan saya yakin orang-orang Indonesia bisa melakukannya, betul betul betul?

05 April 2010

Gaya Hidup (2)

Beberapa minggu yang lalu di Jakarta ada obral sandal impor di salah satu mall yang harga normalnya berkisar 450 ribu sampai 1,5 juta rupiah, dan yang antrinya gak kepalang panjang, katanya dari lantai 1 sampai lantai 8, waduh apa gak salah nih, untuk beli sendal yang mahal gitu kok antrinya panjang banget. Dan disediakan 80.000 pasang sendal. Walah.

Pernah juga tahun lalu orang antri dari malam sebelum pembukaan acara penjualan Nokia yang harganya sekitar 12 juta rupiah.

Lalu sekarang ini, orang harus antri pesan motor merek Honda Vario yang baru. Dan masih banyak lagi antri untuk membeli barang-barang mewah lainnya, misal beli mobil Xenia, Avanza dan lain-lain.

Ternyata untuk membeli barang-barang mewah orang-orang Indonesia rela antri berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Tidak ketinggalan untuk ibadah hajipun orang Indonesia harus antri. Ternyata banyak orang Indonesia yang kaya, tetapi mengapa juga masih banyak orang miskin, apakah orang kaya tidak mau bantu orang miskin?

04 April 2010

Agar Hari Ini Menjadi Indah.

Nikmat pagi ini sudah terasa begitu kuat, dan ingin ini terjadi setiap hari. Bagaimana caranya agar itu bisa terjadi, tentu saja sangat bergantung pada diri kita sendiri.

Hal itu terjadi berkat nikmat kesehatan yang diberikan Allah. Nikmat rejeki sangat menunjang juga, disaat rejeki itu kita dapatkan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh, maka akan terasa begitu nikmat ketika kita menggunakannya.

Bersyukur juga menjadikan hari ini begitu indah, kita cukupkan hidup ini dengan apa yang sudah kita dapatkan dan berusaha tidak melihat kemewahan yang dimiliki orang lain.

Seimbangkan kegiatan luar dengan kegiatan didalam rumah sehingga kita punya waktu bercengkrama dengan keluarga, bermain dengan anak-anak.

Sebelum memulai hari ini kita bangun tidur satu jam sebelum subuh, lakukan shalat tahajjud sebelas rakaat. Jika ini kita lakukan dengan rutin walaupun dilakukan dengan ringkas, insyaALLAH akan membawa kebahagiaan minimal untuk hari ini.

Jangan rusak kenikmatan yang kita peroleh dengan hal-hal yang berbau klenik, jangan percaya dengan pamali-pamali orang-orang tua kita dulu yang kebanyakan berlawanan dengan ajaran agama.

Jangan rusak hari-hari kita dengan meminta pertolongan dukun, paranormal, orang pinter atau apapun istilahnya, yang sudah saya lihat buktinya dapat merusak kerukunan dalam keluarga bahkan sampai perceraian, itu juga dapat merusak hubungan dengan teman dan tetangga karena dukun itu gemar main tuduh, dan alasan yang paling utama adalah hal itu termasuk perbuatan syirik sehingga membuat Allah tidak ridho pada kita dan mencabut nikmatNYA.

03 April 2010

Barcelona Vs Arsenal

Sayang sekali Barcelona dan Arsenal harus bertemu diperempat final liga champion kali ini, setidaknya itu yang aku rasakan sebagai fans Barca dan The Gunners.

Kenapa undian mempertemukan mereka, tapi itulah permainan, ada yang diuntungkan ada juga yang dirugikan. Banyak orang yang senang mereka berhadapan, karena salah satunya akan tersingkir sehingga bisa mengurangi saingan berat klub kesayangannya, tapi bagiku mereka harusnya bertemu di final, sama halnya dengan tahun lalu ketika Barca bertemu Chelsea di semifinal, aku kecewa berat.

Memang enak sekali menonton permainan sepakbola eropa, dari pada nonton sepakbola Indonesia, apalagi nonton tim nasional lawan tim nasional negara lain, males banget dech. Dari 200 jutaan penduduk kita ternyata kita tidak dapat membentuk tim nasional yang bisa dibanggakan. Kalo sekolah barangkali timnas kita masih kelas 5 SD, sedangkan kebanyakan timnas Eropa adalah sarjana, S2 dan S3.

Jika dibandingkan pertandingan diatas dengan pertandingan super liga indonesia wah jauh banget, malu membandingkannya.

Kekurangan pemain-pemain kita cuma dikit, misalnya:
- postur tubuhnya kurang menunjang.
- larinya kurang cepat.
- dribel bolanya kurang bagus, gampang direbut orang.
- kalau memberi umpan pada kawan tidak akurat.
- kalau nerima umpan kurang lengket, mantulnya kejauhan jadi gampang diambil lawan.
- stamina kurang terjaga, setengah maen udah ngos2an.
- para pemain terlalu banyak nonton tinju dan taekwondo, jadi bawaannya pengen mukul dan nendang wasit atau lawan.
- kurang cerdas membaca permainan.
- kurang cerdas menterjemahkan arahan pelatih di lapangan.
- terbiasa bermain di tanah becek sehingga ketika bermain di lapangan yang bagus mentalnya drop.
- bermental tempe, walaupun tempe sangat baik dikonsumsi tetapi mental tempe adalah perumpamaan untuk mental yang buruk.
- khusus untuk penjaga gawang, harus ingat pepatah "teliti sebelum menerjang".

02 April 2010

Pernikahan

Pernikahan adalah peristiwa bersejarah bagi setiap orang. Ketika itulah kita berubah status. Pernikahan akan membawa kita kekehidupan yang lebih terhormat dimata manusia maupun dimata Allah, dan Allah menghargainya dengan menyempurnakan keimanannya melalui pernikahan.

Melalui pernikahan kita akan menjadi manusia yang lebih baik, lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap keluarganya, di kehidupan dunianya maupun akhiratnya kelak.

Jika pernikahan dilandasi dengan niat untuk beribadah kepada Allah, insyaALLAH semua tujuan berumah tangga akan kita dapatkan.

Menikah dan berumah tangga beribu-ribu kali lebih baik daripada hidup membujang, GAK ADA BAGUS-BAGUSNYA HIDUP MEMBUJANG, PERCAYALAH.

01 April 2010

Kejujuran Never Die

Kalau aku nonton tv, banyak diberitakan hal-hal yang berhubungan dengan ketidakjujuran manusia. Kalau dulu waktu tv cuma satu stasiun hal itu tidak terlalu banyak diberitakan, tapi sekarang ketika jumlah stasiun tv begitu banyak maka banyak sekali berita tentang hal itu.

Ternyata ketidakjujuran yang tidak biasa dan biasa-biasa saja banyak banyak sekali terjadi disekitar kita sampai ke pelosok-pelosok desa. Mengetahui itu aku jadi banyak takut akan masa depan keluargaku, takut akan banyaknya kecurangan-kecurangan yang sudah dianggap biasa menimpa keluargaku.

Aku bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi sekarang ini secara mengglobal, seolah-olah kejujuran di dunia ini sudah tidak ada lagi. Mungkin itu berlebihan karena aku tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.

Aku percaya kejujuran tidak akan pernah mati, jika orang-orang yang mendukungnya makin sedikit sekarang ini, hal itu sangat mungkin. Mudah-mudahan makin banyak orang-orang yang mendukung kebenaran.

"Ketidakjujuran akan merugikan orang lain dan diri sendiri."
"Suatu saat ketidakjujuran kita akan kita bayar dengan kerugian yang lebih, jika bukan kita yang membayarnya mungkin saja keluarga, anak, istri, saudara atau orang tua kita yang harus membayarnya."
"Memegang teguh kejujuran sekarang ini akan menuai cibiran banyak orang."