Bermain acak gambar adalah permainan yang sedang disenangi si ade sekarang-sekarang ini apalagi banyak variasi gambar yang ditawarkan oleh sofware permainan itu.
Tertatih-tatih ia mencoba untuk menyusun gambar yang sudah diacak, memang sulit dilakukan oleh anak seusianya bahkan oleh kakaknya sekalipun, tapi ia selalu berusaha untuk menyusunnya dengan penuh kesabaran, ia terlihat mencoba untuk mengerti gambar yang harus disusunnya, walaupun pada akhirnya ia lebih banyak menyerah.
Kehidupan kitapun seperti menyusun acak gambar, satu per satu gambar kita dapatkan untuk kita tempelkan pada album besar kehidupan kita.
Kadang kita sulit untuk mendapatkan potongan gambar dari suatu permasalahan sehingga hampir-hampir kita menyerah dibuatnya.
Tapi dilain waktu kita begitu mudah untuk mendapatkan potongan gambar yang kita inginkan.
22 November 2009
19 November 2009
Mana Yang Benar?
Setiap hari kita disuguhi perdebatan-perdebatan tentang hukum dan lain-lain, dan pihak-pihak yang berdebat selalu memandang persoalan yang sama dalam sudut pandang yang berbeda, yang menurutku itukan masalah hukum yang sudah jelas pasal-pasalnya, ayat-ayatnya dan buku-bukunya. Tetapi apa yang aku saksikan berbeda dengan anggapanku, ternyata walaupun dari bidang ilmu yang sama ternyata masih saja berbeda.
Mana yang benar? Itulah pokok masalahnya. Jika sudah tahu mana yang benar, barulah dapat ditentukan hukum apa yang harus dijatuhkan. Kita sebagai penonton dan pendengar rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu keputusan. Tapi rasanya kita harus lebih bersabar, karena masalah-masalah sekarang ini begitu kompleks.
Sebagai masyarakat kita menginginkan keadilan yang seadil-adilnya, karena ini juga merupakan bagian dari kepentingan kita, bagaimana tidak kasus-kasus tersebut langsung maupun tidak langsung berdampak pada masyarakat. Masyarakat akan merasakan akibat kasus-kasus seperti korupsi, penyuapan, pemutar balikan fakta, pemfitnahan dlsb dalam kehidupannya sehari-hari. Jika kasus-kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan baik sekarang ini, maka akan banyak lagi kasus-kasus yang lain akan menyusul.
Kita menginginkan pejabat-pejabat yang berwenang yang nota bene adalah para pemimpin kita mau bersikap jujur dan menjunjung kebenaran, sehingga benar-benar menjadi panutan bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat kita tenang dan damai.
Memegang teguh kebenaran sekarang ini ibarat menggenggam bara api.
Mana yang benar? Itulah pokok masalahnya. Jika sudah tahu mana yang benar, barulah dapat ditentukan hukum apa yang harus dijatuhkan. Kita sebagai penonton dan pendengar rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu keputusan. Tapi rasanya kita harus lebih bersabar, karena masalah-masalah sekarang ini begitu kompleks.
Sebagai masyarakat kita menginginkan keadilan yang seadil-adilnya, karena ini juga merupakan bagian dari kepentingan kita, bagaimana tidak kasus-kasus tersebut langsung maupun tidak langsung berdampak pada masyarakat. Masyarakat akan merasakan akibat kasus-kasus seperti korupsi, penyuapan, pemutar balikan fakta, pemfitnahan dlsb dalam kehidupannya sehari-hari. Jika kasus-kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan baik sekarang ini, maka akan banyak lagi kasus-kasus yang lain akan menyusul.
Kita menginginkan pejabat-pejabat yang berwenang yang nota bene adalah para pemimpin kita mau bersikap jujur dan menjunjung kebenaran, sehingga benar-benar menjadi panutan bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat kita tenang dan damai.
Memegang teguh kebenaran sekarang ini ibarat menggenggam bara api.
03 September 2009
Gempa Ini Kasih Sayang Allah
Gempa menimpa kita berkali-kali, berulang-ulang. Benarkah penyebabnya hanyalah gejala alam yaitu pergeseran lempeng di dasar laut? Bencana tidak datang dengan sendirinya, kita jugalah yang mengundang datangnya bencana, walaupun pada kasus gempa ini sulit untuk dicerna dengan akal. Tapi akan mudah mencernanya pada peristiwa banjir dan kebakaran, bukankah banjir dan kebakaran adalah akibat dari ulah manusia?
Aku percaya setiap musibah adalah akibat perbuatan manusia yang sudah keluar dari aturan main yang ditentukan Allah. Dengan kata lain musibah ini datang akibat akumulasi dosa yang diperbuat di suatu daerah, yang akibatnya akan menimpa juga orang-orang yang tidak ikut berdosa.
Gempa ini suatu peringatan Allah pada kita semua agar kembali pada rel yang sudah ditentukan. Gempa ini kasih sayang Allah yang masih mau memberi peringatan agar kita bisa menimbang diri kita sebelum ditimbang Allah diakhirat kelak.
Dengan gempa ini Allah memberikan surga pada orang-orang yang dikehendakinya.
Aku percaya setiap musibah adalah akibat perbuatan manusia yang sudah keluar dari aturan main yang ditentukan Allah. Dengan kata lain musibah ini datang akibat akumulasi dosa yang diperbuat di suatu daerah, yang akibatnya akan menimpa juga orang-orang yang tidak ikut berdosa.
Gempa ini suatu peringatan Allah pada kita semua agar kembali pada rel yang sudah ditentukan. Gempa ini kasih sayang Allah yang masih mau memberi peringatan agar kita bisa menimbang diri kita sebelum ditimbang Allah diakhirat kelak.
Dengan gempa ini Allah memberikan surga pada orang-orang yang dikehendakinya.
Ampuni Kami ya Allah
Sore itu aku sedang bermain dengan kedua anakku di tengah rumah, tiba-tiba bumi berguncang dengan guncangan yang paling hebat yang pernah aku alami. Panik merasakan goncangan, panik mendengar bunyi pintu berderit, panik mendengar teriakkan istriku memerintahkan kami agar keluar rumah, panik mendengar tangisan anakku yang besar, dan banyak hal lain yang membuatku panik.
Alhamdulillah kami sekeluarga baik-baik saja tidak kurang suatu apapun, memang di kecamatanku tidak ada kerusakkan yang berarti, alhamdulillah.
Hampir maghrib barulah kami masuk ke rumah, itupun dengan perasaan ragu, takut kalau-kalau ada gempa susulan. Malamnya aku tidur bergantian dengan istriku, harus ada yang tetap sadar malam itu. Listrik padam hampir satu jam sekali sampai waktu sahur. Semalaman aku nonton tv dan internetan untuk mengetahui apa yang terjadi, aku kaget ternyata gempa ini cukup hebat 7,3 SR dan memakan korban nyawa dan harta yang tidak sedikit.
Makin sadarlah aku bahwa Allah Maha Perkasa, mudah bagiNYA berbuat apa saja yang dikehendakiNYA, mudah-mudahan ini tanda kasih sayangMU ya Allah, bukan murkaMU pada kami yang banyak khilaf, mudah-mudahan ini cobaan bukan siksaMU.
Alhamdulillah kami sekeluarga baik-baik saja tidak kurang suatu apapun, memang di kecamatanku tidak ada kerusakkan yang berarti, alhamdulillah.
Hampir maghrib barulah kami masuk ke rumah, itupun dengan perasaan ragu, takut kalau-kalau ada gempa susulan. Malamnya aku tidur bergantian dengan istriku, harus ada yang tetap sadar malam itu. Listrik padam hampir satu jam sekali sampai waktu sahur. Semalaman aku nonton tv dan internetan untuk mengetahui apa yang terjadi, aku kaget ternyata gempa ini cukup hebat 7,3 SR dan memakan korban nyawa dan harta yang tidak sedikit.
Makin sadarlah aku bahwa Allah Maha Perkasa, mudah bagiNYA berbuat apa saja yang dikehendakiNYA, mudah-mudahan ini tanda kasih sayangMU ya Allah, bukan murkaMU pada kami yang banyak khilaf, mudah-mudahan ini cobaan bukan siksaMU.
26 Agustus 2009
Lamunan
Waktu yang kulalui sekarang ini terasa banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik, banyak rencanaku yang tidak berjalan dengan lancar. Itu aku sadari tetapi sulit sekali untuk memperbaikinya. Sifatku menunda pekerjaan mulai mendatangkan masalah dengan terus menumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan, juga menjadi beban pikiran yang terus ingat apa yang harus dikerjakan tetapi malas untuk itu.
Waktuku banyak terbuang sia-sia karena aku sering melamunkan banyak hal dari yang kurasa berguna sampai yang tidak berguna. Mungkin ini yang dimaksud agama dengan "panjang angan-angan". Aku berharap itu tidak semuanya lamunanku sia-sia belaka, aku berharap ada gunanya bagiku walau sedikit. Kalau mau bela diri pasti aku mengatakan itu bukan lamunan, tapi itu adalah perenungan, tapi aku tidak mau bela diri dan lebih suka dikatakan lamunan.
Paling tidak bagiku lamunan dapat sedikit meringankan beban dihati ini. Lamunanku adalah pelampiasan dari ketidakpuasanku atas apa yang terjadi disekelilingku. Ingin berteriak malu, ingin marah gak berani, ingin nonjok juga gak berani, jadi pelampiasan yang paling aman adalah melamun. Dalam lamunanku semua dapat diatasi dengan baik, dan yang penting sesuai dengan keinginanku.
Waktuku banyak terbuang sia-sia karena aku sering melamunkan banyak hal dari yang kurasa berguna sampai yang tidak berguna. Mungkin ini yang dimaksud agama dengan "panjang angan-angan". Aku berharap itu tidak semuanya lamunanku sia-sia belaka, aku berharap ada gunanya bagiku walau sedikit. Kalau mau bela diri pasti aku mengatakan itu bukan lamunan, tapi itu adalah perenungan, tapi aku tidak mau bela diri dan lebih suka dikatakan lamunan.
Paling tidak bagiku lamunan dapat sedikit meringankan beban dihati ini. Lamunanku adalah pelampiasan dari ketidakpuasanku atas apa yang terjadi disekelilingku. Ingin berteriak malu, ingin marah gak berani, ingin nonjok juga gak berani, jadi pelampiasan yang paling aman adalah melamun. Dalam lamunanku semua dapat diatasi dengan baik, dan yang penting sesuai dengan keinginanku.
Langgan:
Entri (Atom)



