22 Oktober 2011

Jangan Takut

Usaha, itu yang dinilai Allah, sedangkan hasil? Itu tergantung kesungguhan usaha dimata Allah.
Kebalikannya, hasil yang dinilai oleh manusia, sedangkan usaha? Tidak selalu menjadi bahan penilaian.
Mana yang akan kita pilih?
Baik dinilai Allah atau baik dinilai manusia?
Kalau bisa memang keduanya kita dapat, tapi tidak selalu begitu kan?
Jadi kita sebaiknya memilih baik dihadapan Allah.
Jadi JANGAN TAKUT untuk selalu BERUSAHA.

12 April 2010

Menteri Keuangan Keluarga

Uang.. uang dan uang, jaman sekarang segalanya pakai uang, mau apa-apa pake uang, walaupun uang bukan segalanya.

Begitu pentingnya uang dalam hidup, hingga banyak orang yang mati-matian berusaha mendapatkan uang dengan cara yang halal maupun dengan cara yang haram.

Untuk mendapatkan uang sangatlah sulit, maka akan sayang sekali jika tidak dapat mengelola uang yang kita dapat dari hasil jerih payah. Tidak semua orang dapat mengelola uang dengan baik, oleh karena itu berbahagia sekali keluarga yang di dalamnya ada anggota keluarga yang dapat mengelola uang.

Dalam keluarga idealnya suami atau istri yang dapat mengelola uang, sehingga uang yang didapat dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan maksimal. Jika tidak ada anggota keluarga yang dapat mengelola keuangan maka alamat keluarga ini akan mendapat masalah dengan keuangan dan berakibat fatal.

Sebagai contoh istri saya adalah pengelola keuangan keluarga, dia yang mengatur pos-pos apa saja yang harus ada bulan ini, dia rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran uang, sampai-sampai hilang uang seribupun dia mengetahuinya, jika dikumpulkan catata-catatan keuangannya dari mulai nikah maka akan menjadi buku yang cukup tebal, dan tentunya cukup menghibur dan saya cuma bisa bilang ... kok bisa ya.

11 April 2010

Pengambil Keputusan

Keputusan yang tegas dan didukung banyak pihak, tidak akan membingungkan para pelaksana keputusan itu. Idealnya suatu keputusan didukung semua pihak, tapi sering kali keputusan terpaksa diambil karena memang perlu, walaupun banyak yang tidak setuju. Pengambil keputusan haruslah orang yang kompeten dalam masalah tersebut, sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan tegas.

Pengambilan keputusan dalam keluargapun merupakan hal yang penting, setiap hari ada saja hal yang mengharuskan kita untuk mengambil keputusan, dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar.

Dalam keluarga harus ada salah satunya yang tegas dalam mengambil keputusan, tidak harus suami, istripun bisa mengambil keputusan, asalkan nantinya pihak yang lain mendukung keputusan itu. Suami memang pemimpin keluarga, tapi tidak semua suami dapat mengambil keputusan, jadi si istri yang harus memutuskannya.

Contoh sederhana dalam mengambil keputusan adalah ketika akan menghadapi lebaran, biasanya suami yang memutuskan anggaran belanja sekian rupiah untuk belanja pakaian. Dan ketika belanja si istrilah yang memutuskan berapa setel pakaian untuk masing-masing keluarga. Istri juga yang memutuskan model pakaian masing-masing anggota keluarga. Nanti jika anggaran masih kurang istri bisa minta tambahan pada suami, suami yang memutuskan boleh atau tidaknya, dan seterusnya.

Jadi suatu keputusan dalam prakteknya bisa saja agak berubah bergantung pada situasi dan kondisi asal jangan sampai melenceng jauh, itupun harus dibicarakan dulu agar stabilitas keluarga terjaga dengan baik.

10 April 2010

Mari Bicara

Bicara dengan baik dan benar akan menjadikan hubungan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya menjadi baik, begitu pula sebaliknya.

Dengan bicara kita bisa membahas banyak masalah dan menyelesaikannya. Dengan bicara kita bisa berbagi kebahagiaan. Dengan bicara kita bisa meringankan beban dihati.

Dalam keluarga, bicara satu sama lain sangatlah penting karena dalam keluarga sebaiknya jangan ada yang dirahasiakan, sebaiknya semua dibicarakan karena dengan demikian keluarga akan menjadi terbuka dan semua masalah akan ditanggung bersama.

Suami sebaiknya tahu masalah si istri dan sebaliknya, sehingga tidak terjadi miskomunikasi, kesalahpahaman karena kita tidak tahu masalah yang dihadapi pasangan kita. Orang tua sebaiknya tahu masalah yang dihadapi anak-anaknya, begitu pula sebaliknya. Itu semua akan dapat dilakukan dengan berbicara satu sama lain, biasakan setiap anggota keluarga saling bicara satu sama lain.

Keterampilan berbicara di Indonesia kurang dikembangkan di sekolah-sekolah sehingga rata-rata orang kita kurang bisa berkomunikasi dengan baik, ini berdampak buruknya fungsi humas di seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Jika harus berdebat, terlihat jelas etikanya tidak muncul dan pengendalian emosi yang sangat lemah.

Kembali lagi pada keluarga, seorang suami tidak boleh merahasiakan hal-hal yang seharusnya diketahui istri, begitu pula sebaliknya. Misalnya seorang suami mempunyai utang, maka istri harus mengetahui hal tersebut dan sebaliknya, jangan dirahasiakan karena suatu saat hal itu akan diketahui juga oleh suami atau istri yang akan menyebabkan pertengkaran. Oleh karena itu mari bicara.

09 April 2010

Televisi dalam Hidup Kita

Duduk manis di depan tv, nonton film, gosip, berita, iklan dlsb. Duduk disana dari pagi sampai siang, istirahat sebentar lalu duduk lagi di depan tv sampai sore, istirahat sebentar lalu duduk lagi sampai larut malam bahkan subuh.

Itu terjadi pada banyak dari anak-anak sampai kakek-kakek, di seluruh dunia. Televisi sudah menjadi kebutuhan primer bagi banyak orang dan banyak yang menghabiskan sebagian hidupnya di depan televisi, sadar atau tidak sadar. Kalau kita hitung anak kita yang berumur 10 tahun jika sehari menonton tv 6 jam maka ia sudah menghabiskan 2,5 tahun umurnya didepan tv, bayangkan jika waktu nontonnya lebih banyak lagi.

Televisi sekarang ini sudah menjadi semacam candu yang menghabiskan banyak waktu. Waktu yang seharusnya dapat digunakan dengan kegiatan lain malah habis di depan tv. Anak yang seharusnya belajar atau bermain, malah dipakai nonton, jadilah ia anak yang malas belajar dan tidak bisa bersosialisasi. Orang dewasa yang seharusnya bekerja mencari penghidupan menjadi kurang maksimal karena kurang istirahat di rumah akibat dipakai nonton tv. Waktu yang seharusnya bisa dipakai ibadah, habis untuk nonton tv.

Sepertinya televisi akan menjadi perusak dari generasi ke generasi jika tidak kita kendalikan kita dan keluarga kita. Sama halnya dengan internet dengan segala macamnya seperti situs pertemanan facebook, dan yang lainnya. Kita sendiri yang harus bijak dalam menggunakan hasil kemajuan teknologi itu untuk kepentingan hidup kita, ambil yang positif dan minimalkan negatifnya.