31 Maret 2010

Borong Pelajaran

Aku perhatikan beberapa tahun ini, ternyata banyak siswaku yang bisa berprestasi baik di bangku kuliahnya, dan beberapa orang diantaranya adalah siswa yang kurang berprestasi di bangku SMA.

Aku berpikir mengapa hal itu dapat terjadi, dan salah satu hasil pemikiranku adalah faktor minat siswa terhadap pelajaran. Sangat pantas siswa dapat berprestasi baik jika pelajaran yang dipilihnya adalah pelajaran yang ia minati dan sukai. Berbeda ketika ia di SMA, ia harus mengikuti semua pelajaran yang disodorkan sekolah tanpa bisa menolaknya, padahal dari sekian belas pelajaran itu banyak yang tidak ia sukai, jadi wajar ia tidak berprestasi sewaktu di SMA.

Aku jadi berpikir kenapa sih mata pelajaran di SMA jadi sekian banyaknya, apa tidak bisa dikurangi sehingga siswa dapat mempelajarinya dengan lebih baik lagi. Jangan tiap tahun ditambah lagi dan lagi, karena rame isu pemanasan global maka dititipkanlah mata pelajaran PLH, tidak wajib tapi dianjurkan, kalo terus begitu kasihan siswa didik, karena kemampuan mereka berbeda.

30 Maret 2010

Pagar Makan Tanaman

Beberapa hari ini sedang marak berita tentang pejabat-pejabat yang nota bene seharusnya menegakkan hukum dan menjaga amanah tapi malah menjadi orang-orang yang ikut melanggar hukum.

Negara ini memang sulit untuk maju selama orang-orang seperti ini banyak dan tersebar diberbagai instansi pemerintah dari atas sampai ke bawah.

Krisis moral yang sudah merata seperti sekarang ini jika dibiarkan akan menghancurkan negara kita ini. Sekarang ini sudah terbukti bahwa negara kita sudah tidak begitu dihormati oleh negara lain, baik negara besar maupun negara kecil, negara tetangga maupun yang jauh letaknya.

Orang-orang baik di negara ini tersisihkan dan diejek sebagai orang yang sok bermoral, sok jujur, sok baik sendiri dlsb, orang-orang pandai negeri ini banyak yang bekerja di luar negeri karena disini "gak kepake", orang-orang kecil yang gak punya duit cenderung tidak mendapatkan kepastian hukum, tepatnya tidak diperlakukan adil oleh hukum, lain dengan orang-orang yang banyak duit, seakan-akan mereka bisa membeli apa saja termasuk membeli aparat, untuk keuntungan dirinya.

Dari SD aku ingat betul bahwa negara kita adalah negara hukum, tapi nyatanya sekarang aku saksikan sendiri banyak sekali kasus hukum di negara kita yang bisa dibeli dengan uang melalui MARKUS makelar kasus. Jika demikian negara ini akan menjadi surga para penjahat dan para koruptor, benar atau salah bisa dikompromikan dengan prinsip sama-sama untung.

Kasihan rakyat miskin yang menjadi mayoritas di negara ini karena mereka bukanlah prioritas utama lagi dalam pembangunan negara ini, karena para pemegang amanah sudah tidak amanah lagi, karena kita di urus oleh banyak pejabat yang menjadi pagar makan tanaman.

29 Maret 2010

Untung Aku Bukan Bujangan

Beberapa temanku adalah bujangan, kuperhatikan hidup mereka biasa-biasa saja, terutama dalam hal materi yang bisa terlihat secara langsung. Tidak tahulah masalah yang lainnya.

Tapi kalau aku perhatikan, kulihat banyak kegelisahan yang tergurat diwajah mereka, ada kecemasan tergambar dibalik senyum mereka. Aku jadi ingat masa bujanganku yang sangat panjang, teringat betapa aku tidak dapat berbuat banyak dengan statusku itu, teringat betapa aku tidak dapat berbagi perasaan, aku telan sendiri rasa bahagia dan rasa susah.

Jadi kalau aku bandingkan dengan sekarang, hidupku jadi lebih bermakna, jadi ada yang menungguku dirumah, jadi ada yang menelponku atau sms kalau aku telat pulang, jadi ada hiburan di rumah setelah penat di kantor, jadi ada yang minta ditunggui kalau main, pokoknya hidupku sekarang jadi lebih berwarna. Jadi bujangan itu gak enak, percayalah.

28 Maret 2010

Lupa-lupa (Kewajiban), Ingat (Hak)

Dihampir setiap kegiatan yang aku ikuti, selalu saja ada satu dua orang yang kerjanya hanya menuntut haknya, tapi melupakan atau pura-pura lupa akan kewajibannya. Diwaktu orang lain sibuk mengerjakan ini itu, dia hanya duduk sambil baca koran, nonton tv atau hanya ngobrol atau bahkan gak ada di tempat entah kemana dengan banyak alasan, tapi coba lihat ketika ada pengawasan atau pengontrolan dari luar, dia tampil paling depan dengan gaya yang paling meyakinkan dibanding orang lain. Dan disaat ada pembagian uang lelah, dia yang paling banyak protes karena yang dikerjakannya ini dan itu tidak dibayar, padahal memang gak kerja.

Yang aku gak habis pikir, ada ya orang kayak begini, orang yang gak malu dan gak tahu malu. Dan kalo aku perhatikan, orang kayak begini biasanya tahan jika dikritik dan disindir karena gak kerja, atau karena penampilannya yang kayak mandor aja. Muka tembok.

Hai orang2 yang kayak begitu, sadarlah bahwa sikap seperti itu merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri, sekarang ini dia dapat uang tanpa susah payah, tapi harus sadar nantinya ada aja hal atau kejadian yang memaksanya mengeluarkan uang lebih besar dari yang didapatnya karena memang tidak berkah. Juga dia sudah merendahkan dirinya sendiri didepan rekan2 disekitarnya. Dia sudah menghapus kepercayaan orang lain pada dirinya.