28 April 2009

Be Yourself

Jadilah diri sendiri, karena dalam dirimu ada sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Dirimu sangat istimewa, spesial.

Seharusnya paling enak jadi diri sendiri, karena kita tampil apa adanya tidak dibuat-buat, dan wajah kita akan terlihat menyenangkan, karena senyum kita sangat wajar.

Aku lebih suka orang seperti itu, biasanya orang ini tidak suka minta diperhatikan dan dipuji, tetapi kitalah yang sukarela memujinya. Biasanya juga orang ini bisa dipercaya.

Sekarang ini sulit menemukan pribadi seperti itu, orang lebih suka berperan menjadi orang lain, yang menjadikannya bertingkah tidak atau kurang wajar, karena memang sulit sekali untuk hidup sebagai orang lain, penuh sandiwara dan kepura-puraan.

Kalau kita rajin nonton tv, kita kenal dong dengan acara “tukar nasib”, kita bisa lihat betapa sulitnya memerankan atau menjadi orang lain, pekerjaan yang terlihat sederhana ternyata sulit dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya. Tidak cuma si ‘kaya’ yang sulit memerankan si ‘miskin’, tetapi si ‘miskin’ pun sulit memerankan si ‘kaya’.

Acara ini mungkin terinspirasi dari kenyataan hidup sekarang ini, dimana orang sulit untuk menjadi dirinya sendiri, orang lebih menginginkan kesenangan orang lain dari pada kesenangan dirinya, berpandangan rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, hidup orang lain lebih baik dari hidupnya, tanpa menyadari bahwa apa yang kita miliki sekarang ini adalah yang terbaik untuk diri kita.

Yang kita miliki sekarang ini adalah hasil kerja keras kita sendiri, kita bisa lebih baik lagi bahkan dibanding dengan orang lain, jika kerja kita lebih baik dari sebelumnya.

Jangan ingin menjadi orang lain, setelah apa yang kita miliki sekarang, karena banyak orang lain yang ingin seperti kita. Jadilah diri sendiri. Be yourself.


25 April 2009

Sepenuh Hati

YANG DIBUAT DENGAN SEPENUH HATI AKAN MENGHASILKAN YANG TERBAIK

Kalimat yang aku dapat ketika sedang istirahat pulang kerja sambil nonton tv, kalimat yang aku dengar dari iklan kecap, pada saat itu aku langsung tersentuh dengan kalimat itu. Kalimat itu membuat pikiranku yang lelah ini melayang pada berbagai kejadian baik yang aku alami maupun yang aku tonton di tv.

Aku berpikir kalaulah setiap orang bekerja dengan sepenuh hati pasti akan menghasilkan yang terbaik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Aku teringat perkataan temanku, ketika mendengarkan syair lagu “ayat-ayat cinta”nya Rossa, ia berkata kalau kita perhatikan kata-kata dalam syair itu biasa-biasa saja, lalu apa yang membuatnya bagus? Pertanyaan yang ia buat lalu dijawabnya sendiri, karena penyanyinya menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati.

Aku teringat pula dengan obrolanku ketika kuliah, aku bertanya pada temanku apa bagusnya lukisan yang dipajang di pameran-pameran sampai-sampai harga jutaan bahkan ratusan juta perak, ia mengatakan bahwa lukisan-lukisan yang mahal itu dibuat dengan sepenuh hati, akan sulit dimengerti oleh orang yang memandangnya dengan mata saja tanpa dengan hati.

Ketika sedang sering-seringnya WS Rendra manggung di Bandung, aku bertanya pada temanku kenapa sih kawan-kawan kita rame-rame nonton pertunjukkannya si Burung Merak itu? Kata temanku, mereka datang kesana ingin mendengarkan “kata hati” si Burung Merak.

Ketika mendengarkan ceramah baik di masjid maupun di sekolah, ada beberapa ceramah yang cukup sederhana tapi mampu membuat hati ini tergerak, kata guru agama temanku pula ajengan itu berceramah dari hatinya sehingga mudah ditangkap oleh hati pendengarnya.

Mungkin semua yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang terbaik, hasil yang jernih, mudah dirasakan dengan nyaman, enak dilihat dan sangat meneduhkan.


24 April 2009

Mengapa Ada Ujian?

Ujian, mengapa harus ada ujian? Ujian ada untuk mengetahui apakah kita siap untuk melanjutkan kehidupan kita pada tahap yang lebih tinggi.

Ujian harus ditempuh untuk kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang lebih tinggi, lebih berkualitas dan lebih dewasa.

Pada ujian ada yang berhasil ada juga yang gagal. Yang berhasil harus bersyukur, dan yang gagal harus mencobanya sekali lagi, dan mencoba lagi sampai berhasil.

Kegagalan tidak boleh menjadi hambatan kita untuk menempuh tahapan kehidupan yang lebih tinggi, tetapi harus menjadi pelajaran untuk bisa lulus pada kesempatan berikutnya.

Semua orang pernah mengalami kegagalan, hanya saja berbeda dalam menyikapi kegagalan itu, ada yang berusaha memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan dapat memperoleh keberhasilan.

Ada juga yang meratapi kegagalan sehingga menambah berat beban yang dipikulnya, tinggal menunggu waktu saja kapan kehancuran akan melumatnya.


Koalisi

Beberapa hari ini tv selalu memberitakan tentang koalisi dan pecah koalisi, karena memang berita ini laku dijual. Aku yang tadinya kurang peduli dengan berita ini, akhirnya tertarik juga karena bertubi-tubinya berita itu sampai di telingaku. Maka jadilah aku komentator tingkat RT dalam masalah koalisi.


Tapi yang aku tahu pecah koalisi itu, lebih berat ke masalah gengsi, tidak mau direndahkan, tidak mau diremehkan, tidak mau didikte orang lain dan lain sebagainya, juga untuk menunjukkan power.

Dan yang aku tahu juga bahwa koalisi itu bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dan jadi pemenang, jadi nomor 1. Jadi koalisi itu acaranya hitung-hitung kekuatan dan cari teman baru untuk mengalahkan yang lain.

Dimana yach nempatin kepentingan rakyat dalam koalisi? Kok gak ada partai yang koalisi dengan rakyat?

Kebiasaan Telat

Dalam suatu ruangan sudah hadir hampir semua undangan yang akan mengikuti rapat, tetapi rapat belum juga dimulai karena pimpinan rapatnya masih sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan pentingnya. Lalu ada seorang yang nyeletuk, kapan rapatnya dimulai? Dari barisan yang agak jauh ada yang menjawab, Pak sekarang baru jam 11, rapat khan mulainya jam 10. Walau kesal peserta rapat dapat juga tertawa mendengar obrolan tadi.

Akupun berpikir kenapa yach telat sering sekali terjadi di negeri kita? Yang ada dipikiranku adalah mungkin kita sudah tidak begitu peduli lagi dengan orang lain yang sengaja datang untuk memenuhi undangan, sehingga kita tidak merasa malu karena datang terlambat, dan itu sudah menjadi kebiasaan. Yang kedua adalah mungkin kita sudah lupa bahwa janji harus dipenuhi dan ingkar janji itu dosa.

Pernah aku nasehati murid-muridku, bahwa di luar sana kalau kamu sudah lulus sekolah kebiasaan telat akan menjadi masalah yang serius, cobalah kita lihat di sekitar kita.....

tukang dagang yang harusnya bangun jam 2 pagi, ketika bangun jam 3 pagi dia berkata wah udah kesiangan, dan hari itu ia tidak dagang, karena barang yang harus dibelinya pasti sudah habis .... gak kebagian barang.

tukang ojeg yang harusnya bangun jam 4 pagi, ketika bangun jam 5 pagi ia berkata wah kesiangan nich, dan hari itu ia banyak kehilangan pelanggannya karena sudak ditarik/ diangkut tukang ojeg lain.

kuli bangunan yang harusnya datang jam 7, ketika ia datang jam 8 maka ia akan dimarahi oleh orang yang mempekerjakannya, jika ini terus berulang, bukan tidak mungkin ia diberhentikan dan menganggur, celakanya hal ini akan menyebar dari mulut ke mulut sehingga tidak ada lagi orang yang ingin mempekerjakannya.

seorang pegawai yang datang telat, dipotong gajinya sesuai dengan banyak waktu telatnya, dan kondite kerjanya akan jelek.

Telat akan menjadi masalah yang serius bagi kita.


23 April 2009

Dunia Baru

Sebentar lagi siswa-siswa SMA akan lulus sekolah. Mereka akan menghadapi dunia yang lain dari sebelumnya, dihadapkan pada beberapa pilihan yang harus dipilih, kuliah, kerja atau nikah kali yach, tapi tetap saja harus milih kuliah atau kerja.

Mereka akan menghadapi dunia yang keras penuh dengan persaingan, waktu sekolah jika kita kesiangan, paling kita disuruh lari keliling lapang, tapi di dunia baru kini hukuman bisa lebih kejam, bisa saja kehilangan pekerjaan, kehilangan peluang bisnis dlsb.


Di dunia yang baru ini kita dituntut kesiapan untuk menghadapinya. Baik kesiapan fisik, mental maupun kesiapan strategi. Dengan kesiapan tersebut, kita akan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan hidup ini dengan baik, minimal kita tidak akan patah semangat jika ditimpa kegagalan.

Di dunia yang baru kita akan selalu ditimpa kegagalan atau dianugrahi keberhasilan secara bergantian, kita dituntut bisa bangkit dari berbagai kegagalan dan dituntut bisa banyak bersyukur untuk berbagai keberhasilan.

Dari kesiapan yang harus kita miliki, hal lain yang terpenting adalah usaha. Usaha yang sangat keras, ulet dan penuh perhitungan.

Pada murid-muridku, selamat menjalani dunia yang baru.

19 April 2009

Melamun

Melamun, itu yang aku lakukan dibanyak waktu. Melamun membawa aku untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan, meraih semua keinginan, mendapatkan apa yang aku mau, semuanya serba perfect, sempurna.Dalam lamunan tidak ada kegagalan, walaupun ada akan diakhiri dengan keberhasilan yang sangat gemilang.

Setiap hari aku selalu sempat melamun. Kadang lamunan menghabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas-tugas rumahku. Lamunan begitu membuai pikiran dan perasaanku sehingga sulit untuk ditinggalkan. Kadang tak sadar aku mulai melamun, lamunan yang spontan terbesit dipikiranku, ide lamunan yang muncul begitu saja seiring dengan keadaan emosiku.

Pernah aku berpikir mengapa aku sering melamun, tapi tak pernah ada jawaban yang memuaskanku. Mungkin untuk menutupi kelemahanku … bisa juga, tapi segera aku bantah itu dengan mengatakan pada diriku sendiri bahwa melamun itu aku lakukan agar bisa meringankan beban pikiran dan perasaanku. Mungkin juga untuk menyalurkan unek-unek yang tidak mungkin saya ucapkan atau saya lakukan dengan perbuatan …. bisa juga. Bisa juga untuk mendapatkan kesenangan belaka dalam lamunan tersebut.

Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk melamun .... padahal kata psikolog, masa anak-anak adalah masanya berkhayal (sama gak melamun dengan berkhayal?). Aku sering bertanya pada diri sendiri, masa sih aku ini masih ada pada masa berkhayal .... kayak anak kecil. Jadi aku sering bela diri dengan mengatakan aku ini berimajinasi bukan melamun.

Padahal aku berpendapat melamun, berkhayal dan berimajinasi sama saja. Hanya beda pada rasa bahasa saja. Berimajinasi kayaknya lebih bergengsi dari pada melamun dan berkhayal.

Tadi pagi aku membaca tulisan bapak Wimar Witoelar yang intinya mengatakan bagaimana kita bisa mengerti hasil karya orang lain yang dihasilkan dari imajinasinya sementara kita tidak bisa berimajinasi. Film dan novel sulit dipahami jika kita tidak punya daya imajinasi.

Jadi bagaimana? Aku akan tetap berimajinasi.........


15 April 2009

Sifat Orang

”Kalau gak ada saya gak tau apa jadinya”. Kata-kata yang sering terdengar dari orang disekitar kita. Memangnya kalau tidak ada dia kenapa? Kan masih banyak orang yang bisa mengerjakan pekerjaan yang seperti itu. Lagi pula kenapa masalah itu diperbesar? Kan biasa-biasa saja, gak berat dan gak istimewa.

Orang ini kalau mengerjakan suatu pekerjaan selalu berkata pada orang lain, ”kalau gak saya yang ngerjakan gak akan beres, bakalan lama beresnya”. Padahal kalau kita mau jujur, masih banyak orang yang bisa mengerjakan pekerjaan itu, bahkan bisa lebih baik lagi. Hanya saja orang lain tidak menawar-nawarkan diri untuk pekerjaan itu, orang lain biasanya bersedia jika ditunjuk.

Sifat orang memang berbeda, ada yang selalu ingin dipentingkan, ada yang selalu ingin terlihat penting, dan menganggap orang lain tidak terlalu penting, menganggap sebelah mata pada orang lain, tidak sadar bahwa pada dirinya ada kelemahan yang sangat jelas dan semua orang melihat hal itu, bahkan orang yang baru pertama kali bertemupun akan melihat hal ini.

Menganggap diri paling penting inilah sifat yang dimiliki banyak orang. Sifat ini akan membuat orang sulit membaca kelemahan dirinya, karena ia akan mengira dirinya sangat sempurna, dan memiliki banyak keistimewaan yang tidak semua orang punya. Sifat ini nantinya yang membuat orang sulit menerima kritik dan mengakui bahwa pada dirinya banyak sekali kekurangan.

Sifat ini yang akan menghambat untuk memperbaiki diri kita dan membuat kita jalan ditempat, sementara orang lain sudah jauh di depan kita.

”Emangnye kalo gak ada lo kenape?”


10 April 2009

Manusia Optimis

Optimisme harus kita miliki tapi jangan berlebihan. Keyakinan akan kemampuan diri dalam memecahkan masalah adalah rasa optimis, hal ini sangat penting dimiliki oleh setiap orang, jika tidak memilikinya orang akan merasa gamang dan tidak percaya diri. Orang seperti ini akan sulit dalam menyelesaikan masalah.

Orang yang cenderung pesimis akan membesar-besarkan masalah yang dihadapinya sehingga dirinya akan sulit untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah sederhana akan menjadi hambatan yang serius baginya, akan menjadi beban pikiran yang menyebabkannya mendapat masalah yang baru.

Orang pesimis akan mencari kambing hitam untuk disalahkan dalam masalah yang dihadapi, akan sulit untuk introspeksi diri, sebab boleh jadi penyebab masalah itu ada dalam dirinya sendiri. Akan sangat sulit telunjuknya diarahkan pada diri sendiri dan akan selalu diarahkan pada orang lain.

Dengan singkat kata orang pesimis akan mempersulit masalah yang sederhana.

Sebaliknya jika orang mempunyai rasa optimis ia akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, rasa optimis akan menambah tenaga bagi usahanya, rasa optimis akan menambah ketenangan pikirannya dalam menyelesaikan masalah, rasa optimis akan menjadikannya berbaik sangka pada dirinya dan pada orang lain.

Optimisme yang berlebihan tidak baik bagi kita, orang yang berlebihan rasa optimisnya akan memiliki rasa percaya diri yang berlebih pula, hal ini akan membuat orang cenderung mengecilkan atau meremehkan masalah. Setiap masalah yang ada dianggapnya kecil dan tidak berarti. Suatu saat optimisme seperti ini akan menjadi batu sandungan baginya.

Karena merasa masalah yang dihadapinya tidak berarti ia cenderung akan mengesampingkan masalah tersebut, dan akan terus ia lakukan maka suatu saat akumulasi masalah tersebut akan menimpanya dan ternyata orang ini tidak dapat menyelesaikannya.

Dengan singkat kata orang yang terlalu optimis akan meremehkan masalah yang berat sekalipun.


Menyelesaikan Masalah

Setiap orang punya masalah, tugas kita menyelesaikan masalah itu dengan baik sesuai dengan aturan yang semestinya. Orang akan tenang jika dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik, sebaliknya orang akan gelisah jika tidak dapat menyelesaikan masalahnya.

Banyak hal yang menyebabkan orang tidak dapat menyelesaikan masalahnya, salah satunya adalah karena tidak tahu apa penyebab masalah yang dihadapi. Sedangkan hal utama untuk menyelesaikan masalah adalah menemukan penyebab masalah tersebut.

Untuk menemukan penyebab suatu masalah diperlukan introspeksi diri yang tinggi, membuka hati terhadap segala kemungkinan penyebab masalah yang kita hadapi. Mengapa membuka hati kita? Karena penyebab suatu masalah lebih banyak dari diri sendiri dan kebanyakan orang tidak mau terima dengan hal itu dan lebih suka jika menilai orang lain lah yang menyebabkan masalah pada dirinya.

Setelah menemukan penyebabnya barulah kita melangkah untuk menyelesaikan masalah. Itupun harus dengan hati yang tenang, tidak terburu-buru dan dengan keyakinan bahwa dirinya dapat menyelesaikan masalah tersebut. Dan yang penting lagi jangan menyelesaikan masalah dengan menghasilkan masalah yang lain.

Ego merupakan penyebab masalah yang utama dalam diri kita. Ego menyebabkan kita tidak menghargai pendapat orang lain, walaupun pendapat tersebut baik, kita akan memakai pendapat kita sendiri. Sehingga ketika kita salah mengambil suatu keputusan dalam menyelesaikan masalah maka kita akan mendapat masalah baru yang mungkin saja lebih besar.


07 April 2009

Menjaga Kepercayaan

Melakukan suatu pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, seyogyanya dengan sungguh-sungguh, karena dengan demikian kita dapat memperoleh hasil yang maksimal dan sesuai atau setidaknya mendekati sesuai dengan yang diharapkan oleh yang memberikan pekerjaan tersebut.

Yang terpenting kita harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas tersebut sebagai amanat yang dipercayakan pada kita, sehingga orang dapat melihat dan menilai usaha maksimal kita dalam melaksanakannya.

Dipercaya oleh orang lain merupakan kehormatan bagi diri kita, yang berarti kita diperlukan oleh orang lain, seharusnya kita bersyukur pada Allah ternyata diri kita berguna untuk orang lain.

Coba pikirkan bagaimana jika kita tidak dipercaya oleh orang lain, tentunya kita merasa kecewa, karena ada dan tidak adanya kita ternyata tidak berpengaruh pada orang lain, seperti pepatah ”ada tidak menggenapkan, tidak ada tidak mengganjilkan”. Sungguh ironis jika menimpa diri kita.

Untuk mendapatkan kepercayaan orang lain tidaklah mudah, kita harus bisa membuktikan bahwa kita mau bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Dan kepercayaan orang tidak dapat dibeli dengan uang, jika ada orang yang mendapatkan pekerjaan dengan cara membelinya dengan uang maka sudah pasti orang tersebut orang yang kurang baik.

Banyak orang mendapatkan pekerjaan sekarang ini dengan uang pelicin, walaupun nantinya terbukti ia mampu melaksanakan pekerjaan itu dengan baik, ia masih mempunyai predikat orang yang tidak sanggup berkompetisi dengan sehat.

Jika ada sesuatu dengan pekerjaannya, dan menyebabkan ia kehilangan pekerjaan tersebut, maka ia akan sulit mendapatkan pekerjaan lainnya. Dan akan mengulangi cara yang sudah pernah ia lakukan yaitu mendapatkan pekerjaan dengan uang pelicin. Karena ia tidak sanggup berkompetisi.

Jika dalam suatu masyarakat hal tersebut sudah merata, ada dimana-mana maka akan banyak lapangan pekerjaan yang terisi oleh orang-orang yang tidak kompeten, tetapi diisi oleh orang-orang yang mau mengeluarkan uang pelicin. Tinggal tunggu kehancuran masyarakat tersebut karena banyak yang tidak becus dengan pekerjaannya.


06 April 2009

Hidup Manusia

Jatah hidup kita sudah diatur oleh yang maha kuasa. Kita bertugas untuk mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berguna baik untuk kita dan untuk orang lain.


Merupakan pekerjaan yang sulit mengisi hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Jadi jika ada orang yang dapat melakukan hal ini maka orang itu adalah orang yang pandai bersyukur. Orang ini biasanya sangat dibutuhkan oleh orang banyak, karena biasanya orang ini pandai memimpin dirinya dan orang lain.

Manusia harus berusaha menjadi orang yang baik, minimal untuk dirinya sendiri. Jika sudah dapat melakukan itu barulah ia berusaha baik pada orang lain.

Manusia yang baik selalu berusaha menghasilkan generasi penerus yang lebih baik dari pada dirinya, maka ia akan sekuat tenaga mendidik anak-anaknya dengan baik, agar menjadi manusia yang lebih baik dari dirinya.

Manusia yang baik selalu meningkatkan ketakwaannya terhadap Allah SWT, selalu memperbaiki kualitas ibadahnya, selalu memperkuat akidahnya.

05 April 2009

Hari Tenang

Hari terakhir kampanye pemilu 2009 dan 4 hari menjelang pemilu legislatif. Kembali kita tenang setelah tiga minggu ini diberondong oleh janji-janji para caleg. Kadang kita kesal dengan janji para caleg itu karena terlalu muluk dan tidak masuk akal.


Sekarang mungkin para caleg sedang harap-harap cemas menantikan hasil pencontrengan besok tanggal 9.
Mungkin ada juga caleg yang tenang-tenang saja karena sudah tahu resiko dari suatu pemilihan, terpilih atau tidak.

Dalam suatu pemilu pasti ada yang memang dan ada yang kalah. Bagi yang menang berkewajiban untuk memenuhi janjinya sewaktu kampanye. Bagi yang kalah harus lapang dada dan harus menerima hasil pemilu, demi rakyat, jangan terlalu banyak protes.

04 April 2009

Kejujuran

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Semua orang ingin diperlakukan secara jujur, tapi tidak semua orang mau berbuat jujur. Kejujuran merupakan sesuatu yang disukai oleh semua orang, bahkan oleh orang yang tidak jujur sekalipun.


Banyak orang pandai tetapi sedikit sekali orang yang jujur, itu kalimat yang sering diucapkan orang karena sekarang ini orang sudah gerah terhadap perilaku orang-orang yang tidak jujur.

Masyarakat betul-betul sudah merasakan akibat perbuatan orang-orang yang tidak jujur.
Disetiap pekerjaan ada saja orang yang tidak jujurnya, sehingga kebocoran dana dan lain-lain merata disegala bidang.

Perbuatan tidak jujur yang sudah merata disegala bidang akan membawa kesengsaraan bagi rakyat, akan terjadi kecurangan dimana-mana, sehingga kecurangan sudah dianggap hal yang biasa, mau sekolah kita main curang, ingin lulus kita main curang, mau kerja kita juga main curang, mau naik pangkat kita main curang, ingin dapat jabatan kita main curang, masih banyak lagi kecurangan-kecurangan disekitar kita tapi hampir dianggap biasa.

Tapi kita patut bersyukur juga karena masih ada sedikit orang yang berlaku jujur dan senantiasa mengajak orang lain untuk berlaku jujur. Kita berharap orang-orang yang demikian makin banyak di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negeri yang rakyatnya makmur.

03 April 2009

Nilai Usaha

Berusaha mewujudkan apa yang diinginkan merupakan suatu keharusan, sebab suatu yang diinginkan itu tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha dan pengorbanan.


Perolehan yang kita dapat itu sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Kadang kita tidak puas dengan apa yang kita peroleh, kita merasa hasil yang diperoleh lebih sedikit dari apa yang telah kita usahakan.

Mungkin kita lupa dengan bobot pada usaha kita. Kita sering melihat orang yang kerjanya terlihat sederhana tapi menghasilkan perolehan yang banyak. Dan banyak kita lihat orang yang bekerja begitu keras tapi menghasilkan hasil yang sedikit. Mungkin saja orang yang terlihat bekerja begitu santai, kerjanya lebih berbobot dari orang yang terlihat bekerja sangat keras. Jadi hasil dari usaha kita ditentukan dari bobot dan kesungguhan usaha kita.

Kalau hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan yang diharapkan mungkin saja usaha kita kurang berbobot dan kurang bersungguh-sungguh.

02 April 2009

Kamar untuk Caleg

Beberapa rumah sakit telah menyediakan kamar-kamar yang diperuntukkan bagi para caleg gagal yang stress.

Pihak rumah sakit rupanya sudah memprediksi hal ini.


Mungkin para caleg itu tidak siap untuk kalah, mereka hanya siap untuk menang, sehingga ketika kalah mereka terguncang dengan hebat, dan terganggu kesehatan jiwanya.

Mendengar berita tersebut kita jadi penasaran mengapa sampai sejauh itu? Ternyata lebih cenderung kearah finansial. Para caleg yang telah banyak mengeluarkan uang untuk biaya kampanye tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya tidak mendapatkan kursi yang diidamkannya yang berarti uang yang dikeluarkannya menjadi mubazir dan tidak dapat kembali.

Kalau saja para caleg itu sadar akan semua resiko yang mungkin dan siap menanggungnya, rumah sakit tidak perlu sibuk untuk menyiapkan kamar-kamar tersebut.

01 April 2009

Kasih Sayang dan Rasa Hormat

Yang muda hormat pada yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Itu seharusnya yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Sekalipun dalam masyarakat terkecil, seperti keluarga atau bahkan diantara dua orang.


Tapi kenyataan sekarang ini tidak sesuai dengan norma tersebut. Sekarang ini banyak orang muda yang kurang rasa hormatnya pada yang tua. Begitu juga banyak orang tua yang kurang rasa sayangnya pada yang muda, merasa lebih tua jadi tidak mau mengalah, terpaksa yang muda-muda harus sering mengalah.

Keluarga akan terasa laksana surga apabila dipenuhi dengan kasih sayang dan saling menghormati. Sebaliknya akan terasa bagai neraka jika hilang rasa kasih sayang dan rasa hormat. Keluarga harmonis hanya dapat diwujudkan jika ada saling menyayangi dan saling menghormati didalamnya. Begitu juga dengan masyarakat.

Masyarakat yang harmonis akan menghasilkan anggota masyarakat yang berkualitas, sehat jiwanya karena dibentuk dengan kasih sayang dan diperlakukan dengan hormat.