28 Februari 2009

SAMPAH DI INDONESIA

Sampah merupakan masalah disemua negara di dunia, sampah ada yang mudah terurai ada juga yang sulit terurai sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran tanah dan air, yang tentunya akan bermasalah dengan kesehatan lingkungan di sekitarnya dalam jangka waktu yang panjang.

Sampah yang dibuang di sungai akan berpotensi menyumbat aliran sungai, dan berakibat aliran sungai akan terhambat jika datang hujan, sehingga akan meluap dan menyebabkan banjir. Sekarang ini sudah terbukti, dihampir semua kota besar di Indonesia. Jakarta akan tampak aneh jika dimusim hujan tidak banjir.

Orang Indonesia termasuk orang yang tidak peduli dimana ia membuang sampah, dan yang menjadi sasaran untuk membuang sampah diantaranya adalah sungai, karena dianggap murah dan tidak mengganggu orang yang membuang sampah karena sampah akan mengalir dibawa arus air. Kalau kita mau jujur, orang-orang yang peduli dengan kebersihan sekalipun secara tidak langsung ia membuang sampah ke sungai, ia menyuruh pembantunya untuk mengumpulkan sampah ditempat sampah, lalu dibungkus plastik dan menyuruh sopirnya untuk membuang sampah, si sopir biasanya ambil cara yang gampang, buang sampah di kali.

Kalau ada kegiatan yang melibatkan banyak orang biasanya sampah akan berserakan dimana-mana, itulah Indonesia. Kalau ada upacara 17 agustusan di lapangan, lapangan yang tadinya bersih setelah bubaran lapangan akan dihiasi oleh sampah macam-macam cangkang makanan, itulah Indonesia. Kalau kita nonton demo mahasiswa di tv, setelah bubar maka akan terlihat sampah cangkang makanan dan minuman yang berserakan, itulah Indonesia.

Jadi kapan Indonesia akan bersih? Indonesia akan bersih jika sudah ada kesadaran dalam diri kita masing-masing akan pentingnya kebersihan dan kemauan keras untuk itu, seperti pengadaan tempat-tempat sampah di berbagai tempat ( sekarang ini masih jarang tempat sampah di tempat umum ), pengadaan tempat membuang sampah bagi masyarakat yang nantinya akan dimusnahkan menggunakan mesin pemusnah, pendidikan kebersihan praktis bagi masyarakat dll.

27 Februari 2009

KESETIAAN

Kesetian merupakan kisah yang sangat indah untuk diceritakan pada siapa saja. Kisah kesetiaan seorang istri pada suami dan keluarganya juga kesetiaan suami pada istri dan keluarganya adalah kisah yang sangat banyak dapat kita lihat di lingkungan disekeliling kita. Dijaman sekarang ini masih banyak kisah kesetiaan istri pada suami dan keluarganya tercinta, dan masih akan terus banyak dijaman-jaman lainnya.

Kesetiaan adalah kisah yang sulit dimengerti oleh sebagian orang, kadang kita tidak habis pikir bagaimana seorang istri bisa kuat menemani suaminya yang sakit-sakitan, bagaimana seorang istri bisa kuat mendampingi suaminya dalam keadaan yang serba kekurangan, serba sulit. Kita tidak habis pikir bagaimana bisa seorang istri mau mendampingi suaminya yang gampang marah, main pukul, main gampar dan main tendang.

Begitu kuatkah seorang wanita sehingga bisa melakukan itu semua dalam waktu yang lama, bahkan sangat lama bahkan sampai akhir hayatnya? Apa yang bisa membuat seorang wanita bisa begitu tangguh dalam menjalani hal ini? Mungkin jawabnya adalah cinta dan kasih sayang.

Cinta dan kasih sayang seorang wanita bisa membuatnya menjadi sosok yang sangat kuat, sangat tangguh dalam mendampingi suami dan kelurganya tercinta. Rasa itu bisa membuat seorang wanita yang tampak lemah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan kita, demi suami dan keluarganya. Banyak kita lihat seorang istri ikut membantu suaminya dalam mencari nafkah untuk keluarganya, bahkan banyak yang mengambil alih tugas suaminya dalam mencari nafkah untuk keluarganya karena berbagai alasan, mungkin suaminya di-phk, sakit dlsb.

Cinta dan kasih sayang menjadikan seorang wanita begitu setia pada suami dan keluarganya, dengan itu seorang istri akan menjaga harkat dan martabat dirinya, suaminya, dan keluarganya. Ia akan melakukan itu semua dengan sekuat tenaga, dan segenap kemampuannya. Dengan cinta dan kasih sayang, seorang istri tidak akan mengkhianati suaminya, tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diberikan suami padanya, ia akan menjaga kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya.

Cinta dan kasih sayang membuat seorang wanita, seorang istri kuat untuk mengurus dan membesarkan anak-anaknya. Ia akan menjaga anak-anaknya itu sebaik mungkin. Anak sebagai buah cinta dengan suaminya akan ia jaga sebagai sebuah amanah dari suaminya, akan ia pelihara dengan sebaik-baiknya sebagai tanda kesetiaannya pada suami.

Cinta dan kasih sayang akan terus menghiasi kisah-kisah diseputar kesetiaan. Kesetiaan yang begitu indah untuk diceritakan, begitu mengharukan untuk didengar, begitu menginspirasi kita untuk mengerti bahwa dalam hidup ini ada yang harus kita perjuangkan.

(Tulisan sederhana ini saya tujukan untuk ibu, istri, dan anakku, juga untuk wanita-wanita setia yang penuh cinta dan kasih sayang).

21 Februari 2009

TOLONG MENOLONG

Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.

Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita.

Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.

Dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis.

Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun. Mari kita tolong menolong.

20 Februari 2009

TEGUH PENDIRIAN

Sebagai manusia kita harus punya pendirian yang kuat, yang kita jadikan sebagai pegangan dalam mengarungi hidup ini. Pendirian inilah yang dinilai oleh orang lain. Orang disebut teguh pendirian jika ia mempunyai pendapat yang tidak mudah berubah, dan disebut orang yang tidak mempunyai pendirian jika ia mudah sekali merubah pendapatnya, bahkan mudah sekali dipengaruhi oleh pendapat orang lain.

Pendirian seseorang berkembang sesuai dengan tingkat kedewasaannya, dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikannya. Sehingga kadang pendirian seseorang akan berubah sesuai dengan kedewasaannya dalam mencerna keadaan lingkungannya dan pendidikannya, sehingga orang yang teguh pendirian sekalipun dapat berubah pendapatnya tentang sesuatu, hanya saja perubahan itu tidaklah drastis dan tiba-tiba, tetapi berproses secara wajar, dan kearah yang lebih baik.

Orang yang teguh pendiriannya belum tentu mempunyai pendapat yang baik. Biasanya orang akan sangat terpengaruh oleh orang yang teguh pendirian, oleh karena itu akan sangat berbahaya jika orang yang teguh pendiriannya adalah orang yang tidak baik dan membawa orang lain ke arah yang tidak baik pula.

Orang baik yang teguh pendirian adalah orang yang sangat diharapkan ada ditengah-tengah masyarakat, hanya saja sangat sedikit orang yang demikian. Wibawa orang seperti ini akan sangat positif bagi kebaikan masyarakat kita yang sekarang ini sedang sakit karena banyak mengidap berbagai penyakit masyarakat.

Menjadikan diri kita mempunyai pendirian yang merupakan tugas masing-masing individu. Karena dari individu-individu inilah nantinya akan terbentuk keluarga, lingkungan masyarakat yang baik pula. Tugas kita sendirilah untuk menjadikan diri kita dan keluarga kita baik, jujur, pintar, mempunyai pendirian yang teguh.

19 Februari 2009

AROGAN

Wah rame juga nonton perdebatan antara DPR kita dengan Pimpinan Pertamina yang baru, saya kurang paham apa yang sebenarnya menjadi keberatan DPR terhadap pimpinan Pertamina yang baru, tapi yang saya tonton adalah sikap salah satu pimpinan DPR yang mengatakan bahwa tidak level Pertamina mengirim surat ke DPR harusnya setingkat Menteri atau Presiden.

Padahal menurut pelajaran yang saya terima dari SD sampai kuliah selalu disebutkan bahwa DPR adalah perwakilan rakyat yang selalu menyuarakan kepentingan rakyat, kalau setingkat Pertamina saja tidak level untuk berkirim surat ke DPR, apalagi kita yang berkirim surat ke DPR.

Tapi tidak semua anggota anggota DPR bersikap arogan, pasti banyak yang tidak setuju dengan ucapan rekannya tersebut. Seharusnya DPR mau menerima dan membaca surat dari siapa saja, karena mereka dipilih oleh rakyat untuk mengurusi kepentingan rakyat, jadi jangan sebaliknya malah rakyat yang harus melayani anggota DPR.

Jadi ternyata anggota-anggota DPR kita banyak yang tidak cerdas emosionalnya, tapi anehnya bisa duduk disana. Seharusnya anggota DPR harus baik IQ, EQ dan SQ nya, agar bisa menjadi wakil yang baik untuk rakyat.

15 Februari 2009

PENILAIAN

Manusia menilai sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, sehingga penilaian seseorang akan berbeda dengan penilaian orang lain. Seobjektif apapun suatu penilaian dilakukan pasti ada kecenderungan yang dipengaruhi subjektifitas si penilai. Jadi dalam objektifitas ada subjektifitas, dan yang dimaksud penilaian yang objektif adalah penilaian yang melibatkan sesedikit mungkin nilai subjektifitas.

Oleh karena itulah kita kadang sangat kaget dengan pendapat seseorang yang menurut kita salah, tetapi dia dapat membenarkan hal tersebut melalui pemaparkan yang sangat baik dan ilmiah, ditunjang dengan tulisannya diberbagai media dan lain sebagainya. Pada masalah yang sama, orang berbeda pendapat dan penilaian, walaupun menurut banyak orang hal itu salah, bisa saja menurut orang yang lain hal itu bisa dibenarkan.

Yang pasti dalam suatu penilaian harus ada patokan yang menjadi acuan kita untuk melakukan penilaian. Patokan itulah yang harus kita pegang untuk menilai benar atau salahnya suatu pendapat. Acuan atau patokan ini harus disepakati banyak orang, sehingga merupakan kesepakatan bersama yang harus ditaati. Pada kehidupan sehari-hari acuan itu berupa norma yang berlaku di masyarakat, dan aturan agama yang kita anut.

Walaupun demikian perbedaan tetap ada, dan tidak mungkin dihindari, ada saja alasan orang untuk berbeda dengan yang lainnya, banyak alasan yang diajukan untuk bisa berbeda dengan orang lain, dan memang manusia diciptakan berbeda, sikap dan tingkah lakunya, yang kita perlukan adalah cara untuk mengelola perbedaan itu agar tidak menjadi keributan tetapi sebaliknya menjadikan kekuatan bagi kita untuk maju.

Dan ternyata menemukan cara untuk mengelola perbedaan itulah yang tidak mudah, walaupun sudah ada norma masyarakat dan aturan agama, tetap saja cara yang tepat untuk mengelola perbedaan itu sulit didapat formulanya. Yang paling menonjol faktor penghambatnya adalah ego masing-masing individu.

Jadi diperlukan keluasan hati untuk dapat menerima perbedaan, dengan demikian kita akan berusaha untuk merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain ketika berbeda dengan kita. Diperlukan kedewasaan berfikir untuk dapat menerima perbedaan, dengan demikian kita akan mencoba untuk memahami jalan pikiran orang lain ketika berbeda dengan kita. Diperlukan pengendalian emosi untuk dapat menerima perbedaan, dengan itu kita tidak terpancing pada kemarahan yang menyebabkan pada pertengkaran, keributan dengan orang lain yang berbeda dengan kita.

KEBIASAAN

Pekerjaan yang sering dilakukan tentunya akan menjadi suatu kebiasaan, pertama kali pekerjaan tersebut terasa berat untuk dilakukan, tapi lama kelamaan pekerjaan tersebut tidak lagi terasa berat. Bahkan kita akan merasakan sesuatu yang kurang jika tidak melakukan pekerjaan tersebut, seperti ketagihan.

Pekerjaan yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan, dan ini berlaku untuk pekerjaan yang baik maupun pekerjaan yang buruk. Orang yang biasa melakukan shalat akan merasakan sesuatu yang kurang ketika waktu shalat sudah masuk, tetapi ia belum mendirikan shalat. Orang yang biasa shalat malam akan merasa bersalah jika suatu malam ia bangun setelah waktu subuh. Tetapi sebaliknya jika ia mulai meninggalkan shalat, pertama kali tentunya akan ada rasa bersalah yang mendalam, ketika sudah dilakukan berkali-kali rasa bersalah itu akan berkurang, dan ketika sudah sering bahkan selalu meninggalkan shalat rasa bersalah itu akan hilang sama sekali, ia akan merasa biasa-biasa saja, tidak merasa berdosa atau bersalah sama sekali.

Kebiasaan inilah yang nantinya akan membentuk pribadi seseorang. Dimasyarakat orang akan dinilai dari kebiasaannya, disebut orang baik jika kebiasaannya melakukan hal-hal yang baik, disebut orang yang tidak baik, bahkan orang jahat jika kebiasaannya melakukan hal-hal yang kurang baik bahkan hal-hal yang jahat.

Kebiasaan yang dimiliki seseorang tentunya akan menghiasi tingkah lakunya sehari-hari, kebiasaan bertingkah laku baik atau buruk, berlaku kasar atau lemah lembut, berlaku jujur atau khianat.

Kebiasaan baik jika dimiliki oleh seorang pemimpin, tentunya akan membawa kesejahteraan bagi rakyat, rakyat akan bahagia dipimpin oleh orang yang seperti ini. Sebaliknya jika pemimpin kita mempunyai kebiasaan buruk, misalnya hobi melakukan korupsi, bertengkar, menjelek-jelekkan orang lain, memuji dirinya dan partainya, tentu rakyat akan menjadi susah.

Mungkin, para pejabat koruptor ataupun koruptor yang bukan pejabat, ketika melakukan korupsi pertamanya akan merasakan perasaan bersalah yang cukup mendalam, rasa takut yang amat sangat. Lalu dilanjutkan dengan korupsi kedua, ketiga, keempat dan seterusnya, rasa bersalah dan rasa takut berkurang sedikit demi sedikit, akhirnya hilang sama sekali, mulailah yang sekarang timbul setelah melakukan korupsi adalah rasa puas dan kesenangan yang amat sangat. Maka jadilah korupsi merupakan kebiasaan yang mendarah daging, yang mewarnai sikap hidup dan pandangan hidupnya, setiap langkahnya adalah langkah-langkah yang diatur agar bisa melakukan korupsi, setiap kebijakannya diatur agar ia bisa korupsi, setiap nafasnya diatur agar lebih santai melakukan korupsi.

14 Februari 2009

BEKERJA

Bekerja bagi seorang manusia adalah suatu kehormatan besar. Bagi sebagian orang bekerja adalah lambang sebagai manusia yang diakui keberadaannya, dibutuhkan oleh orang lain, dan merupakan sesuatu yang berharga yang dapat meningkatkan harkat dan martabat sebagai seorang manusia. Tapi pada sebagian kecil orang bekerja merupakan perbuatan yang sangat memberatkan, membebani, sehingga ia akan sangat malas untuk bekerja, ia selalu membuat berbagai alasan agar ia tidak bekerja, dibuat pembenaran dalam hatinya sehingga tidak bekerja baginya bukanlah sesuatu yang memalukan.

Jaman sekarang ini memang mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan bukanlah sesuatu yang mudah untuk diraih, tetapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seseorang tetapi tidak dikerjakannya, sehingga ia memilih untuk menganggur daripada bekerja dengan alasan tidak sesuai dengan keinginannya, tidak sesuai dengan pendidikannya, tidak sesuai dengan martabat keluarganya dan banyak lagi alasan.

Sebenarnya ada saja pekerjaan yang dapat kita kerjakan untuk mendapatkan penghasilan, sehingga kita tidak menjadi pengangguran, hanya saja mungkin pekerjaan itu merupakan hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tetapi kalau kita kerjakan juga sebenarnya bukan merupakan aib, dan kalau kita pernah membaca tentang orang-orang yang sukses, banyak diantara mereka memulainya dari hal-hal kecil yang dianggap remeh.

Banyak kita mendapat pelajaran bagaimana seseorang diremehkan karena mau melakukan pekerjaan yang dianggap kecil dan remeh, tetapi betapa terkejutnya dunia ketika dari hal kecil itu orang tersebut dapat melakukan sesuatu yang besar sehingga banyak pula yang akhirnya menjadi pesaing bahkan dapat mengalahkan orang yang mengejeknya. Baca kisah tentang pendiri youtube, google dll.

Bekerja merupakan kehormatan bagi manusia oleh karena itu kita harus selalu bekerja dalam segala situasi dan kondisi, bagaimanapun beratnya keadaan, walaupun sekecil apapun pekerjaan itu.

12 Februari 2009

GAYA HIDUP

Gaya hidup seseorang akan sangat dipengaruhi lingkungan pergaulan disekitarnya. Sering kita lihat orang yang gaya hidupnya tidak sesuai dengan pengamatan kita tentang keadaannya sehari-hari. Banyak orang hidup sangat mewah, sedangkan penghasilannya tidak sebanding dengan gaya hidupnya.

Pergaulan seseorang bisa merubah sikap hidupnya, yang akan mempengaruhi gaya hidupnya, bisa kearah positif bisa juga kearah negatif, dan bahayanya jika kita terbawa ke arah negatif, bisa berakibat fatal dan menghancurkan masa depan.

Gaya hidup yang tidak semestinya inilah yang sekarang banyak dimiliki oleh kita pada umumnya, sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakseimbangan pada diri kita sendiri maupun pada orang-orang yang berhubungan dengan kita. Hedonisme adalah sebuah gejala yang sangat nyata dimasyarakat kita sekarang ini, mau hidup enak tanpa mau berusaha dengan baik, yang akhirnya melahirkan banyak penyimpangan di masyarakat, koruptor, perampok, maling, jambret, pelacuran, pemalsuan, drugs dll sampai contek menyontek. Tentunya dengan gaya hidup ini membahayakan negeri ini.

Gaya hidup demikian, dipicu juga dengan begitu derasnya informasi dari berbagai belahan bumi ini, seolah tanpa saringan, begitu bebas dan mudahnya juga sangat murah. Oleh karena itu perlu kebijakan kita untuk menerima suatu informasi, baik pada kita maupun pada keluarga kita, harus kita jaga anak-anak kita dari informasi-informasi yang tidak semestinya mereka dapat, demi menyelamatkan generasi penerus kita.

09 Februari 2009

MERAIH IMPIAN

Keberhasilan merupakan keinginan dan impian setiap orang, banyak cara yang ditempuh untuk mencapai keberhasilan itu, bahkan banyak orang yang menempuh segala macam cara untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

Yang harus kita sadari, bahwa cara yang kita tempuh haruslah merupakan cara yang baik, yang tidak melanggar aturan etika ataupun aturan agama.

Harus elegan dalam menempuh jalan atau cara untuk memperoleh impian kita, maksudnya harus dengan cara yang bermartabat, jangan sampai cara atau jalan yang kita tempuh adalah cara yang bisa menghinakan kita dimata masyarakat ataupun dimata Allah SWT.

Kadang kita memandang keberhasilan dari sudut yang berbeda, berhasil menurut orang lain belum tentu berhasil menurut kita, begitu juga sebaliknya. Tergantung pada mungkin pada gaya hidup, pandangan hidup, keyakinan, pergaulan dll.

Kadang kita heran dengan orang lain yang merasa puas dengan perolehannya, yang menurut kita tidak seberapa. Tapi orang lainpun kadang heran dengan kita yang selalu tidak puas dengan apa yang kita peroleh, yang menurut mereka sudah mewah.

08 Februari 2009

KETEKUNAN

Ketekunan merupakan hal yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin maju. Sejarah mencatat bahwa orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang tekun dalam menjalankan profesinya, pengusaha yang berhasil adalah orang yang tekun, olahragawan yang berhasil adalah orang yang tekun berlatih, pedagang yang sukses juga orang yang tekun dan masih banyak lagi jenis pekerjaan yang sukses dijalani hanya oleh orang-orang yang tekun.

Untuk memperoleh ketekunan dalam diri kita diperlukan kemauan yang kuat, kerja keras, juga disiplin yang ketat. Tanpa ketiga hal tersebut akan sulit bagi kita untuk menjadi orang yang tekun. Kemauan yang kuat akan mendorong kita untuk mau bergerak untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, dan dengan kemauan yang kuat juga kita dapat mendisiplinkan diri kita sendiri untuk mau bekerja sesuai dengan target yang sudah kita canangkan.

Untuk banyak orang ketekunan merupakan kata yang sudah dipahami, tetapi sulit untuk dilakukan. Banyak dari kita semangat pada awal pekerjaan, tetapi kehilangan semangat itu ditengah atau diakhir pekerjaan, sehingga suatu pekerjaan akan terbengkalai, atau terlaksana tidak sesuai dengan harapan. Ketekunan sulit untuk kita pertahankan dalam banyak pekerjaan, sehingga banyak dari kita belumlah termasuk orang yang memiliki ketekunan.

Dalam keberhasilan seseorang ketekunan bukanlah satu-satunya hal yang harus dimiliki, misalnya motivasi, optimisme, percaya diri, doa, dll. Ketekunan hanya satu dari sekian banyak hal yang berhubungan dengan kesuksesan seseorang, walau demikian ketekunan merupakan sesuatu yang penting dimiliki oleh orang yang ingin sukses.