24 Januari 2009

KEHENDAK

Semua orang punya kehendak. Ingin kehendak itu diwujudkan dan dilaksanakan oleh orang lain, ingin kehendaknya diikuti oleh orang lain, ingin kehendaknya dituruti oleh orang lain.

Hampir semua orang lupa bahwa orang lainpun punya kehendak, yang sama-sama ingin diwujudkan, dilaksanakan, diikuti dan dituruti oleh orang lain.
Sedikit sekali orang yang menyadari bahwa selain dirinya sendiri yang punya kehendak, orang lainpun punya kehendak, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan semua kehendak tersebut dengan meminimalkan benturan-benturan yang mungkin terjadi.

Sedikit orang inilah yang berpotensi memimpin suatu kelompok yang pastinya punya banyak kehendak di dalamnya. Sedikit orang inilah yang diperlukan untuk memajukan suatu kelompok, atau institusi atau apalah namanya. Sedikit orang inilah yang kita cari untuk menjembatani banyak kehendak.

Hanya saja dari sedikit orang ini, hanya sebagian kecil saja yang dapat menerima kritik secara positif dari orang-orang yang tidak puas karena kehendaknya tidak terlaksana sepenuhnya.

Dan akhirnya kembali pada kita sendiri (apakah dalam bermasyarakat, berorganisasi, atau apalah namanya), apakah kita akan memaksakan kehendak diri sendiri?

BUDAYA ANTRI

Antrian sudah menjadi pemandangan sehari-hari di negeri kita tercinta ini, walaupun yang sekarang sedang banyak terlihat adalah antrian pembeli minyak tanah, pembeli gas, antrian pengambilan BLT, antrian pembagian zakat dll, yang konotasinya kurang sedap untuk kita pada umumnya.

Walaupun sudah menjadi makanan sehari-hari, bukan berarti kita sudah bisa antri dengan tertib dan baik, bahkan sebaliknya kita sangat buruk dalam hal ini, terkesan tidak santun dan mau menang sendiri, main serobot dsb ... dsb.

Budaya antri selalu saja menjadi masalah di negara kita ini, lihat saja orang jarang mau antri dengan tertib, selalu saja dicari cara bagaimana agar kita tidak usah antri.

Lihat juga kalau pejabat sedang jalan-jalan selalu saja membawa polisi untuk membuka jalan, itu artinya dia tidak mau antri, lihat juga kelompok atau club motor besar yang nota bene anggotanya banyak pejabat dan mantan pejabat, selalu membawa polisi untuk membuka jalan, artinya tidak mau antri.

Sangat wajar kalau rakyat sulit sekali diajak antri, karena memang sudah diberi contoh oleh para pejabat di negara ini.

Antri dong!

22 Januari 2009

BERSYUKUR

Kalaulah kita mau sedikit memperhatikan dan merenungkan, keadaan saudara-saudara kita yang sedang berobat di rumah sakit, maka tentunya kita akan sangat bersyukur dengan sehat yang Allah berikan.
Pernah ketika anak saya masuk rumah sakit untuk dirawat karena kejang, perasaan yang saya rasakan betapa berat hal yang menimpa saya ini, sepertinya tidak ada orang lain yang mengalami hal yang seberat ini. Ketika masuk kamar rawat inap, saya dihadapkan dengan pemandangan yang sama memilukannya dengan keadaan anak saya, ada bayi yang kekurangan gizi, ada bayi yang tidak dapat menangis, ada bayi dan anak yang mengalami thalasemia, keadaan mereka bahkan lebih parah dari yang dialami anak saya. Disana saya terpana dan saya harus bersyukur karena anak saya lebih baik keadaannya dari mereka.
Yang paling menyedihkan adalah bayi yang menderita thalasemia, dia harus mendapat transfusi darah dua minggu sekali, seumur hidup .... tak terbayang bagaimana perasaan orang tua si bayi tersebut, itu juga yang memaksa saya bersyukur karena tidak terjadi pada saya.

KESEHATAN

Betapa nyamannya sehat itu, banyak hal yang dapat kita kerjakan ketika kita sehat, banyak makanan dan minuman yang dapat kita nikmati, angin yang berhembus terasa nyaman membelai wajah. Lain halnya kalau kita sedang sakit, terasa sangat menyesakkan, makanan dan minuman kesukaan mendadak menjadi lain rasanya, tidak banyak yang dapat kita kerjakan selain tidur berbaring.
Ketika kita sakit itulah biasanya kita dapat merasakan betapa betapa nikmatnya sehat, dan biasanya barulah kita dapat mensyukuri sehat yang sudah kita lewati. Seraya berdoa agar diampuni dosa-dosa kita karena sudah melupakan nikmat sehat yang sudah Allah berikan selama ini, dan meminta agar segera disehatkan kembali seperti sediakala.
Setelah sehat kembali, seperti kemarin-kemarin kita jarang mensyukuri sehat yang Allah berikan.

13 Januari 2009

JIKA AKU SEORANG KORUPTOR

Apa yang sedang kau rasakan?
Yang aku rasakan adalah rasa bersalah.
Bersalah pada siapa?
Pada hatiku.
Ada apa dengan hatimu?
Hatiku menjerit ketika aku menggelapkan uang.
Hatiku menjerit ketika aku melihat banyak orang kelaparan disaat aku kekenyangan.
Hatiku menjerit ketika aku melihat ada orang yang mati kelaparan.
Hatiku menjerit ketika aku melihat orang-orang kesusahan.
Tapi aku bungkam hatiku ini demi mencari kesenangan dalam tumpukan uang.
Kubungkam hatiku ini demi kemewahan keluargaku, rumah mewah, mobil mewah, punya villa di puncak, di pantai, punya flat di Singapura, di New York, di London.
Pokoknya aku bungkam hatiku ini, tadinya sulit sekali, tapi lama kelamaan hatiku bisa menerimanya.
Aku melakukan apapun yang aku mau dengan kekuasaan uang hasil korupsiku ini, jabatan aku dapat dengan uang, perempuan cantik aku dapatkan dengan uang, tidur dengan bintang film, jadi anggota DPR, pokoknya aku dapat dengan kekuasaan uang.
Sekarang aku sudah pensiun, sudah saatnya penyakit-penyakit pejabat menggerogotiku, uangku masih banyak tapi aku hanya bisa berbaring ditempat tidur, gak bisa jalan-jalan lagi, kemana-mana aku di dorong dikursi roda, makan ini gak boleh makan itu gak boleh, gak boleh pake garam dan sebagainya … dan sebagainya.
Sudah saatnya aku berhadapan dengan hukum yang mulai mengungkap korupsi yang aku lakukan dulu, penyakitku makin parah, stroke menyerangku, jadilah aku seorang yang tak berdaya.
Mulailah aku mengucapkan doa pada Allah, tuhanku yang sebenarnya, dulu tuhanku adalah uang, semua bisa dilakukan oleh uang.
Mulailah sering aku menangisi perbuatan-perbuatanku yang telah lalu, itupun kalau aku sudah merasa kelaparan, tidak ada orang yang menungguiku, semua pada sibuk dengan urusannya masing-masing.
Aku sudah merasa seperti sampah, tidak ada gunanya lagi, jangankan untuk orang lain untuk keluargakupun demikian, dulu aku bagaikan raja, semua yang merasa keluarga berdatangan untuk sekedar merasakan nikmatnya uang korupsi, aku tidur ditunggu orang yang ingin minta tanda tangan, untuk proyeknya, sekarang gak ada kucing sekalipun yang memerlukan aku.
Aku mulai bertobat, karena sudah gak ada yang bisa saya lakukan lagi.
Mudah-mudahan tobatku tidak terlambat.

03 Januari 2009

BONUS

Setelah lelah menyusun jadwal pelajaran untuk semester genap, saya buka email, ternyata ada email masuk dari seorang alumni, dia menanyakan benarkah ini saya yang pernah mengajarnya dulu.
Hati saya sangat senang mendapat email tersebut, karena memang tidak diduga, juga karena dia menceritakan sedikit tentang pekerjaan dan keluarganya sekarang ini.
Bagi seorang guru (khususnya saya) merupakan kebanggaan tersendiri apabila mengetahui salah seorang anak didiknya berhasil dengan apa yang dicita-citakannya. Seperti mimpi rasanya mendapat kabar baik yang tidak diduga.
Bagi saya mengajar dan mendidik merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan, karena memang saya digaji untuk itu, ini merupakan mata pencarian saya untuk menafkahi keluarga saya (jadi harus katanagaan), dan ternyata menyampaikan ilmu itu merupakan kewajiban dalam agama, jadi mengajar adalah salah satu ibadah bagi saya, dan jika dengan sebab itu ada salah satu anak didik saya yang berhasil itu merupakan suatu bonus kebahagiaan yang diberikan Allah pada saya.
Ya Allah jadikan saya hambaMu yang berguna bagi sesama dan bagi dinul Islam.

02 Januari 2009

MASIH ADA BOM

Masih saja berlangsung jatuhnya bom di bumi Palestina, korban masih terus bertambah, hari ini sudah sekitar 400 orang syahid. Kita cuma bisa melihat di TV dengan hati getir, banyak anak2 yang menjadi korban, dan yang terluka menjerit-jerit, hanya orang yang tidak punya hati nurani saja yang tidak tersayat hatinya mendengar anak2 menjerit kesakitan. Tidak terbayang bagaimana kalau anak2 saya yang mengalaminya.
Hanya doa yang bisa saya panjatkan untuk saudara2 di Palestina.

01 Januari 2009

Salam untuk saudara2 Palestinaku di surga ....

Sedih rasanya melihat saudara2 kita di Palestina dihujani bom, melihat di TV mayat2 bergelimpangan, orang2 terluka bergeletakan, digotong dan lain sebagainya.
Disaat orang2 merayakan pergantian tahun dengan hura2, saudara2 kita di Palestina ditimpa kesusahan, sungguh sesuatu yang kontradiktif.
Di Palestina, saudara2 kita banyak yang mabuk dengan bau bubuk mesiu, tapi banyak saudara2 kita di Indonesia yang mabuk dengan minuman keras, di saat yang bersamaan.
(Maunya saya sih) Orang2 Indonesia tidak terlalu gebyar merayakan pergantian tahun baru kali ini, cobalah sedikit memperlihatkan rasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di Palestina sana, terutama orang2 Islamnya.
Tapi apa yang bisa kita katakan lagi, pesta tetap berlanjut, walau ditengah acara aja sedikit renungan dan doa untuk saudara2 di Palestina, itusih hanya basa-basi saja, acara pokonya mah tetap ..... yaitu pesta tahun baru.
Wajarlah kalau ditengah pesta itu terjadi perkelahian, dari tingkat perorangan, tingkat RT, sampai perkelahian antar kampung, tinggal kita lihat saja sekarang di tahun 2009 azab apa yang akan kita terima.
Saudara2 Palestinaku sedang berjuang, mudah2an mereka ikhlas ..... mereka yang masih hidup sedang berada di gerbang surganya Allah, untuk yang syahid mereka ada di surga .... (saya berfikir sebenarnya saudara2 Palestinaku merasakan kesusahan atau kebahagiaan dalam peristiwa ini, karena sebenarnya mereka sedang berlari menuju surga).
Ya Allah sampaikan salamku untuk saudara2 di surga.