03 April 2010

Barcelona Vs Arsenal

Sayang sekali Barcelona dan Arsenal harus bertemu diperempat final liga champion kali ini, setidaknya itu yang aku rasakan sebagai fans Barca dan The Gunners.

Kenapa undian mempertemukan mereka, tapi itulah permainan, ada yang diuntungkan ada juga yang dirugikan. Banyak orang yang senang mereka berhadapan, karena salah satunya akan tersingkir sehingga bisa mengurangi saingan berat klub kesayangannya, tapi bagiku mereka harusnya bertemu di final, sama halnya dengan tahun lalu ketika Barca bertemu Chelsea di semifinal, aku kecewa berat.

Memang enak sekali menonton permainan sepakbola eropa, dari pada nonton sepakbola Indonesia, apalagi nonton tim nasional lawan tim nasional negara lain, males banget dech. Dari 200 jutaan penduduk kita ternyata kita tidak dapat membentuk tim nasional yang bisa dibanggakan. Kalo sekolah barangkali timnas kita masih kelas 5 SD, sedangkan kebanyakan timnas Eropa adalah sarjana, S2 dan S3.

Jika dibandingkan pertandingan diatas dengan pertandingan super liga indonesia wah jauh banget, malu membandingkannya.

Kekurangan pemain-pemain kita cuma dikit, misalnya:
- postur tubuhnya kurang menunjang.
- larinya kurang cepat.
- dribel bolanya kurang bagus, gampang direbut orang.
- kalau memberi umpan pada kawan tidak akurat.
- kalau nerima umpan kurang lengket, mantulnya kejauhan jadi gampang diambil lawan.
- stamina kurang terjaga, setengah maen udah ngos2an.
- para pemain terlalu banyak nonton tinju dan taekwondo, jadi bawaannya pengen mukul dan nendang wasit atau lawan.
- kurang cerdas membaca permainan.
- kurang cerdas menterjemahkan arahan pelatih di lapangan.
- terbiasa bermain di tanah becek sehingga ketika bermain di lapangan yang bagus mentalnya drop.
- bermental tempe, walaupun tempe sangat baik dikonsumsi tetapi mental tempe adalah perumpamaan untuk mental yang buruk.
- khusus untuk penjaga gawang, harus ingat pepatah "teliti sebelum menerjang".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar