28 Maret 2010

Lupa-lupa (Kewajiban), Ingat (Hak)

Dihampir setiap kegiatan yang aku ikuti, selalu saja ada satu dua orang yang kerjanya hanya menuntut haknya, tapi melupakan atau pura-pura lupa akan kewajibannya. Diwaktu orang lain sibuk mengerjakan ini itu, dia hanya duduk sambil baca koran, nonton tv atau hanya ngobrol atau bahkan gak ada di tempat entah kemana dengan banyak alasan, tapi coba lihat ketika ada pengawasan atau pengontrolan dari luar, dia tampil paling depan dengan gaya yang paling meyakinkan dibanding orang lain. Dan disaat ada pembagian uang lelah, dia yang paling banyak protes karena yang dikerjakannya ini dan itu tidak dibayar, padahal memang gak kerja.

Yang aku gak habis pikir, ada ya orang kayak begini, orang yang gak malu dan gak tahu malu. Dan kalo aku perhatikan, orang kayak begini biasanya tahan jika dikritik dan disindir karena gak kerja, atau karena penampilannya yang kayak mandor aja. Muka tembok.

Hai orang2 yang kayak begitu, sadarlah bahwa sikap seperti itu merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri, sekarang ini dia dapat uang tanpa susah payah, tapi harus sadar nantinya ada aja hal atau kejadian yang memaksanya mengeluarkan uang lebih besar dari yang didapatnya karena memang tidak berkah. Juga dia sudah merendahkan dirinya sendiri didepan rekan2 disekitarnya. Dia sudah menghapus kepercayaan orang lain pada dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar