26 Desember 2009

Mr. Bean

Tertawa terbahak-bahak jika menonton film Mr. Bean untuk yang pertama kalinya, lalu kita berkata gila ... ada ya orang seperti itu ... jahil, pelit, tapi banyak akal dan sangat-sangat kreatif.
Sampai sekarangpun sudah beberapa kali menonton masih saja mengundang tawa.

Ketika aku melihat kisah suksesnya dari awal dia merintis untuk menjadi komedian kelas dunia, sehingga bisa disejajarkan dengan Charlie Chapplin (lupa lagi nulisnya), ada rasa hormatku pada Rowan Atkinson pemeran Mr. Bean dan timnya.

Mr. Bean lahir dari proses pemikiran yang panjang melalui dialog dan diskusi-diskusi pemain dan penulisnya. Juga melalui latihan yang keras dari pemainnya, ada satu adegan yang harus dilatihnya selama 8 jam. Dan melalui pematangan konsep dengan pertunjukkan-pertunjukkan dari panggung ke panggung, sehingga lahirlah karakter Mr. Bean.

Ternyata untuk mendapatkan karakter yang tampak begitu bodoh itu bukanlah hal yang mudah. Satu lagi pelajaran untuk sukses.

19 Desember 2009

Maniak TV

Hampir semua orang sekarang ini suka sekali nonton tv, dari kakek-nenek sampai anak-anak bahkan bayi sekalipun. Menonton tv sudah menjadi kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi seperti makan dan minum.

Jujur aku adalah salah satu dari banyak manusia yang sangat-sangat suka nonton tv. Apa yang aku dapat dari nonton tv? Banyak, tapi jujur saja yang paling utama adalah hiburan. Dari nonton tv aku bisa dapat berita, info-info penting dan menarik, film bagus, lagu bagus, humor yang bisa buat aku terbahak-bahak, dapat juga pemikiran yang buat aku merenung dan lain sebagainya.

Nah sekarang yang jadi masalah adalah aku ini terlalu banyak membuang waktuku di depan tv, sehingga banyak pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan jadi terbengkalai. Tapi memang sulit untuk terlepas dari kebiasaan yang sudah mendarah daging, butuh perjuangan keras agar terlepas dari ketergantungan pada tv. Ayo berjuang everybody.