19 November 2009

Mana Yang Benar?

Setiap hari kita disuguhi perdebatan-perdebatan tentang hukum dan lain-lain, dan pihak-pihak yang berdebat selalu memandang persoalan yang sama dalam sudut pandang yang berbeda, yang menurutku itukan masalah hukum yang sudah jelas pasal-pasalnya, ayat-ayatnya dan buku-bukunya. Tetapi apa yang aku saksikan berbeda dengan anggapanku, ternyata walaupun dari bidang ilmu yang sama ternyata masih saja berbeda.

Mana yang benar? Itulah pokok masalahnya. Jika sudah tahu mana yang benar, barulah dapat ditentukan hukum apa yang harus dijatuhkan. Kita sebagai penonton dan pendengar rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu keputusan. Tapi rasanya kita harus lebih bersabar, karena masalah-masalah sekarang ini begitu kompleks.

Sebagai masyarakat kita menginginkan keadilan yang seadil-adilnya, karena ini juga merupakan bagian dari kepentingan kita, bagaimana tidak kasus-kasus tersebut langsung maupun tidak langsung berdampak pada masyarakat. Masyarakat akan merasakan akibat kasus-kasus seperti korupsi, penyuapan, pemutar balikan fakta, pemfitnahan dlsb dalam kehidupannya sehari-hari. Jika kasus-kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan baik sekarang ini, maka akan banyak lagi kasus-kasus yang lain akan menyusul.

Kita menginginkan pejabat-pejabat yang berwenang yang nota bene adalah para pemimpin kita mau bersikap jujur dan menjunjung kebenaran, sehingga benar-benar menjadi panutan bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat kita tenang dan damai.

Memegang teguh kebenaran sekarang ini ibarat menggenggam bara api.

2 komentar:

  1. Yang benar ya...kebenaran itu sendiri. Kita belum tau kebenaran nemplok dimana. Si A atau si B mungkin saja sama-sama benar atau sama-sama salah, hanya kita orang awan yang belum tau si A lebbih banayk benar daripada salahnya atau sebaliknya. Kitapun belum tau apakah si B lebih banyak benarnya daripada salahnya, bisa jadi sebaliknya. Proses hukumpun kadang mengecewakan. Jadi, mari biarkan sang waktu yang membuktikan. Menurut saya lho mas.....

    BalasHapus