26 Agustus 2009

Lamunan

Waktu yang kulalui sekarang ini terasa banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik, banyak rencanaku yang tidak berjalan dengan lancar. Itu aku sadari tetapi sulit sekali untuk memperbaikinya. Sifatku menunda pekerjaan mulai mendatangkan masalah dengan terus menumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan, juga menjadi beban pikiran yang terus ingat apa yang harus dikerjakan tetapi malas untuk itu.

Waktuku banyak terbuang sia-sia karena aku sering melamunkan banyak hal dari yang kurasa berguna sampai yang tidak berguna. Mungkin ini yang dimaksud agama dengan "panjang angan-angan". Aku berharap itu tidak semuanya lamunanku sia-sia belaka, aku berharap ada gunanya bagiku walau sedikit. Kalau mau bela diri pasti aku mengatakan itu bukan lamunan, tapi itu adalah perenungan, tapi aku tidak mau bela diri dan lebih suka dikatakan lamunan.

Paling tidak bagiku lamunan dapat sedikit meringankan beban dihati ini. Lamunanku adalah pelampiasan dari ketidakpuasanku atas apa yang terjadi disekelilingku. Ingin berteriak malu, ingin marah gak berani, ingin nonjok juga gak berani, jadi pelampiasan yang paling aman adalah melamun. Dalam lamunanku semua dapat diatasi dengan baik, dan yang penting sesuai dengan keinginanku.

5 komentar:

  1. Setiap orang punya angan. Agar tak sekedar jadi lamunan, mari jadikan nyata. Semaksimal yang kita bisa, bukankah katanya begitu mas Wawan. Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

    BalasHapus
  2. Beda tipis antara lamunan dan renungan. Biasanya lamunan ke masa depan,sedangkan renungan ke masa lalu,he. .

    BalasHapus
  3. bedanya panjang angan-angan sama target apa ya bang?? tolong dikasih jawaban ya, mksh..

    BalasHapus
  4. Biasanya panjang angan2 tanpa usaha, tapi target biasanya disertai usaha.

    BalasHapus
  5. Mau soal-soal tes cpns 2009.....ada disini gratis
    www.s1pgsd.blogspot.com

    BalasHapus