19 Juli 2009

Yang Terbaik untuk Anak Kita

Untuk kebaikan anak, apapun akan dilakukan orang tua. Kita sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Kita mempersiapkan anak-anak untuk kehidupannya dimasa depan yang tentunya berbeda dengan kehidupan sekarang ini.
Tantangan yang akan dihadapi anak kita akan berbeda dengan tantangan yang kita hadapi sekarang.

Untuk mempersiapkan anak kita menghadapi masa depannya, kadang kita bertindak berlebihan, misalnya saja dengan memasukkan anak ke sekolah favorit yang kita tahu pelajarannya sangat banyak, padat dan banyak tugas, juga PRnya. Ini bisa cocok untuk sebagian anak tapi tidak untuk anak pada umumnya (menurut pendapatku). Menurutku sekolah ini akan merampas banyak waktu bermain anak-anak, sehingga secara tidak sengaja orang tua sudah bertindak zholim pada anak-anaknya sendiri.

Belum cukup dengan padatnya kegiatan dan pelajaran di sekolah, orang tua kadang memasukkan anak ke kelas-kelas kursus atau les, misalnya bahasa inggris, musik dlsb. Sekali lagi menurutku ini tidak baik untuk anak pada umumnya.

Anak tetaplah anak yang perlu untuk bermain, berimajinasi, yang tentunya baik untuk perkembangannya, secara fisik maupun emosional.


Orang tua tidak boleh mudah terpengaruh untuk memasukkan atau mengikut sertakan anaknya ke kelas-kelas tambahan diluar jam sekolah, jika dianggap penting maka harus ada skala prioritas misalnya semester ini masuk kelas musik, semester sesudahnya kelas bahasa inggris. Jangan disekaliguskan dalam semester yang sama, ini untuk menghindari rasa bosan anak kita, dan malah mogok di tengah jalan.

Jadi orang tua sekarang ini dituntut bisa memilih dari banyaknya program pendidikan yang ditawarkan, sesuai dengan minat dan kemampuan anak, bukan sesuai dengan keinginan dan ambisi kita. Wajar kita punya keinginan tapi jangan "terlalu" memaksakannya.

2 komentar:

  1. Tulisan yang bagus mas Wawan. Akan saya ingat-ingat bila anak-anak saya telah ada kelak.

    BalasHapus