02 Juli 2009

Logika yang Kebalik (2)

Hargai orang yang ingin bangkit dari keterpurukan. Hargai usaha orang yang ingin memperbaiki diri. Hargai orang yang ingin menjadi lebih baik. Hargai orang yang ingin jadi orang baik.

Lebih bagus bekas orang jahat daripada bekas orang baik.

Orang kecil yang jujur lebih pantas dihargai dan dihormati daripada orang yang punya jabatan tetapi tidak jujur.

Orang miskin yang jujur lebih pantas dihormati daripada orang kaya yang tidak jujur.

Sudah biasa kita ini lebih menghormati orang kaya daripada orang miskin, walaupun kita tahu orang kaya itu bukanlah orang yang jujur dan kita tahu juga bahwa orang miskin itu orang yang jujur.

Sudah biasa juga kita ini lebih menghargai pejabat atau atasan yang kita tahu tidak jujur daripada rekan kita atau bawahan kita yang jujur.

Memang logikanya sudah kebalik-balik.

3 komentar:

  1. Setuju .... memang sekarang ini kebanyakan kita berfikir dengan logika yang kebalik-balik ... dan biasanya jalan pembenarannya disebut dengan cara berfikir pragmatis dan realistis.
    nice sharing

    BalasHapus
  2. sama, setuju juga, tapi sayang sekarng kebenaran sudah dikalahkan oleh kebiasaan. salam kenal :P

    BalasHapus