30 Juli 2009

Teman

Akan sulit mendefinisikan arti seorang teman, tiap orang punya pendapat yang berbeda tentang teman. Orang akan merasakan siapa itu teman dari perasaannya sendiri, bagaimana kriteria seorang teman dari sudut pandangnya sendiri. Apakah teman adalah setiap orang yang bersama kita? Apakah teman adalah orang yang bersama kita dalam suka ? Ataukah teman adalah orang yang tetap bersama kita dalam kesusahan?

Sadar atau tidak sadar, teman merupakan bagian penting dari hidup kita. Teman merupakan bagian dari cerita keberhasilan dan kegagalan kita dalam mencapai apa yang kita inginkan. Banyak cerita keberhasilan karena teman, juga banyak cerita kegagalan dan kehancuran karena teman. Banyak orang yang bangkit karena teman, banyak juga yang justru terjun menuju kehancuran karena teman.

Kita kadang menilai seseorang dari teman bergaulnya, walaupun cara seperti ini tidak selalu benar tapi begitulah yang berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering berkata ”pantas kalau dia berlaku begitu, lihat saja teman-temannya”. Oleh karena itu kita harus berhati-hati memilih teman, dalam arti teman dalam pergaulan sehari-hari, walaupun kita tetap harus mengenal banyak orang. Tidak selalu yang kita kenal adalah teman pergaulan kita, jadi tidak salah jika orang menilai kita dari teman pergaulan kita, teman dijadikan cermin untuk mengenal kita.

Pertemanan baik akan membawa kebaikan dan pertemanan jelek akan membawa kejelekan bagi kita. Normalnya kita tentu akan memilih pertemanan baik karena baik untuk kita, tapi jangan lupa bahwa pertemanan ini harus membawa kebaikan juga bagi orang yang berteman dengan kita. Jadi jangan hanya menuntut mempunyai teman yang baik, tetapi kitapun harus baik.

27 Juli 2009

Anda Puas?

Memuaskan banyak orang dalam hal apapun akan sulit dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang, yang paling mungkin adalah meminimalkan ketidakpuasan itu dengan berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Pelayanan harus memegang prinsip adil, yang maksudnya semua orang dianggap penting untuk dilayani sehingga pelayanan kita sama terhadap semua orang, tidak ada yang diistimewakan semua sama. Pelayanan akan mulai tidak memuaskan ketika ada satu atau beberapa orang yang diistimewakan, ini akan memancing yang lain meminta untuk diistimewakan juga.

Pelayanan harus tanggap terhadap permintaan orang lain, segera layani jangan ditunda-tunda, selama permintaan itu wajar tidak dibuat-buat. Harus dibuat skala prioritas apa yang harus didahulukan terutama jika anggaran terbatas.

Masih banyak yang harus dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang bertugas dalam hal pelayanan baik dalam kalangan terbatas atau yang lebih luas lagi. Dan kebanyakan kita bertugas untuk melayani baik satu, dua orang atau lebih.

Memahami orang-orang yang kita layani adalah hal yang penting karena dengan demikian kita akan siap untuk kritik ketidakpuasan mereka. Itu selalu terjadi walaupun kita sudah berusaha melayani semaksimal mungkin. Memang sulit memuaskan semua orang.

26 Juli 2009

Doaku

Aku bersyukur padaMu ya Allah
Banyak keinginanku Kau kabulkan
Kau berikan aku pekerjaan yang baik
Kau berikan aku
keluarga yang baik
Kau berikan aku penghidupan yang baik
Kau berikan aku istri yang baik
Kau berikan aku anak-anak yang jadi kebanggaanku
Kau berikan aku semua yang aku inginkan
Ya Allah ampuni aku jika aku kurang mensyukuri nikmat yang Kau berikan
Ya Allah jangan Kau cabut nikmatMu jika aku kurang bersyukur
Ya Allah
tambahlah nikmatMu padaku, pada keluargaku
Ya Allah jadikan aku orang yang pandai bersyukur
Ya Allah jadikan aku orang yang selalu berusaha berbuat baik
Ya Allah jadikan aku orang yang mencintai kebenaranMu
Ya Allah jadikan aku orang yang dapat membedakan yang hak dan yang batil
Ya Allah jadikan aku orang yang bermanfaat bagi orang lain
Ya Allah
jangan jadikan aku beban bagi keluarga dan orang-orang disekitarku
Ya Allah jangan bebankan padaku beban yang tidak dapat aku menanggunnya
Ya Allah matikan aku dengan jalan yang baik dan mudah
Ya Allah terimalah doaku

23 Juli 2009

Ramadhan Sebulan Lagi

Tak terasa sebulan lagi kita akan masuk ke bulan Ramadhan. Aku harus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh rahmat ini. Aku harus mempersiapkan Isma anakku untuk ikut shaum seperti tahun kemarin, dia batal 2 hari, moga-moga ia kuat shaum full satu bulan penuh.

Tantangan untuk Isma sekarang makin berat, karena ade Upi sekarang sudah pinter jajan, yang pasti akan membuat Isma 'kabita' berat yang akan mengancam stabilitas shaumnya. Berarti aku harus lebih pandai membujuk Isma untuk tetap shaum sampai maghrib.

Kasihan sebenarnya melihat Isma menahan haus dan lapar, tetapi aku harus melatihnya melakukan shaum agar nantinya setelah baligh dia terbiasa melaksanakan shaum. Lagi pula kasihan itu bukan berarti aku harus selalu menuruti kemauannya, tetapi harus bisa mengendalikan tingkah lakunya agar tidak jadi 'pikasebeleun batur', yang pasti untuk kebaikan dirinya kelak.

Boleh Begadang

Begadang boleh saja, asal ada gunanya. Itu pesan Bang Rhoma.

Dua malam sudah aku begadang demi mengerjakan tugas buat jadwal yang baru, terpaksa kutinggalkan empuknya springbed di malam hari, setelah minggu lalupun demikian, yach apa boleh buat aku kerjakan dengan berat hati.

Ternyata buat jadwal sama dengan isi TTS, sama-sama asah otak. Utak-atik angka, geser atas geser bawah, kalau udah mentok diperlukan sedikit manuver agar tetap bisa digeser tanpa bentrok. He...He...He pasti bingung kalau cuma baca caranya tanpa praktek langsung.

Karena cuma ada penambahan maka penyusunan jadwal ini cukup cepat, hanya 2 malam he..he..he aku puas banget, walaupun mataku kelihatan kayak orang mabok, hoooakhh ngantuk banget.

Wadoooooh

Diam termenung ketika aku tahu harus mengulang lagi pekerjaanku. Tapi mau tak mau harus aku kerjaan juga. Harus memaksakan diri untuk itu.


Rasanya baru saja lepas beban ini tapi tiba-tiba harus merasakannya lagi dalam waktu yang sangat sangat dekat, untuk memulainya .... huh berat banget. Mau protes tapi ... gaklah gak enak juga, lagi pula itu adalah resiko tugas, malu kalau gak beres.

Harus bisa ... Harus bisa ... harus bisa, bagaimanapun aku harus bisa.

22 Juli 2009

Pak Guru gak Shaum

Hari senin siang, walau libur aku harus ke sekolah karena banyak file yang harus diprint untuk hari selasa besoknya.

Ternyata di sekolah banyak juga siswa yang sedang mengerjakan tugas untuk acara "rajaban", jadi walau libur sekolah tetap rame.

Karena udah siang maka kami guru-guru yang sedang kerja memutuskan untuk beli makanan pengganjal perut, lalu makanlah kami.

Sewaktu kami makan masuklah dua orang siswi untuk menanyakan sesuatu, secara otomatis kami menawarinya makan, tapi ternyata mereka sedang shaum. Kami cuma bisa nyengir aja, waduuuh malu rasanya sama mereka, walaupun hanya sunnah.

Takut Dikoreksi

Waduh beberapa hari ini aku takut ketemu teman2 rekan kerja, bukan aku punya salah tapi aku paling takut hasil kerjaku ada yang tidak sempurna, sehingga dikoreksi rekan-rekanku.

Itulah jeleknya aku, takut dikoreksi orang lain. Banyak alasan yang kubuat untuk membenarkan hasil kerjaku, walaupun ternyata ada kesalahan yang aku buat pada pekerjaanku, itu aku sadari betul.

Aku sadar bahwa hasil koreksi orang lain akan menyempurnakan hasil kerjaku, tapi tetap saja yang pertama aku lakukan adalah menolak koreksi tersebut walaupun tidak terang-terangan, tapi akhirnya aku terima juga koreksi itu.

Aku berpikir kalau akhirnya diterima juga, buat apa aku menolaknya dulu. Tapi kalau lagi bete, aku akan menolaknya dengan mengatakan "memangnya Anda bisa mengerjakan apa yang saya kerjakan?" . He..He..He.

21 Juli 2009

Menuliskan Kata Hati

Menuliskan kata hati ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ternyata sulit juga menuliskan "kata hati" ini dengan kalimat-kalimat yang baik dan enak dibaca, dengan paragraf yang terurut dengan lancar, walaupun "kata hati" sudah memenuhi ruang pikiranku.

Banyak kata hati ini yang sulit untuk dituliskan karena takut menyinggung orang lain, tidak etis dan lain sebagainya, maklum sudut pandangku tidak mungkin selalu sama dengan orang lain.

Aku salut pada orang yang mampu menuliskan segala unek-uneknya yang kasar sekalipun dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca, lancar dan terpenting tidak menyinggung pembacanya. Jadi unek-unek tersalurkan, bisa dibaca orang lain, dan tidak menyinggung.

Akupun salut pada orang yang mampu menuliskan kata hatinya dengan sangat indah, sehingga pembaca ikut hanyut dalam tulisan tersebut seolah-olah mengalami sendiri emosi penulis.

20 Juli 2009

Sungguh Terlalu

Pada khutbah jum'ah seorang khatib muda membacakan ayat-ayat al-quran, yang intinya menginformasikan bahwa, niat baik seseorang dinilai sebagai suatu pahala, amal baik dinilai sepuluh kali lipat bahkan tujuh puluh kali bahkan sampai tak terhingga, sedangkan amal jelek seseorang dinilai satu kejelekan dan niat jelek tidak dihitung sebagai kejelekan.

Lalu khatib itu menyuruh kami, para pendengarnya untuk menghitung kebaikan dan kejelekan yang sudah dilakukan pada hari ini. Banyak mana nilai kebaikan atau nilai keburukan kita?

Lalu diakhir khutbahnya, khatib mengatakan "dengan cara perhitungan yang ditetapkan-Nya, maka 'sungguh terlalu'
jika pada hari kiamat nanti timbangan kejelekan kita lebih berat daripada kebaikan kita".

Istirahat

Kunikmati sore ini dengan duduk santai di ruang tamu sambil melihat anak2ku bersama teman2 mereka bermain di halaman depan rumahku.

Senang sekali melihat mereka bermain, berlari-larian kesana kemari tanpa kenal lelah, berteriak lepas tanpa beban, tertawa bebas tidak dibuat-buat.

Libur dua hari berturut-turut aku manfaatkan betul-betul untuk istirahat setelah tidak seharipun aku merasakan libur sekolah tahun ini, untuk 'menyelesaikan' PSB penerimaan siswa baru dan yang paling berat di awal tahun adalah 'menyusun' jadwal pelajaran "moving class".


Kegiatanku seharian ini cuma tidur, nonton tv dan duduk-duduk sambil ngasuh anak-anak.

Pokoknya aku full istirahat, full tidur, full ngasuh sampai puas.

19 Juli 2009

Yang Terbaik untuk Anak Kita

Untuk kebaikan anak, apapun akan dilakukan orang tua. Kita sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Kita mempersiapkan anak-anak untuk kehidupannya dimasa depan yang tentunya berbeda dengan kehidupan sekarang ini.
Tantangan yang akan dihadapi anak kita akan berbeda dengan tantangan yang kita hadapi sekarang.

Untuk mempersiapkan anak kita menghadapi masa depannya, kadang kita bertindak berlebihan, misalnya saja dengan memasukkan anak ke sekolah favorit yang kita tahu pelajarannya sangat banyak, padat dan banyak tugas, juga PRnya. Ini bisa cocok untuk sebagian anak tapi tidak untuk anak pada umumnya (menurut pendapatku). Menurutku sekolah ini akan merampas banyak waktu bermain anak-anak, sehingga secara tidak sengaja orang tua sudah bertindak zholim pada anak-anaknya sendiri.

Belum cukup dengan padatnya kegiatan dan pelajaran di sekolah, orang tua kadang memasukkan anak ke kelas-kelas kursus atau les, misalnya bahasa inggris, musik dlsb. Sekali lagi menurutku ini tidak baik untuk anak pada umumnya.

Anak tetaplah anak yang perlu untuk bermain, berimajinasi, yang tentunya baik untuk perkembangannya, secara fisik maupun emosional.


Orang tua tidak boleh mudah terpengaruh untuk memasukkan atau mengikut sertakan anaknya ke kelas-kelas tambahan diluar jam sekolah, jika dianggap penting maka harus ada skala prioritas misalnya semester ini masuk kelas musik, semester sesudahnya kelas bahasa inggris. Jangan disekaliguskan dalam semester yang sama, ini untuk menghindari rasa bosan anak kita, dan malah mogok di tengah jalan.

Jadi orang tua sekarang ini dituntut bisa memilih dari banyaknya program pendidikan yang ditawarkan, sesuai dengan minat dan kemampuan anak, bukan sesuai dengan keinginan dan ambisi kita. Wajar kita punya keinginan tapi jangan "terlalu" memaksakannya.

02 Juli 2009

Logika yang Kebalik (2)

Hargai orang yang ingin bangkit dari keterpurukan. Hargai usaha orang yang ingin memperbaiki diri. Hargai orang yang ingin menjadi lebih baik. Hargai orang yang ingin jadi orang baik.

Lebih bagus bekas orang jahat daripada bekas orang baik.

Orang kecil yang jujur lebih pantas dihargai dan dihormati daripada orang yang punya jabatan tetapi tidak jujur.

Orang miskin yang jujur lebih pantas dihormati daripada orang kaya yang tidak jujur.

Sudah biasa kita ini lebih menghormati orang kaya daripada orang miskin, walaupun kita tahu orang kaya itu bukanlah orang yang jujur dan kita tahu juga bahwa orang miskin itu orang yang jujur.

Sudah biasa juga kita ini lebih menghargai pejabat atau atasan yang kita tahu tidak jujur daripada rekan kita atau bawahan kita yang jujur.

Memang logikanya sudah kebalik-balik.

01 Juli 2009

Logika yang Kebalik

Logikanya orang biasa atau yang kurang mampu lebih berhak mendapat lebih banyak daripada orang yang mampu dan orang2 kaya, tetapi pada kenyataannya yang terjadi adalah kebalikannya. Logika ini tidak berlaku dimasyarakat kita pada umumnya.

Pikiran ini biasa muncul jika aku mendapat undangan, nikahan atau khitanan atau walimatusshafar orang yang mau pergi haji, atau kalau mau menengok orang sakit.
Sudah menjadi tradisi bagi kita untuk membawa "amplop", nah disinilah masalahnya, biasanya kalau kita akan "ngamplop", kita mikir dulu, kalau orang biasa-biasa atau kurang mampu, "amplop" kita berisi sedikit rupiah, tapi sebaliknya untuk orang kaya rupiahnya banyak. Inikan logika yang terbalik.

Terutama untuk walimatusshafar yang akan pergi haji, janggal rasanya kalau kita "ngamplop", sudah jelas orang itu mampu membayar ONH, kenapa lagi harus kita sumbang. Kita yang gak mampu bayar ONH nyumbang orang yang mampu bayar ONH? Apa gak kebalik?