23 Juni 2009

Cinta

Cinta, kata yang sangat akrab di telinga semua orang. Cinta milik semua orang. Semua orang berhak mencintai dan dicintai. Kita tidak dapat melarang orang untuk mencintai.

Ribuan bahkan jutaan lagu cinta telah dikarang, ribuan bahkan jutaan puisi telah diciptakan, jutaan kisah cinta telah ditulis, jutaan surat cinta telah dikirimkan, jutaan kata cinta telah diucapkan.

Cinta adalah tema yang paling mudah untuk dikisahkan, cinta tak kehabisan kata-kata, cinta sumber inspirasi yang tak pernah habis, cinta sumber kekuatan, cinta awal dari perjuangan, cinta awal dari pengorbanan, cinta sumber dari banyak laku kita.

Cinta bisa menyenangkan, bisa juga menyusahkan
Cinta bisa menguatkan, bisa juga melemahkan.
Cinta bisa buat kita optimis, bisa juga buat kita pesimis.
Cinta bisa melapangkan, bisa juga menyempitkan.
Cinta bisa menjernihkan, bisa juga mengeruhkan.
Cinta bisa membangun, bisa juga merusak.

Cinta bagai tumbuhan, bibit cinta dan tempat menyemai cinta yang baik akan menumbuhkan pohon cinta yang baik pula. Pohon cinta yang disiram dengan air cinta dan dipupuk dengan pupuk cinta akan menjaga pohon cinta tumbuh dengan baik dan subur. Pohon ini akan menyenangkan orang yang melihatnya.


Cinta harus selalu dijaga, harus diperjuangkan, harus ada pengorbanan untuk cinta. Ucapkan cinta pada istri kita, pada anak kita, pada ibu kita, pada ayah kita, pada adik kita, pada kakak kita dan pada orang-orang yang kita cintai.

22 Juni 2009

Hhhmmm

Acara yang dilakukan setahun sekali salah satunya adalah pelepasan siswa yang telah lulus ujian nasional dan ujian sekolah.

Acara yang kurang aku sukai karena acara yang biasa disebut acara perpisahan itu cukup membuat hati ini seperti kehilangan sesuatu, seperti ada yang hilang.

Anak didik yang biasanya bertemu setiap hari di sekolah sekarang tidak lagi. Dari anak yang baik sampai anak yang terbilang nakal pada hari itu mencium tanganku sambil terucap kata terima kasih pak, hatur nuhun pa.

Diperlakukan seperti itu aku hanya bisa tersenyum tak bisa berkata-kata, bukannya sombong tapi aku takut suaraku gak bisa keluar karena menahan tangis.

Selamat berjuang murid-muridku, semoga tercapai cita-citamu.

20 Juni 2009

Rumah Soma

Rumah (Saya sebut rumah soma) ini bagai sekolah bagi kami empat bersaudara.

Rumah ini bagai tempat training bagi kami.

Rumah ini tempat kami mengenal kasih sayang, tempat kami belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.

Rumah ini tempat kami mengenal hidup dan belajar bagaimana seharusnya menjalani hidup.

Di rumah inilah kami dibesarkan. Di Rumah ini banyak menyimpan kenangan, senang dan susah ada di sini.

Rumah Soma (jalan Soma) merupakan saksi lahirnya dua adikku, saksi tumbuhnya kami berempat, saksi suka duka kami.

Setelah kami bekerja dan berkeluarga satu demi satu dari kami meninggalkan rumah soma, sekarang tinggal si bungsu dengan keluarganya tinggal disana juga ayah dan ibuku.

Rumah Soma selalu istimewa bagi kami, sekarang merupakan tempat untuk kami kumpul bareng.

15 Juni 2009

Kebersamaan

Kebersamaan dalam suatu keluarga merupakan hal yang harus ada.

Kebersamaan dalam keluarga merupakan ciri bahwa suatu keluarga akan dapat membicarakan banyak hal, sehingga keluarga itu akan dapat memecahkan berbagai masalah secara bersama-sama.

Kebersamaan akan membuat keluarga utuh dan kompak.

Tanpa kebersamaan keutuhan keluarga akan terancam karena kebersamaan adalah bukti dari kepedulian setiap anggota keluarga
terhadap keutuhan keluarganya.

Kebersamaan ini butuh perjuangan dan pengorbanan, karena sangatlah sulit bagi anggota keluarga untuk menyediakan waktu yang sama untuk sekedar berkumpul dalam sehari saja.

Pekerjaan dan jarak tempat tinggal merupakan hal utama yang cukup mengancam kebersamaan ini.


Walaupun teknologi bisa mendekatkan keluarga yang nun jauh disana, bertemu muka secara langsung tetap lebih baik.

13 Juni 2009

RI 1

Setiap hari aku lihat kampanye capres di tv2 yang mirip dengan saling sindir antar capres.

Tapi yang paling seru adalah saling serang antar tim sukses. Lebih mirip berselisih dari pada berdebat, gak semua sich cuma banyak aja.

Sebetulnya kurang baik juga kalau kita nonton orang berdebat setiap hari, maksudnya debatnya para tim sukses yang kalo ngomong gak mau brenti dan gak mau dengerin orang lain.

Didukung oleh stasiun2 tv mereka menunjukkan kabisanya, yaitu berdebat untuk menang, tidak perduli benar atau salah. Kesempatan stasiun2 tv meraup rating tinggi dengan menampilkan debat maut.


Memang wajarlah, kan semua pengen menang. Ya capresnya, cawapresnya, tim sukses dan para pendukungnya.

Bagiku ketiga pasangan sama2 berniat baik, sama2 ingin membangun, sama2 ingin memajukan negara ini, sama2 ingin mensejahterakan rakyat.
Ketiga pasangan ingin rakyat hidup makmur dengan program kerjanya masing-masing.

Siapapun presidennya kita tetap harus kerja seperti biasa kalo kita pengen makan, he he he.


Pada pemilihan nanti kita harus menjaga hubungan baik dengan tetangga2 kita, teman2 kita dan kerabat-kerabat kita walaupun mendukung pasangan yang berbeda, karena kita akan tetap hidup bersama mereka setelah pemilihan. Jangan sampai orang lain yang jadi presiden, kita yang jadi punya musuh.

Me and The Backbone

Udah seminggu ini aku merasa kurang fit, sakit tulang punggungku gak tau apa sebabnya.

Semangat kerjaku jadi memble, enaknya tiduran aja, kalo udah gitu pasti mata ini terkena dampaknya, jadi ngantuk luar biasa.

Bangun tidur pagi bukannya seger malah pegel luar biasa.


Mungkin ini satu tanda kalau aku kini sudah tidak muda lagi, sekarang ini banyak yang terasa tidak nyaman pada badanku ini. Gak kayak waktu dulu begitu kuatnya kondisi tubuh ini jarang sakit, jarang masuk angin, jarang pegel-pegel dll.

Tanda-tanda orang yang sudah tidak muda lagi versi aku :
- gampang masuk angin
- gampang pegal-pegal
- mata mulai kabur
- gigi mulai keropok
- pendengaran mulai terganggu
- konsentrasi mudah terganggu
- daya ingat menurun, sulit ingat mudah lupa
- sering sakit kepala
- gampang pilek
- gak suka suara musik yang keras
- gak suka bepergian
- nanti ditambah lagi

Kita, Orang Lain

Jangan remehkan orang lain, karena kita tidak tahu persis apa kelemahan dan apa kekuatannya.

Orang harus dihormati karena setiap orang punya kelebihan yang belum tentu kita punya, kalaupun ada pastinya beda.

Jangan terlalu melebihkan diri sendiri karena kita pasti punya kelemahan, yang kadang tidak kita sadari. Tidak pantaskan kalau kita bangga dengan kelemahan kita?


Jangan juga anggap remeh diri kita sendiri, kita pasti punya sesuatu yang buat kita jadi istimewa, something special, yang harus kita asah agar orang tahu apa istimewanya kita.

Jangan juga selalu anggap orang lain lebih baik dari kita, itu tandanya kita tidak yakin dengan kemampuan kita, tidak PeDe.

Ambil jalan tengah.

Cuma sekedar warning bagi aku yang sering lupa.

12 Juni 2009

Aku Takut

Dilahirkan
bayi
anak kecil
batita
balita
usia sekolah
sd
smp
sma
pt
kerja
urus pekerjaan
nikah
urus keluarga
punya anak
urus anak
punya cucu
urus cucu
masa tua
mati


Itu urutan yang ada dipikiranku minggu-minggu terakhir ini.

Urutan yang memaksaku sedikit merenung, memikirkan apa sebenarnya yang sedang aku jalani, apa sebenarnya yang akan aku hadapi.

Sudah sampai mana aku sekarang?
Baikkah hasilnya?
Aku takut .......

Perjalanan Panjang

Hidup didunia ini sementara, hanya sekedar untuk berteduh dan kita akan melanjutkan lagi perjalanan kita, perjalanan yang sangat panjang, perjalanan yang tiada hentinya, perjalanan yang abadi.


Kita semua tahu bahwa kita semua ada dalam perjalanan, perjalanan untuk menuju keabadian yang dijanjikan oleh yang Maha Pencipta, tapi kita jarang menyadarinya karena memang kita sudah terbiasa dengan perjalanan ini sehingga perhatian kita teralihkan dari tujuan perjalanan ini. Kita lebih asyik menikmati pemandangan dan hal-hal yang terjadi dalam perjalanan yang kita lewati.


Kita boleh menikmati pemandangan yang kita lewati tanpa melupakan tujuan kita melakukan perjalanan ini.

Kita boleh menikmati hal-hal yang kita lewati dalam perjalanan ini, bahkan kita diharuskan memikirkan apa-apa yang kita lewati agar pencapaian tujuan perjalanan kita lebih bernilai.

Jadi saat ini kita sedang dalam proses mencari nilai lebih, nilai plus, agar saat tiba di tujuan kita sampai di keabadian yang lebih baik.

Semua juga tahu bahwa banyak dari kita justru mendapat nilai minus dalam perjalanan ini, yang pastinya akan menempatkan kita pada keabadian yang kurang baik bahkan keabadian yang buruk dan sangat buruk.

Kita semua punya kesempatan untuk mendapatkan keabadian yang baik dalam perjalanan panjang ini.

07 Juni 2009

Tontonan untuk Anak

Setelah menonton salah satu sinetron di tv kesayangannya, keponakanku berkata pada ibunya, "Mah enakan jadi orang jahat daripada jadi orang baik, orang baik banyak susahnya."

Aku pikir anak kelas 2 SD ini tidak salah dalam mengambil kesimpulan, karena sinetron-sinetron sekarang dibuat panjang-panjang dan dalam sekian puluh bahkan seratusan episode diisi dengan berbagai penderitaan si Baik
sedangkan si Jahat hidup dengan nyamannya. Kemenangan si Baik hanya ada pada beberapa episode saja.

Sebenarnya kita semua tahu maksud pembuat sinetron yang intinya si Jahat pasti kalah dan si Baik pasti memang, hanya saja dengan dengan komposisi yang sangat tidak seimbang itu tentunya tujuan itu menjadi kabur, tidak jelas, jangankan untuk anak-anak, orang dewasapun sama saja. Yang terekam dengan baik adalah perilaku buruk si Jahat dan penderitaan si Baik.

Sebetulnya sinetron-sinetron itu untuk dewasa, tapi bukan rahasia lagi jika kita tahu bahwa penonton sinetron sangat banyak anak-anak. Semua orang tahu itu.

Menurutku kesalahan ada dibanyak pihak. Pihak TV menayangkan diwaktu anak-anak masih segar bugar belum tidur dengan alasan Prime Time. Si Pembuat sinetron yang memanjangkan episodenya apalagi kalo laku maka ditambah seasonnya tapi itu tadi tidak berimbang. Dan mungkin yang terakhir adalah para orang tua yang tidak berani melarang anaknya untuk nonton sinetron karena takut dibalikkan oleh anaknya, "kenapa gak boleh kan ibu bapak juga nonton".

Sebagai orang tua memang harus mendampingi anak menonton TV karena banyak yang harus kita terangkan baik tidaknya suatu tontonan pada anak kita karena pada film kartun sekalipun ada sadisme, sarkastik, kekerasan didalamnya.

Memang sulit memilih tontonan untuk anak.

06 Juni 2009

Mengingat-ingat Mati

Lupa-lupa ingat, kalimat yang sudah sangat biasa kita ucapkan sehari-hari, yang artinya menurutku adalah sedikit ingat kebanyakan lupa. Mungkin kalimat itu pertama kali diucapkan orang yang menyadari bahwa kita lebih sering lupa daripada ingat, karena itu ada dua lupa dan satu ingat.

Obrolan disela-sela pekerjaan kemarin berlangsung seru, lumayan banyak topik singkat yang kami bicarakan, kesana kemari sampai akhirnya seorang pekan ketika ditanya kegiatannya sehari-hari menjawab lolobanamah candukul, geus kolot mah inget kana paeh, (banyaknya duduk termenung, sudah tua mah ingat mati), diucapkan sambil bercanda. Setelah aku kembali lagi pada pekerjaanku kata-kata itu tetap terngiang ditelingaku, aku percaya betul rekanku itu sungguh-sungguh mengatakannya.

Aku berpikir coba mengingat kapan terakhir kali aku mengingat-ingat mati, kegiatan yang seharusnya aku lakukan setiap hari, setiap waktu, ternyata kegiatan itu sudah lama sekali aku tinggalkan, ya Allah ampunilah hamba Mu ini. Ternyata sulit sekali menggerakkan hati ini untuk mengingat-ingat mati, beberapa tetanggaku meninggal seharusnya bisa memaksa hati ini mengingat mati, ternyata tidak. Beberapa orang disekitarku mengalami kecelakaan ternyata tidak bisa memaksaku mengingat mati. Ya Allah lunakkanlah hatiku yang keras ini.

Kesibukan dunia ini telah menjauhkanku untuk mengingat-ingat mati, yang teringat hanyalah jadwal kegiatan yang harus aku kerjakan sekarang dan esok hari, penilaian manusia yang aku kejar sehingga aku melalaikan penilaian Allah. Ampuni aku ya Allah.

Aku malu karena aku sering lupa pada Allah, sedangkan Allah tidak pernah lupa padaku.

03 Juni 2009

Berlebihan

Kesederhanaan disukai oleh kebanyakan orang, sebaliknya berlebih-lebihan tidak disukai kebanyakan orang, secara teori itu seharusnya yang terjadi dikehidupan kita, tapi apa mau dikata, ternyata teori itu sedikit-sedikit mulai ditinggalkan orang, sekarang makin banyak orang yang hidup berlebih-lebihan jauh dari kesederhanaan.


Dengan mudahnya kita mendapatkan barang secara kredit, banyak orang yang terlilit hutang. Memang sekarang ini kita harus tahan terhadap godaan untuk memiliki barang-barang yang sebenarnya kurang kita perlukan yang ditawarkan secara kredit.

Bukan tidak boleh kita memiliki barang secara kredit, tapi tentu saja kita harus melihat kemampuan kita untuk membayarnya, walaupun cicilannya ringan tapi jika barang yang kita kredit banyak maka cicilannyapun tidak ringan lagi.


Betul kata pepatah kita harus mendahulukan keperluan kita dari keinginan kita