06 Mei 2009

TERSADAR AKU

Pikiranku tak keruan ketika anakku sakit,
yang ada dalam pikiranku hanyalah anakku,
aku ingin anakku sehat lagi seperti biasa.
Pikiran jelek selalu menyertaiku jika anakku sakit,
takut begini ...., takut begitu ....., selalu ada dipikiranku,
yang membuatku gelisah, resah, juga mengganggu konsentrasi kerjaku,
aku jadi selalu ingin pulang cepat-cepat.

Tidurku tidak nyenyak,
sering terbangun untuk sekedar memegang kepala anakku,
selalu terbangun jika anakku menangis, atau merintih, mengerang
bahkan hanya sekedar sedikit bergerak.


Waktu terasa berjalan begitu lambat,
detik ke detik, menit ke menit terasa sangat lama.
Lain sekali keadaannya jika anak-anakku sehat,
waktu terasa begitu cepat,
tak ada waktu untuk berhenti atau istirahat,
aku selalu bermain dengan mereka sepulang kerja,
sehingga tanpa sadar maghribpun tiba .....
lalu malam .....
tidur .....
dan bangun lagi.

Mungkin keadaan ini yang dialami orang tuaku sewaktu aku masih kecil.
Dan seingatku, aku sering sakit-sakitan,
tak terbayang bagaimana pengorbanan orang tuaku duku.
Bahkan sampai sekarangpun kalau mendengar cucunya sakit,
mereka terdengar sangat panik,
ingin segera pergi menengok cucunya.

Sekarang aku bisa merasakan apa yang dirasakan orang tuaku dulu,
aku bisa memikirkan apa yang mereka pikirkan dulu,
aku bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan orang tuaku dulu.

Sekarang aku mengalami apa yang dialami orang tuaku dulu,
sekarang aku mengalami apa yang dikatakan guru-guruku,
“kamu akan tahu bagaimana susahnya orang tuamu membesarkan kamu, nanti kalau kamu sudah punya anak.”

Terima kasih ibu dan bapak yang sudah membesarkanku,
membimbingku,
mendidikku,
hingga aku menjadi seperti sekarang ini,
hanya Allah yang bisa membalas semua itu......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar