29 Mei 2009

Selamat Jalan Aki Guru

INNALILLAAHI WA INNAILAIHI ROOJIUUN.

Selamat jalan aki guru, begitulah aku memanggil salah satu kakekku yang sekaligus guruku juga guru ibuku. Seorang pahlawan bagi keluarga, yang selalu berkorban demi keluarga, seorang yang selalu berusaha berjalan lurus walaupun banyak kelokan yang bisa saja ditempuh, seorang yang luar biasa, terlihat lemah tapi kuat pendirian luar biasa, terlihat kecil tapi besar jasanya.


Aku ingat cerita ibuku, aki pernah makan nasi dengan garam saja dalam waktu yang cukup lama, karena banyak anaknya sedangkan gaji guru waktu itu sangat memprihatinkan.

Aku ingat pesannya waktu aku dikhitan, kita dikhitan agar kita dapat melaksanakan shalat. Pesan itu masih aku ingat dengan baik.

Waktu masuk SMP, aki adalah guru PMPku, memberiku nilai dengan wajar gak ada istilah nilai untuk cucu, dan jika sedang ngajar seperti gak kenal aku, tidak mau memanjakan cucunya.

Aki juga yang mengantarkanku ke sekolah tempat aku diangkat menjadi guru (di SMAN 1 Kawali). Aku ingat cerita teman guru bahwa aki mengatakan sangat bangga denganku.

Aki juga menyertaiku ketika aku melamar dan menikah, aki ikut memotong rambut anak pertamaku ketika sukuran aqiqah.

Aki sekarang sudah meninggalkan kami, setelah sakitnya yang berkepanjangan, setelah mengantarkan anak-anaknya serta cucu-cucunya menjadi "orang".

Selamat jalan Aki, semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT, semoga ilmu-ilmu yang kau ajarkan pada murid-muridmu terus mengalirkan pahala untukmu. Selamat jalan Aki Guru.

2 komentar:

  1. Inalillahi wainnailaihi roji'un. Saya turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan tawaqal.

    BalasHapus
  2. Innalillahi wainnailaihi roji'un.. Turut berduka cita,semoga amal baik beliau diterima Allah swt dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran...

    BalasHapus