30 Mei 2009

Kritik (Pekerjaan yang Paling Gampang)

Ada saja kesalahan yang kita buat dalam mengerjakan suatu pekerjaan, walaupun kita sudah berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin, seteliti mungkin, sedetail mungkin.

Yang paling tidak enak adalah reaksi orang yang tidak bisa menerima kesalahan itu, walaupun kita tidak sengaja membuat kesalahan itu, lagi pula siapa sih yang sengaja membuat kesalahan.


Kalo lagi bete aku suka mikir, kalo banyak kerjaan ya kita banyak juga buat kesalahan, orang yang gak buat kesalahan itu orang yang gak kerja, bisanya cuma ongkang-ongkang, baca koran, ngobrol ngaler ngidul, perintah sana sini, gayanya kayak orang pinter aja, kalo disuruh kerja belum tentu bisa, belum tentu mampu.

Memang paling enak jadi tukang kritik, tukang komentar pekerjaan orang lain, karena yang dinilai adalah kesalahan atau kelemahan orang lain.

Bukannya anti kritik, apalagi kritiknya baik dan disampaikan dengan cara yang baik juga, tapi biasanya kritik itu datangnya dari orang yang aku tahu tidak punya kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan itu, bikin dongkol aja. Jago kritik seperti ini biasanya tidak punya solusi mengatasi kesalahan yang dikritiknya.

Pelajaran yang aku dapat hari ini adalah PERTAMA, jangan mengkritik orang yang melakukan kesalahan sewaktu ia masih terlihat lelah setelah mengerjakan pekerjaan itu. KEDUA, jangan keterlaluan kalau mengkritik. KETIGA, sebaiknya kita kompeten dalam hal yang kita kritik. KEEMPAT, jangan mengkritik dengan maksud menjatuhkan orang lain dan untuk cari muka.

1 komentar:

  1. Ya mengkritik itu mmg gampang. Paling mudah mmg menemukan kesalahan dari pekerjaan orang lain. Saya suka sekali alinea terakhir, bagus untuk diingat2 dan diterapkan.

    BalasHapus