23 Mei 2009

ISMA


Bagai mimpi memang, Isma anakku yang lahir tahun 2002 sekarang sudah mau masuk SD, baru saja 2 tahun yang lalu Isma masuk TK. Aku tidak mau memaksanya belajar terlalu banyak, jadi aku hanya pasang target dalam 2 tahun di TK, Isma bisa baca Al Quran. Alhamdulillah target itu tercapai plus bonus bisa baca tulis huruf latin dengan lancar (ini gak aneh untuk TK-TK favorit di kota-kota, untuk di daerah hasil ini cukup bagus). Juga yang menggembirakanku, Isma senang menulis dan membaca walaupun tidak pernah aku suruh. Mudah-mudahan saja Isma bisa jadi penulis, minimal diblog seperti ayahnya. Sebenarnya aku ingin ada anakku yang bisa jadi penulis (obsesi ayahnya selama ini yang gak kesampaian).

Akupun seperti tak percaya, sekarang Isma sangat kritis terhadap ayah dan mamahnya, banyak kritikannya yang khas anak kecil yang harus diakui benar, terutama menilai penampilan mamahnya, jika katanya bagus, memang bagus juga kata kita, tapi kalo kurang bagus katanya, memang begitu kenyataannya. Mungkin ini keistimewaan Isma, ia bisa mengingat orang yang baru dijumpainya memakai baju warna apa, celana atau rok warna apa, model apa dan perhiasan yang digunakannya (khas perempuan).

Guru-gurunyapun mengakui kritik-kritik Isma banyak benarnya, juga agak ketus dan terus terang (mungkin karena masih anak-anak yach, mudah-mudahan).

Aku bersyukur punya anak Isma. Isma selalu menjadi penyemangat kerjaku, selain Luthfi adiknya Isma dan tentunya istriku.

Mudah-mudahan Isma bisa mencapai cita-citanya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar