15 Mei 2009

CARA MUDAH, CARA CEPAT, CARA JITU

Di depanku ada buku Cara Mudah Menghadapi Ujian dan Cara Cepat Mengerjakan Soal, pernah juga aku baca brosur Cara Jitu Memilih Perguruan Tinggi. Di internet sering aku baca Cara Cepat Mendatangkan Uang, Cara Mudah Menghasilkan Uang, Cara Jitu Mendapatkan Uang. Semua menggunakan kata Mudah, Cepat dan Jitu, kata-kata yang disukai oleh banyak orang.

Mudah, cepat dan jitu, mengapa orang suka kata-kata itu? Adakah yang salah dengan kata-kata itu? Orang suka yang mudah untuk menghindari yang sulit, orang suka yang cepat untuk menghindari yang lambat dan orang suka yang jitu untuk menghindari yang meleset, alasan yang sangat bagus dan tidak salah orang lebih menyukai kata-kata itu.

Cara mudah diperoleh orang yang sudah lama menggeluti suatu bidang, karena sudah sering melakukan tugas dalam bidang tersebut, akhirnya orang tersebut mendapat pengalaman bagaimana mengerjakan tugas itu dengan cara yang paling mudah. Jadi cara mudah ini ditemukan oleh orang yang lama bersulit-sulit dengan hal tersebut, begitu pula dengan cara cepat, ditemukan orang yang sering berlama-lama mengerjakan suatu hal, jangan lupa pula cara jitu diperoleh orang yang sudah sering mengalami kegagalan.

Cara mudah, cara cepat juga cara jitu didapat dari pengalaman orang yang sudah berpengalaman dalam suatu pekerjaan, cara-cara itu disebarkan baik dalam bentuk buku, brosur atau tulisan di internet dengan maksud membantu orang lain, sekaligus bisa juga mendapatkan penghasilan. Menolong dan menghasilkan.

Orang sering lupa bahwa cara-cara itu bisa kita dapatkan dengan banyak mencoba dan berlatih, walaupun ada cara mudah tetap saja kita harus bersusah payah dulu untuk memahaminya, bukan karena kita punya petunjuk cara mudah lalu kita langsung bisa mengerjakannya dengan mudah, jangan mimpi ya, he..he..he.

Kata orang kalau kita ingin bisa sesuatu harus ada usaha, harus belajar, harus mencoba, harus bersusah payah untuk bisa mudah, cepat dan jitu. Tentunya kita lebih cepat bisa dari pengalaman orang yang menemukannya.


1 komentar:

  1. Kalau saya rasanya lebih menghargai proses drpd langsung ke hasil. Proses itu mematangkan kita lho. Ya itu mmg butuh waktu, butuh kesabaran. Kalau orientasi kit lbh ke hasil, ya spt yg skrg bnyk tjd, orang maunya serba instan. Hasilnya, tentu kurang memuaskan jiwa, he, bagi saya lho.

    BalasHapus