31 Mei 2009

Kebebasan Memilih

Manusia diberi kebebasan untuk memilih apa yang disukainya dalam hidup ini. Hanya saja untuk setiap pilihan selalu ada konsekuensinya, mau tidak mau, suka atau tidak suka.

Dalam hidup ini manusia harus memilih. Diperlukan keberanian, kearifan dan perhitungan untuk memilih. Tidak boleh asal pilih.


Kesalahan dalam hidup adalah hal yang biasa selama tidak disengaja. Begitu juga dengan memilih, kadang benar kadang salah. Pilihan yang tepat tentunya akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan bahkan lebih dari yang kita inginkan, tetapi jika pilihan kita salah tentunya akan menghasilkan kekecewaan.

Pilihan tetap harus kita lakukan walaupun nantinya kita tahu bahwa pilihan kita salah, yang penting kita harus menarik pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan agar lain kali kita tidak salah lagi dalam masalah yang sama.
Jangan takut dalam memilih, sebab tidak ada manusia yang selalu salah.

30 Mei 2009

Kritik (Pekerjaan yang Paling Gampang)

Ada saja kesalahan yang kita buat dalam mengerjakan suatu pekerjaan, walaupun kita sudah berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin, seteliti mungkin, sedetail mungkin.

Yang paling tidak enak adalah reaksi orang yang tidak bisa menerima kesalahan itu, walaupun kita tidak sengaja membuat kesalahan itu, lagi pula siapa sih yang sengaja membuat kesalahan.


Kalo lagi bete aku suka mikir, kalo banyak kerjaan ya kita banyak juga buat kesalahan, orang yang gak buat kesalahan itu orang yang gak kerja, bisanya cuma ongkang-ongkang, baca koran, ngobrol ngaler ngidul, perintah sana sini, gayanya kayak orang pinter aja, kalo disuruh kerja belum tentu bisa, belum tentu mampu.

Memang paling enak jadi tukang kritik, tukang komentar pekerjaan orang lain, karena yang dinilai adalah kesalahan atau kelemahan orang lain.

Bukannya anti kritik, apalagi kritiknya baik dan disampaikan dengan cara yang baik juga, tapi biasanya kritik itu datangnya dari orang yang aku tahu tidak punya kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan itu, bikin dongkol aja. Jago kritik seperti ini biasanya tidak punya solusi mengatasi kesalahan yang dikritiknya.

Pelajaran yang aku dapat hari ini adalah PERTAMA, jangan mengkritik orang yang melakukan kesalahan sewaktu ia masih terlihat lelah setelah mengerjakan pekerjaan itu. KEDUA, jangan keterlaluan kalau mengkritik. KETIGA, sebaiknya kita kompeten dalam hal yang kita kritik. KEEMPAT, jangan mengkritik dengan maksud menjatuhkan orang lain dan untuk cari muka.

29 Mei 2009

Selamat Jalan Aki Guru

INNALILLAAHI WA INNAILAIHI ROOJIUUN.

Selamat jalan aki guru, begitulah aku memanggil salah satu kakekku yang sekaligus guruku juga guru ibuku. Seorang pahlawan bagi keluarga, yang selalu berkorban demi keluarga, seorang yang selalu berusaha berjalan lurus walaupun banyak kelokan yang bisa saja ditempuh, seorang yang luar biasa, terlihat lemah tapi kuat pendirian luar biasa, terlihat kecil tapi besar jasanya.


Aku ingat cerita ibuku, aki pernah makan nasi dengan garam saja dalam waktu yang cukup lama, karena banyak anaknya sedangkan gaji guru waktu itu sangat memprihatinkan.

Aku ingat pesannya waktu aku dikhitan, kita dikhitan agar kita dapat melaksanakan shalat. Pesan itu masih aku ingat dengan baik.

Waktu masuk SMP, aki adalah guru PMPku, memberiku nilai dengan wajar gak ada istilah nilai untuk cucu, dan jika sedang ngajar seperti gak kenal aku, tidak mau memanjakan cucunya.

Aki juga yang mengantarkanku ke sekolah tempat aku diangkat menjadi guru (di SMAN 1 Kawali). Aku ingat cerita teman guru bahwa aki mengatakan sangat bangga denganku.

Aki juga menyertaiku ketika aku melamar dan menikah, aki ikut memotong rambut anak pertamaku ketika sukuran aqiqah.

Aki sekarang sudah meninggalkan kami, setelah sakitnya yang berkepanjangan, setelah mengantarkan anak-anaknya serta cucu-cucunya menjadi "orang".

Selamat jalan Aki, semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT, semoga ilmu-ilmu yang kau ajarkan pada murid-muridmu terus mengalirkan pahala untukmu. Selamat jalan Aki Guru.

27 Mei 2009

The Legend of Aang

The Legend of Aang film kartun yang aku sukai, aku selalu berusaha untuk menontonnya dengan cara membujuk anakku agar jangan memindahkan channel karena tidak suka filmnya. Kadang sukses kadang gagal. Kemarin sabtu adalah serial terakhirnya.


Terus terang aku sangat kagum dengan ide cerita yang bagus dari pengarangnya dan pembuat filmnya yang membuat The Legend of Aang betul-betul fantastis.

Dulu aku sangat suka nonton Dragon Ball, aku kagum dengan ide pertarungannya yang seru. Tapi semua itu kalah jauh dengan The Legend of Aang.

Aku betul-betul kagum dengan para pengarang cerita tersebut, daya khayal mereka sangat kuat, jadi sambil berkhayal bisa nulis cerita, menghibur orang lain juga dapat uang dari penjualan cerita itu.

Hanya saja sayangnya para pengarang cerita itu bukan orang Indonesia, kalau saja ada orang Indonesia yang bisa menulis dan membuat filmnya sebaik itu, pastinya aku kagum dan bangga.

25 Mei 2009

DON'T PANIC

Don't panic, don't panic, don't panic. Jangan panik. Semua orang pernah panik, panik merupakan reaksi orang dalam menghadapi suatu masalah /persoalan yang tidak biasa atau jarang ditemuinya, misalnya panik ketika menghadapi ulangan, ujian, panik ketika kesiangan masuk sekolah atau masuk kantor, panik ketika belajar mengemudi di jalan raya, panik ketika apel pertama ke rumah si doi, panik dalam menghadapi pernikahan, panik ketika akan mengucapkan ijab kabul dan masih banyak lagi kejadian yang bisa membuat kita panik.

Panik mengalahkan akal sehat, orang panik kurang atau bahkan tidak dapat menggunakan akal pikirannya dengan baik, sehingga tindakannya cenderung tidak terkontrol. Panik membuat orang bisa berbuat macam-macam yang biasanya berakibat kurang baik baginya, minimal perbuatan itu akan disesalinya walaupun tidak berakibat fatal, misalnya menangis, marah-marah. Atau bahkan paniknya seseorang dapat membahayakan dirinya dan orang lain disekitarnya, misalnya paniknya seorang pengemudi kendaraan dapat mencelakakan dirinya sendiri maupun orang disekitarnya.

Panik biasanya terjadi pada orang yang kurang persiapan mental dalam menghadapi suatu masalah /persoalan, sehingga tak terbayangkan apa yang akan dihadapinya, kurang tenang sehingga kurang bisa menguasai dirinya sendiri.

Sering Menghadapi Tantangan
Seringnya menghadapi berbagai tantangan akan mengurangi kepanikan yang terjadi pada diri kita, kita akan siap mental menghadapi hal terburuk sekalipun. Karena sudah terbiasa menghadapi berbagai masalah yang kadang mengejutkan, ia akan bisa menguasai dirinya, misalnya seorang dokter akan tenang menghadapi pasien yang gawat sekalipun.

Pengalaman Mengurangi Kepanikan
Pengalaman dalam menghadapi suatu masalah akan mengurangi kepanikan, misalnya pengalaman seorang sopir dalam mengemudi kendaraannya diberbagai medan akan mengurangi kepanikannya ketika ia melakukan perjalanan menggunakan jalan yang tidak biasa ia lewati dan tidak ia kenal.

Persiapan Mental
Persiapan mental sebaiknya kita lakukan setiap hari, karena kita tidak tahu masalah apa yang akan kita hadapi dan seberapa berat tantangannya.


23 Mei 2009

ISMA


Bagai mimpi memang, Isma anakku yang lahir tahun 2002 sekarang sudah mau masuk SD, baru saja 2 tahun yang lalu Isma masuk TK. Aku tidak mau memaksanya belajar terlalu banyak, jadi aku hanya pasang target dalam 2 tahun di TK, Isma bisa baca Al Quran. Alhamdulillah target itu tercapai plus bonus bisa baca tulis huruf latin dengan lancar (ini gak aneh untuk TK-TK favorit di kota-kota, untuk di daerah hasil ini cukup bagus). Juga yang menggembirakanku, Isma senang menulis dan membaca walaupun tidak pernah aku suruh. Mudah-mudahan saja Isma bisa jadi penulis, minimal diblog seperti ayahnya. Sebenarnya aku ingin ada anakku yang bisa jadi penulis (obsesi ayahnya selama ini yang gak kesampaian).

Akupun seperti tak percaya, sekarang Isma sangat kritis terhadap ayah dan mamahnya, banyak kritikannya yang khas anak kecil yang harus diakui benar, terutama menilai penampilan mamahnya, jika katanya bagus, memang bagus juga kata kita, tapi kalo kurang bagus katanya, memang begitu kenyataannya. Mungkin ini keistimewaan Isma, ia bisa mengingat orang yang baru dijumpainya memakai baju warna apa, celana atau rok warna apa, model apa dan perhiasan yang digunakannya (khas perempuan).

Guru-gurunyapun mengakui kritik-kritik Isma banyak benarnya, juga agak ketus dan terus terang (mungkin karena masih anak-anak yach, mudah-mudahan).

Aku bersyukur punya anak Isma. Isma selalu menjadi penyemangat kerjaku, selain Luthfi adiknya Isma dan tentunya istriku.

Mudah-mudahan Isma bisa mencapai cita-citanya. Amin.

21 Mei 2009

NIKMAT SEHAT

Sedikit sekali aku mensyukuri nikmat yang diberikan Allah padaku, dan aku memohon ampun untuk itu ya Allah, jangan Kau cabut nikmat ini ya Allah, tambahlah nikmat ini ya Allah. (Curang ya, nikmat mau ditambah tapi bersyukurnya malah berkurang).

Kemarin aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan tanganku. Dan aku mendapatkan beberapa pelajaran yang harus aku ingat.

Pelajaran pertama yang aku dapat dari rumah sakit adalah ternyata NIKMAT SEHAT yang diberikan Allah pada kita sangat mahal harganya dan tak ternilai dengan uang semata, karena walaupun kita banyak uang tetapi kalau kita sakit, banyak makanan dan minuman yang mampu kita beli tidak boleh kita makan, jadi kita cuma pengen doang. Walaupun banyak uang kalau kita sakit, pergerakan kita jadi terbatas, perasaan kita tidak enak, bisa jadi mata sulit dibuka karena pusing kalau dibuka, bisa jadi kita dihinggapi kekhawatiran yang amat sangat karena anak kita sakit, istri kita sakit, suami kita sakit, orang tua atau anggota keluarga kita ada yang sakit dan masih banyak lagi yang menunjukkan bahwa NIKMAT SEHAT itu tak ternilai dengan uang semata.

Pelajaran kedua adalah PENTINGNYA KESABARAN. Jika sakit kita harus sabar, ulah aral, jangan marah-marah, jangan menggerutu, jangan terlalu banyak meratap, jangan banyak menyalahkan orang lain, jangan terlalu menuntut untuk diperhatikan dan masih banyak lagi jangan yang lain. Jika sakit kita harus banyak merenung, banyak introspeksi diri, menyadari kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, menyadari kekhilafan-kekhilafan dan dosa-dosa kita, dengan sakit ini kita diberi waktu oleh Allah untuk melakukan itu semua, karena sulit mendapatkan waktu kalau kita sehat.

Pelajaran ketiga adalah PENTINGNYA ORANG LAIN, baik itu ayah, ibu, adik, kakak, istri, anak dan yang lainnya disekitar kita. Banyak orang baru menyadari bahwa kita perlu pada orang lain pada waktu sakit, perlu dipapah ketika berjalan, perlu digendong atau digotong ketika kita sudah tidak mampu berjalan, perlu diantar ke dokter atau rumah sakit ketika sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan masih banyak lagi hal yang menunjukkan perlunya kita pada orang lain.

Pelajaran keempat adalah PERLUNYA PUNYA TABUNGAN KHUSUS UNTUK KESEHATAN, baik itu berupa uang cash maupun berupa asuransi, bukannya kita mempersiapkan agar kita sakit atau ingin sakit, tetapi sebagai manusia kita tidak selalu sehat, pasti ada sakitnya, juga sebagai manusia kita tidak selalu punya uang, sehingga diperlukan tabungan yang dianggarkan khusus untuk biaya perawatan jika kita sakit.

Pelajaran kelima adalah KITA HARUS PUNYA WAKTU KHUSUS UNTUK CEK KESEHATAN atau istilah kerennya General Check Up, ini diperlukan agar kita bisa sejak dini mengantisipasi gejala penyakit yang ada pada diri kita, dan tidak kejadian suatu penyakit terdeteksi setelah menjadi berat.

KESEHATAN memang mahal.


20 Mei 2009

Korban Kekerasan

Akhirnya Siti Khoiriyah, bocah 4 tahun yang tersiram kuah bakso, meninggal dunia. Bocah ini tersiram bakso akibat gerobak baksonya terguling karena direbut oknum satpol PP. Ibunya bahkan tidak diberitahu waktu pemakamannya oleh keluarga dengan berbagai alasan. Ibunya hanya bisa menangis meratapi kepergian Siti Khoiriyah.

Tak terbayangkan bagaimana perasaan si Ibu ditinggalkan anaknya dengan cara yang sangat tragis itu, aku hanya bisa menonton keadaan si Anak dari tv, ketika ia bisa membukakan matanya, walaupun sekujur tubuhnya diperban, aku menonton si Ibu ketika diwawancarai waktu habis membeli obat. Getir aku merasakannya, belum tentu si Ibu dan keluarganya itu punya uang, yang kutahu dari mata si Ibu, ia sangat khawatir dan kebingungan, karena itu juga yang kulihat pada mata istriku ketika anakku sakit, tapi yang pasti kekhawatiran dan kebingungan si Ibu ini jauh lebih hebat, aku yakin itu.

Satu lagi bocah korban kekerasan, yang juga disaksikan oleh banyak bocah yang lain, termasuk anakku. Dia bertanya kenapa itu ayah? Kenapa si Ade dibungkus begitu? Aku tak bisa menjawab menahan tangis.

19 Mei 2009

BELAJAR SEUMUR HIDUP

Hari Minggu kemarin aku nonton acara Kick Andi yang menampilkan orang-orang tua yang masih mau untuk belajar. Aku terharu dengan semangat yang dimiliki oleh orang-orang hebat itu, walaupun usia sudah diatas kepala enam bahkan kepala tujuh mereka masih semangat untuk belajar, menuntut ilmu.

Aku termenung dengan apa yang dilakukan orang-orang tua itu, dimataku mereka ingin memberi contoh pada orang-orang muda untuk mau terus belajar. Belajar bukan hanya di sekolah tetapi dimana saja kita bisa belajar, seperti dicontohkan ibu-ibu tepatnya para nenek yang belajar membaca dirumah sang guru muda.

Terima kasih ibu....., terima kasih nenek ...., yang sudah memberikan sebuah cambukan yang membangunkan aku dari tidurku, yang seakan-akan tugas belajarku sudah selesai. Sudah seharusnya aku merasa malu pada para nenek itu, entah kata apa lagi yang harus aku ungkapkan untuk orang-orang hebat itu.



15 Mei 2009

CARA MUDAH, CARA CEPAT, CARA JITU

Di depanku ada buku Cara Mudah Menghadapi Ujian dan Cara Cepat Mengerjakan Soal, pernah juga aku baca brosur Cara Jitu Memilih Perguruan Tinggi. Di internet sering aku baca Cara Cepat Mendatangkan Uang, Cara Mudah Menghasilkan Uang, Cara Jitu Mendapatkan Uang. Semua menggunakan kata Mudah, Cepat dan Jitu, kata-kata yang disukai oleh banyak orang.

Mudah, cepat dan jitu, mengapa orang suka kata-kata itu? Adakah yang salah dengan kata-kata itu? Orang suka yang mudah untuk menghindari yang sulit, orang suka yang cepat untuk menghindari yang lambat dan orang suka yang jitu untuk menghindari yang meleset, alasan yang sangat bagus dan tidak salah orang lebih menyukai kata-kata itu.

Cara mudah diperoleh orang yang sudah lama menggeluti suatu bidang, karena sudah sering melakukan tugas dalam bidang tersebut, akhirnya orang tersebut mendapat pengalaman bagaimana mengerjakan tugas itu dengan cara yang paling mudah. Jadi cara mudah ini ditemukan oleh orang yang lama bersulit-sulit dengan hal tersebut, begitu pula dengan cara cepat, ditemukan orang yang sering berlama-lama mengerjakan suatu hal, jangan lupa pula cara jitu diperoleh orang yang sudah sering mengalami kegagalan.

Cara mudah, cara cepat juga cara jitu didapat dari pengalaman orang yang sudah berpengalaman dalam suatu pekerjaan, cara-cara itu disebarkan baik dalam bentuk buku, brosur atau tulisan di internet dengan maksud membantu orang lain, sekaligus bisa juga mendapatkan penghasilan. Menolong dan menghasilkan.

Orang sering lupa bahwa cara-cara itu bisa kita dapatkan dengan banyak mencoba dan berlatih, walaupun ada cara mudah tetap saja kita harus bersusah payah dulu untuk memahaminya, bukan karena kita punya petunjuk cara mudah lalu kita langsung bisa mengerjakannya dengan mudah, jangan mimpi ya, he..he..he.

Kata orang kalau kita ingin bisa sesuatu harus ada usaha, harus belajar, harus mencoba, harus bersusah payah untuk bisa mudah, cepat dan jitu. Tentunya kita lebih cepat bisa dari pengalaman orang yang menemukannya.


07 Mei 2009

AKU DAN WAKTU

Pantas jika Allah memerintahkan kita untuk menghargai waktu, dan mengisinya dengan berbagai hal yang berguna dan bermanfaat, rugi orang yang mengabaikan waktu dan tidak mengisinya dengan sesuatu yang berguna, karena waktu tidak pernah berhenti dan waktu tidak pernah berulang.

Aku termasuk orang banyak menyia-nyiakan waktu, walau aku sadari tetapi sulit sekali untuk memperbaikinya. Ironisnya aku merasakan pentingnya waktu malah ketika aku nonton acara-acara olah raga, hampir semua olah raga aku suka menontonnya (tapi tidak suka melakukannya), acara favoritku adalah F1, GP dan mengbal (itusih kata orang sunda untuk sepak bola), betapa 1 detik bisa merubah suatu keadaan.

Dalam olahraga-olahraga itu waktu beberapa detik atau satu detik bahkan perseratus detik bisa menghasilkan perbedaan yang sangat drastis. Terakhir aku nonton semifinal Champion antara Chelsea vs Barcelona, ironisnya Chelsea yang sudah diambang kemenangan harus mengubur mimpinya untuk melangkah ke babak final, ketika pertandingan hanya tinggal hitungan detik.

Lebih ironis lagi ketika pertandingan (yang mengingatkan pentingnya waktu) itu selesai, waktu subuh sudah dekat, jadilah aku ketinggalan tahajud, lewat tahajudku hari ini, wah payah nich.


06 Mei 2009

TERSADAR AKU

Pikiranku tak keruan ketika anakku sakit,
yang ada dalam pikiranku hanyalah anakku,
aku ingin anakku sehat lagi seperti biasa.
Pikiran jelek selalu menyertaiku jika anakku sakit,
takut begini ...., takut begitu ....., selalu ada dipikiranku,
yang membuatku gelisah, resah, juga mengganggu konsentrasi kerjaku,
aku jadi selalu ingin pulang cepat-cepat.

Tidurku tidak nyenyak,
sering terbangun untuk sekedar memegang kepala anakku,
selalu terbangun jika anakku menangis, atau merintih, mengerang
bahkan hanya sekedar sedikit bergerak.


Waktu terasa berjalan begitu lambat,
detik ke detik, menit ke menit terasa sangat lama.
Lain sekali keadaannya jika anak-anakku sehat,
waktu terasa begitu cepat,
tak ada waktu untuk berhenti atau istirahat,
aku selalu bermain dengan mereka sepulang kerja,
sehingga tanpa sadar maghribpun tiba .....
lalu malam .....
tidur .....
dan bangun lagi.

Mungkin keadaan ini yang dialami orang tuaku sewaktu aku masih kecil.
Dan seingatku, aku sering sakit-sakitan,
tak terbayang bagaimana pengorbanan orang tuaku duku.
Bahkan sampai sekarangpun kalau mendengar cucunya sakit,
mereka terdengar sangat panik,
ingin segera pergi menengok cucunya.

Sekarang aku bisa merasakan apa yang dirasakan orang tuaku dulu,
aku bisa memikirkan apa yang mereka pikirkan dulu,
aku bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan orang tuaku dulu.

Sekarang aku mengalami apa yang dialami orang tuaku dulu,
sekarang aku mengalami apa yang dikatakan guru-guruku,
“kamu akan tahu bagaimana susahnya orang tuamu membesarkan kamu, nanti kalau kamu sudah punya anak.”

Terima kasih ibu dan bapak yang sudah membesarkanku,
membimbingku,
mendidikku,
hingga aku menjadi seperti sekarang ini,
hanya Allah yang bisa membalas semua itu......