19 April 2009

Melamun

Melamun, itu yang aku lakukan dibanyak waktu. Melamun membawa aku untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan, meraih semua keinginan, mendapatkan apa yang aku mau, semuanya serba perfect, sempurna.Dalam lamunan tidak ada kegagalan, walaupun ada akan diakhiri dengan keberhasilan yang sangat gemilang.

Setiap hari aku selalu sempat melamun. Kadang lamunan menghabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas-tugas rumahku. Lamunan begitu membuai pikiran dan perasaanku sehingga sulit untuk ditinggalkan. Kadang tak sadar aku mulai melamun, lamunan yang spontan terbesit dipikiranku, ide lamunan yang muncul begitu saja seiring dengan keadaan emosiku.

Pernah aku berpikir mengapa aku sering melamun, tapi tak pernah ada jawaban yang memuaskanku. Mungkin untuk menutupi kelemahanku … bisa juga, tapi segera aku bantah itu dengan mengatakan pada diriku sendiri bahwa melamun itu aku lakukan agar bisa meringankan beban pikiran dan perasaanku. Mungkin juga untuk menyalurkan unek-unek yang tidak mungkin saya ucapkan atau saya lakukan dengan perbuatan …. bisa juga. Bisa juga untuk mendapatkan kesenangan belaka dalam lamunan tersebut.

Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk melamun .... padahal kata psikolog, masa anak-anak adalah masanya berkhayal (sama gak melamun dengan berkhayal?). Aku sering bertanya pada diri sendiri, masa sih aku ini masih ada pada masa berkhayal .... kayak anak kecil. Jadi aku sering bela diri dengan mengatakan aku ini berimajinasi bukan melamun.

Padahal aku berpendapat melamun, berkhayal dan berimajinasi sama saja. Hanya beda pada rasa bahasa saja. Berimajinasi kayaknya lebih bergengsi dari pada melamun dan berkhayal.

Tadi pagi aku membaca tulisan bapak Wimar Witoelar yang intinya mengatakan bagaimana kita bisa mengerti hasil karya orang lain yang dihasilkan dari imajinasinya sementara kita tidak bisa berimajinasi. Film dan novel sulit dipahami jika kita tidak punya daya imajinasi.

Jadi bagaimana? Aku akan tetap berimajinasi.........


1 komentar:

  1. Ada yg bilang, hiduplah dg mimpi tapi jangan hidup dalam mimpi..

    BalasHapus