24 April 2009

Kebiasaan Telat

Dalam suatu ruangan sudah hadir hampir semua undangan yang akan mengikuti rapat, tetapi rapat belum juga dimulai karena pimpinan rapatnya masih sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan pentingnya. Lalu ada seorang yang nyeletuk, kapan rapatnya dimulai? Dari barisan yang agak jauh ada yang menjawab, Pak sekarang baru jam 11, rapat khan mulainya jam 10. Walau kesal peserta rapat dapat juga tertawa mendengar obrolan tadi.

Akupun berpikir kenapa yach telat sering sekali terjadi di negeri kita? Yang ada dipikiranku adalah mungkin kita sudah tidak begitu peduli lagi dengan orang lain yang sengaja datang untuk memenuhi undangan, sehingga kita tidak merasa malu karena datang terlambat, dan itu sudah menjadi kebiasaan. Yang kedua adalah mungkin kita sudah lupa bahwa janji harus dipenuhi dan ingkar janji itu dosa.

Pernah aku nasehati murid-muridku, bahwa di luar sana kalau kamu sudah lulus sekolah kebiasaan telat akan menjadi masalah yang serius, cobalah kita lihat di sekitar kita.....

tukang dagang yang harusnya bangun jam 2 pagi, ketika bangun jam 3 pagi dia berkata wah udah kesiangan, dan hari itu ia tidak dagang, karena barang yang harus dibelinya pasti sudah habis .... gak kebagian barang.

tukang ojeg yang harusnya bangun jam 4 pagi, ketika bangun jam 5 pagi ia berkata wah kesiangan nich, dan hari itu ia banyak kehilangan pelanggannya karena sudak ditarik/ diangkut tukang ojeg lain.

kuli bangunan yang harusnya datang jam 7, ketika ia datang jam 8 maka ia akan dimarahi oleh orang yang mempekerjakannya, jika ini terus berulang, bukan tidak mungkin ia diberhentikan dan menganggur, celakanya hal ini akan menyebar dari mulut ke mulut sehingga tidak ada lagi orang yang ingin mempekerjakannya.

seorang pegawai yang datang telat, dipotong gajinya sesuai dengan banyak waktu telatnya, dan kondite kerjanya akan jelek.

Telat akan menjadi masalah yang serius bagi kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar