23 Maret 2009

KEGELISAHAN KITA

Kegelisahan hati yang melanda kita adalah tanda ada yang salah pada diri kita, mungkin kita pernah berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, mungkin kita belum mengerjakan tugas kita, mungkin kita pernah mengecewakan seseorang, mungkin kita pernah menzalimi seseorang, mungkin kita tidak adil pada keluarga, mungkin kita terlalu menuntut apa yang kita tidak sanggup melakukannya, mungkin kita takut menghadapi hari esok, mungkin kita takut menghadapi kegagalan, mungkin kita ingin selalu tampil sempurna, mungkin kita takut pada hal-hal yang kita sendiri tidak tahu.

Kegelisahan melanda siapa saja, tidak pandang status sosial. Kegelisahan melanda orang kaya, melanda orang miskin, melanda orang dewasa, melanda anak-anak, melanda para pemimpin, melanda rakyat, melanda seorang guru, melanda seorang murid. Kegelisahan melanda siapa saja.

Kegelisahan pernah melanda semua orang, bohong kalau ada orang yang mengaku bahwa selama ini dia tidak pernah dilanda kegelisahan. Kegelisahan harus ada pada setiap orang, setiap orang pasti pernah mengalami kegelisahan, karena kegelisahan merupakan tanda ada sesuatu yang salah pada diri manusia.

Cara mengatasi kegelisahan yang pasti adalah dengan mengetahui apa penyebab dari kegelisahan tersebut, setelah itu kita perbaiki apa yang salah dengan diri kita.

Yang sulit adalah menemukan penyebab kegelisahan, banyak orang yang tidak punya waktu untuk merenungkan apa penyebab itu, lebih banyak orang melarikan diri dari kegelisahan dengan mencari hiburan, dengan alasan “refreshing”, dia akan lupa kegelisahannya pada saat itu, tetapi setelah “acara refreshing” selesai, kegelisahan kembali melanda dirinya. Jadi perlu waktu khusus untuk merenungkan apa penyebab kegelisahan yang kita alami.

Kesulitan kedua adalah mau tidaknya kita memperbaiki apa yang salah dengan diri kita, karena banyak diantara kita sulit untuk memperbaiki diri dengan banyak alasan, mungkin karena kita menganggap tindakan kita benar, tetapi dalam hati kecil kita mengakui bahwa kita salah. Mungkin karena malu, sehingga kalau kita berbuat salah pada orang lain kita enggan untuk meminta maaf, padahal dalam hati kecil kita mengekui bahwa kita salah. Mungkin juga kita tidak tahu bagaimana memperlakukan antara keinginan atau keperluan, kita sering menuntut sesuatu yang kita tidak sanggup memenuhinya, padahal sesuatu itu kurang perlu dalam skala prioritas kita, masih banyak hal lain yang lebih layak dipenuhi. Keinginan kita untuk hobi bisa saja menelantarkan keluarga, tetapi kita enggan memperbaikinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar