15 Februari 2009

PENILAIAN

Manusia menilai sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, sehingga penilaian seseorang akan berbeda dengan penilaian orang lain. Seobjektif apapun suatu penilaian dilakukan pasti ada kecenderungan yang dipengaruhi subjektifitas si penilai. Jadi dalam objektifitas ada subjektifitas, dan yang dimaksud penilaian yang objektif adalah penilaian yang melibatkan sesedikit mungkin nilai subjektifitas.

Oleh karena itulah kita kadang sangat kaget dengan pendapat seseorang yang menurut kita salah, tetapi dia dapat membenarkan hal tersebut melalui pemaparkan yang sangat baik dan ilmiah, ditunjang dengan tulisannya diberbagai media dan lain sebagainya. Pada masalah yang sama, orang berbeda pendapat dan penilaian, walaupun menurut banyak orang hal itu salah, bisa saja menurut orang yang lain hal itu bisa dibenarkan.

Yang pasti dalam suatu penilaian harus ada patokan yang menjadi acuan kita untuk melakukan penilaian. Patokan itulah yang harus kita pegang untuk menilai benar atau salahnya suatu pendapat. Acuan atau patokan ini harus disepakati banyak orang, sehingga merupakan kesepakatan bersama yang harus ditaati. Pada kehidupan sehari-hari acuan itu berupa norma yang berlaku di masyarakat, dan aturan agama yang kita anut.

Walaupun demikian perbedaan tetap ada, dan tidak mungkin dihindari, ada saja alasan orang untuk berbeda dengan yang lainnya, banyak alasan yang diajukan untuk bisa berbeda dengan orang lain, dan memang manusia diciptakan berbeda, sikap dan tingkah lakunya, yang kita perlukan adalah cara untuk mengelola perbedaan itu agar tidak menjadi keributan tetapi sebaliknya menjadikan kekuatan bagi kita untuk maju.

Dan ternyata menemukan cara untuk mengelola perbedaan itulah yang tidak mudah, walaupun sudah ada norma masyarakat dan aturan agama, tetap saja cara yang tepat untuk mengelola perbedaan itu sulit didapat formulanya. Yang paling menonjol faktor penghambatnya adalah ego masing-masing individu.

Jadi diperlukan keluasan hati untuk dapat menerima perbedaan, dengan demikian kita akan berusaha untuk merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain ketika berbeda dengan kita. Diperlukan kedewasaan berfikir untuk dapat menerima perbedaan, dengan demikian kita akan mencoba untuk memahami jalan pikiran orang lain ketika berbeda dengan kita. Diperlukan pengendalian emosi untuk dapat menerima perbedaan, dengan itu kita tidak terpancing pada kemarahan yang menyebabkan pada pertengkaran, keributan dengan orang lain yang berbeda dengan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar