26 Desember 2009

Mr. Bean

Tertawa terbahak-bahak jika menonton film Mr. Bean untuk yang pertama kalinya, lalu kita berkata gila ... ada ya orang seperti itu ... jahil, pelit, tapi banyak akal dan sangat-sangat kreatif.
Sampai sekarangpun sudah beberapa kali menonton masih saja mengundang tawa.

Ketika aku melihat kisah suksesnya dari awal dia merintis untuk menjadi komedian kelas dunia, sehingga bisa disejajarkan dengan Charlie Chapplin (lupa lagi nulisnya), ada rasa hormatku pada Rowan Atkinson pemeran Mr. Bean dan timnya.

Mr. Bean lahir dari proses pemikiran yang panjang melalui dialog dan diskusi-diskusi pemain dan penulisnya. Juga melalui latihan yang keras dari pemainnya, ada satu adegan yang harus dilatihnya selama 8 jam. Dan melalui pematangan konsep dengan pertunjukkan-pertunjukkan dari panggung ke panggung, sehingga lahirlah karakter Mr. Bean.

Ternyata untuk mendapatkan karakter yang tampak begitu bodoh itu bukanlah hal yang mudah. Satu lagi pelajaran untuk sukses.

19 Desember 2009

Maniak TV

Hampir semua orang sekarang ini suka sekali nonton tv, dari kakek-nenek sampai anak-anak bahkan bayi sekalipun. Menonton tv sudah menjadi kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi seperti makan dan minum.

Jujur aku adalah salah satu dari banyak manusia yang sangat-sangat suka nonton tv. Apa yang aku dapat dari nonton tv? Banyak, tapi jujur saja yang paling utama adalah hiburan. Dari nonton tv aku bisa dapat berita, info-info penting dan menarik, film bagus, lagu bagus, humor yang bisa buat aku terbahak-bahak, dapat juga pemikiran yang buat aku merenung dan lain sebagainya.

Nah sekarang yang jadi masalah adalah aku ini terlalu banyak membuang waktuku di depan tv, sehingga banyak pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan jadi terbengkalai. Tapi memang sulit untuk terlepas dari kebiasaan yang sudah mendarah daging, butuh perjuangan keras agar terlepas dari ketergantungan pada tv. Ayo berjuang everybody.

22 November 2009

PUZZLE

Bermain acak gambar adalah permainan yang sedang disenangi si ade sekarang-sekarang ini apalagi banyak variasi gambar yang ditawarkan oleh sofware permainan itu.

Tertatih-tatih ia mencoba untuk menyusun gambar yang sudah diacak, memang sulit dilakukan oleh anak seusianya bahkan oleh kakaknya sekalipun, tapi ia selalu berusaha untuk menyusunnya dengan penuh kesabaran, ia terlihat mencoba untuk mengerti gambar yang harus disusunnya, walaupun pada akhirnya ia lebih banyak menyerah.

Kehidupan kitapun seperti menyusun acak gambar, satu per satu gambar kita dapatkan untuk kita tempelkan pada album besar kehidupan kita.

Kadang kita sulit untuk mendapatkan potongan gambar dari suatu permasalahan sehingga hampir-hampir kita menyerah dibuatnya.

Tapi dilain waktu kita begitu mudah untuk mendapatkan potongan gambar yang kita inginkan.

19 November 2009

Mana Yang Benar?

Setiap hari kita disuguhi perdebatan-perdebatan tentang hukum dan lain-lain, dan pihak-pihak yang berdebat selalu memandang persoalan yang sama dalam sudut pandang yang berbeda, yang menurutku itukan masalah hukum yang sudah jelas pasal-pasalnya, ayat-ayatnya dan buku-bukunya. Tetapi apa yang aku saksikan berbeda dengan anggapanku, ternyata walaupun dari bidang ilmu yang sama ternyata masih saja berbeda.

Mana yang benar? Itulah pokok masalahnya. Jika sudah tahu mana yang benar, barulah dapat ditentukan hukum apa yang harus dijatuhkan. Kita sebagai penonton dan pendengar rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu keputusan. Tapi rasanya kita harus lebih bersabar, karena masalah-masalah sekarang ini begitu kompleks.

Sebagai masyarakat kita menginginkan keadilan yang seadil-adilnya, karena ini juga merupakan bagian dari kepentingan kita, bagaimana tidak kasus-kasus tersebut langsung maupun tidak langsung berdampak pada masyarakat. Masyarakat akan merasakan akibat kasus-kasus seperti korupsi, penyuapan, pemutar balikan fakta, pemfitnahan dlsb dalam kehidupannya sehari-hari. Jika kasus-kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan baik sekarang ini, maka akan banyak lagi kasus-kasus yang lain akan menyusul.

Kita menginginkan pejabat-pejabat yang berwenang yang nota bene adalah para pemimpin kita mau bersikap jujur dan menjunjung kebenaran, sehingga benar-benar menjadi panutan bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat kita tenang dan damai.

Memegang teguh kebenaran sekarang ini ibarat menggenggam bara api.

03 September 2009

Gempa Ini Kasih Sayang Allah

Gempa menimpa kita berkali-kali, berulang-ulang. Benarkah penyebabnya hanyalah gejala alam yaitu pergeseran lempeng di dasar laut? Bencana tidak datang dengan sendirinya, kita jugalah yang mengundang datangnya bencana, walaupun pada kasus gempa ini sulit untuk dicerna dengan akal. Tapi akan mudah mencernanya pada peristiwa banjir dan kebakaran, bukankah banjir dan kebakaran adalah akibat dari ulah manusia?

Aku percaya setiap musibah adalah akibat perbuatan manusia yang sudah keluar dari aturan main yang ditentukan Allah. Dengan kata lain musibah ini datang akibat akumulasi dosa yang diperbuat di suatu daerah, yang akibatnya akan menimpa juga orang-orang yang tidak ikut berdosa.

Gempa ini suatu peringatan Allah pada kita semua agar kembali pada rel yang sudah ditentukan. Gempa ini kasih sayang Allah yang masih mau memberi peringatan agar kita bisa menimbang diri kita sebelum ditimbang Allah diakhirat kelak.
Dengan gempa ini Allah memberikan surga pada orang-orang yang dikehendakinya.

Ampuni Kami ya Allah

Sore itu aku sedang bermain dengan kedua anakku di tengah rumah, tiba-tiba bumi berguncang dengan guncangan yang paling hebat yang pernah aku alami. Panik merasakan goncangan, panik mendengar bunyi pintu berderit, panik mendengar teriakkan istriku memerintahkan kami agar keluar rumah, panik mendengar tangisan anakku yang besar, dan banyak hal lain yang membuatku panik.

Alhamdulillah kami sekeluarga baik-baik saja tidak kurang suatu apapun, memang di kecamatanku tidak ada kerusakkan yang berarti, alhamdulillah.

Hampir maghrib barulah kami masuk ke rumah, itupun dengan perasaan ragu, takut kalau-kalau ada gempa susulan. Malamnya aku tidur bergantian dengan istriku, harus ada yang tetap sadar malam itu. Listrik padam hampir satu jam sekali sampai waktu sahur. Semalaman aku nonton tv dan internetan untuk mengetahui apa yang terjadi, aku kaget ternyata gempa ini cukup hebat 7,3 SR dan memakan korban nyawa dan harta yang tidak sedikit.

Makin sadarlah aku bahwa Allah Maha Perkasa, mudah bagiNYA berbuat apa saja yang dikehendakiNYA, mudah-mudahan ini tanda kasih sayangMU ya Allah, bukan murkaMU pada kami yang banyak khilaf, mudah-mudahan ini cobaan bukan siksaMU.

26 Agustus 2009

Lamunan

Waktu yang kulalui sekarang ini terasa banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik, banyak rencanaku yang tidak berjalan dengan lancar. Itu aku sadari tetapi sulit sekali untuk memperbaikinya. Sifatku menunda pekerjaan mulai mendatangkan masalah dengan terus menumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan, juga menjadi beban pikiran yang terus ingat apa yang harus dikerjakan tetapi malas untuk itu.

Waktuku banyak terbuang sia-sia karena aku sering melamunkan banyak hal dari yang kurasa berguna sampai yang tidak berguna. Mungkin ini yang dimaksud agama dengan "panjang angan-angan". Aku berharap itu tidak semuanya lamunanku sia-sia belaka, aku berharap ada gunanya bagiku walau sedikit. Kalau mau bela diri pasti aku mengatakan itu bukan lamunan, tapi itu adalah perenungan, tapi aku tidak mau bela diri dan lebih suka dikatakan lamunan.

Paling tidak bagiku lamunan dapat sedikit meringankan beban dihati ini. Lamunanku adalah pelampiasan dari ketidakpuasanku atas apa yang terjadi disekelilingku. Ingin berteriak malu, ingin marah gak berani, ingin nonjok juga gak berani, jadi pelampiasan yang paling aman adalah melamun. Dalam lamunanku semua dapat diatasi dengan baik, dan yang penting sesuai dengan keinginanku.

03 Agustus 2009

Peristiwa Disekitar Kita

Banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Dari peristiwa yang biasa-biasa saja sampai peristiwa yang tidak biasa, peristiwa yang luar biasa, yaitu peristiwa yang menyebabkan perubahan drastis pada keadaan seseorang, misalnya saja kematian seseorang yang membawa perubahan pada orang-orang yang ditinggalkan, perkawinan yang mengikat 2 keluarga menjadi satu keluarga yang lebih besar, kecelakaan dapat menyebabkan cacat pada seseorang bahkan kematian, kebakaran, banjir, gempa bumi, longsor dlsb.

Pada setiap peristiwa yang terjadi seharusnya kita bisa mengambil pelajaran. Yang nantinya bisa digunakan untuk persiapan dalam menghadapi peristiwa yang mungkin terjadi. Dengan persiapan yang baik kita akan lebih kuat dan lebih tegar jika ada peristiwa yang menimpa kita.

Suatu peristiwa bisa menjadi momen penting dalam hidup seseorang, bisa menjadi titik tolak bagi kita untuk lebih baik atau jadi lebih buruk. Diperlukan kearifan kita untuk membaca atau menarik hikmah dibalik setiap peristiwa yang terjadi silih berganti. Dan meminimalkan akibat negatif dari suatu peristiwa.

Peristiwa yang menyenangkan dan peristiwa yang kurang menyenangkan datang silih berganti, itu harus selalu kita sadari, dan jangan kita mengeluh jika mendapat kesusahan dan jangan terlalu senang jika mendapat kesenangan.

30 Juli 2009

Teman

Akan sulit mendefinisikan arti seorang teman, tiap orang punya pendapat yang berbeda tentang teman. Orang akan merasakan siapa itu teman dari perasaannya sendiri, bagaimana kriteria seorang teman dari sudut pandangnya sendiri. Apakah teman adalah setiap orang yang bersama kita? Apakah teman adalah orang yang bersama kita dalam suka ? Ataukah teman adalah orang yang tetap bersama kita dalam kesusahan?

Sadar atau tidak sadar, teman merupakan bagian penting dari hidup kita. Teman merupakan bagian dari cerita keberhasilan dan kegagalan kita dalam mencapai apa yang kita inginkan. Banyak cerita keberhasilan karena teman, juga banyak cerita kegagalan dan kehancuran karena teman. Banyak orang yang bangkit karena teman, banyak juga yang justru terjun menuju kehancuran karena teman.

Kita kadang menilai seseorang dari teman bergaulnya, walaupun cara seperti ini tidak selalu benar tapi begitulah yang berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering berkata ”pantas kalau dia berlaku begitu, lihat saja teman-temannya”. Oleh karena itu kita harus berhati-hati memilih teman, dalam arti teman dalam pergaulan sehari-hari, walaupun kita tetap harus mengenal banyak orang. Tidak selalu yang kita kenal adalah teman pergaulan kita, jadi tidak salah jika orang menilai kita dari teman pergaulan kita, teman dijadikan cermin untuk mengenal kita.

Pertemanan baik akan membawa kebaikan dan pertemanan jelek akan membawa kejelekan bagi kita. Normalnya kita tentu akan memilih pertemanan baik karena baik untuk kita, tapi jangan lupa bahwa pertemanan ini harus membawa kebaikan juga bagi orang yang berteman dengan kita. Jadi jangan hanya menuntut mempunyai teman yang baik, tetapi kitapun harus baik.

27 Juli 2009

Anda Puas?

Memuaskan banyak orang dalam hal apapun akan sulit dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang, yang paling mungkin adalah meminimalkan ketidakpuasan itu dengan berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Pelayanan harus memegang prinsip adil, yang maksudnya semua orang dianggap penting untuk dilayani sehingga pelayanan kita sama terhadap semua orang, tidak ada yang diistimewakan semua sama. Pelayanan akan mulai tidak memuaskan ketika ada satu atau beberapa orang yang diistimewakan, ini akan memancing yang lain meminta untuk diistimewakan juga.

Pelayanan harus tanggap terhadap permintaan orang lain, segera layani jangan ditunda-tunda, selama permintaan itu wajar tidak dibuat-buat. Harus dibuat skala prioritas apa yang harus didahulukan terutama jika anggaran terbatas.

Masih banyak yang harus dilakukan oleh orang atau kelompok orang yang bertugas dalam hal pelayanan baik dalam kalangan terbatas atau yang lebih luas lagi. Dan kebanyakan kita bertugas untuk melayani baik satu, dua orang atau lebih.

Memahami orang-orang yang kita layani adalah hal yang penting karena dengan demikian kita akan siap untuk kritik ketidakpuasan mereka. Itu selalu terjadi walaupun kita sudah berusaha melayani semaksimal mungkin. Memang sulit memuaskan semua orang.

26 Juli 2009

Doaku

Aku bersyukur padaMu ya Allah
Banyak keinginanku Kau kabulkan
Kau berikan aku pekerjaan yang baik
Kau berikan aku
keluarga yang baik
Kau berikan aku penghidupan yang baik
Kau berikan aku istri yang baik
Kau berikan aku anak-anak yang jadi kebanggaanku
Kau berikan aku semua yang aku inginkan
Ya Allah ampuni aku jika aku kurang mensyukuri nikmat yang Kau berikan
Ya Allah jangan Kau cabut nikmatMu jika aku kurang bersyukur
Ya Allah
tambahlah nikmatMu padaku, pada keluargaku
Ya Allah jadikan aku orang yang pandai bersyukur
Ya Allah jadikan aku orang yang selalu berusaha berbuat baik
Ya Allah jadikan aku orang yang mencintai kebenaranMu
Ya Allah jadikan aku orang yang dapat membedakan yang hak dan yang batil
Ya Allah jadikan aku orang yang bermanfaat bagi orang lain
Ya Allah
jangan jadikan aku beban bagi keluarga dan orang-orang disekitarku
Ya Allah jangan bebankan padaku beban yang tidak dapat aku menanggunnya
Ya Allah matikan aku dengan jalan yang baik dan mudah
Ya Allah terimalah doaku

23 Juli 2009

Ramadhan Sebulan Lagi

Tak terasa sebulan lagi kita akan masuk ke bulan Ramadhan. Aku harus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh rahmat ini. Aku harus mempersiapkan Isma anakku untuk ikut shaum seperti tahun kemarin, dia batal 2 hari, moga-moga ia kuat shaum full satu bulan penuh.

Tantangan untuk Isma sekarang makin berat, karena ade Upi sekarang sudah pinter jajan, yang pasti akan membuat Isma 'kabita' berat yang akan mengancam stabilitas shaumnya. Berarti aku harus lebih pandai membujuk Isma untuk tetap shaum sampai maghrib.

Kasihan sebenarnya melihat Isma menahan haus dan lapar, tetapi aku harus melatihnya melakukan shaum agar nantinya setelah baligh dia terbiasa melaksanakan shaum. Lagi pula kasihan itu bukan berarti aku harus selalu menuruti kemauannya, tetapi harus bisa mengendalikan tingkah lakunya agar tidak jadi 'pikasebeleun batur', yang pasti untuk kebaikan dirinya kelak.

Boleh Begadang

Begadang boleh saja, asal ada gunanya. Itu pesan Bang Rhoma.

Dua malam sudah aku begadang demi mengerjakan tugas buat jadwal yang baru, terpaksa kutinggalkan empuknya springbed di malam hari, setelah minggu lalupun demikian, yach apa boleh buat aku kerjakan dengan berat hati.

Ternyata buat jadwal sama dengan isi TTS, sama-sama asah otak. Utak-atik angka, geser atas geser bawah, kalau udah mentok diperlukan sedikit manuver agar tetap bisa digeser tanpa bentrok. He...He...He pasti bingung kalau cuma baca caranya tanpa praktek langsung.

Karena cuma ada penambahan maka penyusunan jadwal ini cukup cepat, hanya 2 malam he..he..he aku puas banget, walaupun mataku kelihatan kayak orang mabok, hoooakhh ngantuk banget.

Wadoooooh

Diam termenung ketika aku tahu harus mengulang lagi pekerjaanku. Tapi mau tak mau harus aku kerjaan juga. Harus memaksakan diri untuk itu.


Rasanya baru saja lepas beban ini tapi tiba-tiba harus merasakannya lagi dalam waktu yang sangat sangat dekat, untuk memulainya .... huh berat banget. Mau protes tapi ... gaklah gak enak juga, lagi pula itu adalah resiko tugas, malu kalau gak beres.

Harus bisa ... Harus bisa ... harus bisa, bagaimanapun aku harus bisa.

22 Juli 2009

Pak Guru gak Shaum

Hari senin siang, walau libur aku harus ke sekolah karena banyak file yang harus diprint untuk hari selasa besoknya.

Ternyata di sekolah banyak juga siswa yang sedang mengerjakan tugas untuk acara "rajaban", jadi walau libur sekolah tetap rame.

Karena udah siang maka kami guru-guru yang sedang kerja memutuskan untuk beli makanan pengganjal perut, lalu makanlah kami.

Sewaktu kami makan masuklah dua orang siswi untuk menanyakan sesuatu, secara otomatis kami menawarinya makan, tapi ternyata mereka sedang shaum. Kami cuma bisa nyengir aja, waduuuh malu rasanya sama mereka, walaupun hanya sunnah.

Takut Dikoreksi

Waduh beberapa hari ini aku takut ketemu teman2 rekan kerja, bukan aku punya salah tapi aku paling takut hasil kerjaku ada yang tidak sempurna, sehingga dikoreksi rekan-rekanku.

Itulah jeleknya aku, takut dikoreksi orang lain. Banyak alasan yang kubuat untuk membenarkan hasil kerjaku, walaupun ternyata ada kesalahan yang aku buat pada pekerjaanku, itu aku sadari betul.

Aku sadar bahwa hasil koreksi orang lain akan menyempurnakan hasil kerjaku, tapi tetap saja yang pertama aku lakukan adalah menolak koreksi tersebut walaupun tidak terang-terangan, tapi akhirnya aku terima juga koreksi itu.

Aku berpikir kalau akhirnya diterima juga, buat apa aku menolaknya dulu. Tapi kalau lagi bete, aku akan menolaknya dengan mengatakan "memangnya Anda bisa mengerjakan apa yang saya kerjakan?" . He..He..He.

21 Juli 2009

Menuliskan Kata Hati

Menuliskan kata hati ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ternyata sulit juga menuliskan "kata hati" ini dengan kalimat-kalimat yang baik dan enak dibaca, dengan paragraf yang terurut dengan lancar, walaupun "kata hati" sudah memenuhi ruang pikiranku.

Banyak kata hati ini yang sulit untuk dituliskan karena takut menyinggung orang lain, tidak etis dan lain sebagainya, maklum sudut pandangku tidak mungkin selalu sama dengan orang lain.

Aku salut pada orang yang mampu menuliskan segala unek-uneknya yang kasar sekalipun dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca, lancar dan terpenting tidak menyinggung pembacanya. Jadi unek-unek tersalurkan, bisa dibaca orang lain, dan tidak menyinggung.

Akupun salut pada orang yang mampu menuliskan kata hatinya dengan sangat indah, sehingga pembaca ikut hanyut dalam tulisan tersebut seolah-olah mengalami sendiri emosi penulis.

20 Juli 2009

Sungguh Terlalu

Pada khutbah jum'ah seorang khatib muda membacakan ayat-ayat al-quran, yang intinya menginformasikan bahwa, niat baik seseorang dinilai sebagai suatu pahala, amal baik dinilai sepuluh kali lipat bahkan tujuh puluh kali bahkan sampai tak terhingga, sedangkan amal jelek seseorang dinilai satu kejelekan dan niat jelek tidak dihitung sebagai kejelekan.

Lalu khatib itu menyuruh kami, para pendengarnya untuk menghitung kebaikan dan kejelekan yang sudah dilakukan pada hari ini. Banyak mana nilai kebaikan atau nilai keburukan kita?

Lalu diakhir khutbahnya, khatib mengatakan "dengan cara perhitungan yang ditetapkan-Nya, maka 'sungguh terlalu'
jika pada hari kiamat nanti timbangan kejelekan kita lebih berat daripada kebaikan kita".

Istirahat

Kunikmati sore ini dengan duduk santai di ruang tamu sambil melihat anak2ku bersama teman2 mereka bermain di halaman depan rumahku.

Senang sekali melihat mereka bermain, berlari-larian kesana kemari tanpa kenal lelah, berteriak lepas tanpa beban, tertawa bebas tidak dibuat-buat.

Libur dua hari berturut-turut aku manfaatkan betul-betul untuk istirahat setelah tidak seharipun aku merasakan libur sekolah tahun ini, untuk 'menyelesaikan' PSB penerimaan siswa baru dan yang paling berat di awal tahun adalah 'menyusun' jadwal pelajaran "moving class".


Kegiatanku seharian ini cuma tidur, nonton tv dan duduk-duduk sambil ngasuh anak-anak.

Pokoknya aku full istirahat, full tidur, full ngasuh sampai puas.

19 Juli 2009

Yang Terbaik untuk Anak Kita

Untuk kebaikan anak, apapun akan dilakukan orang tua. Kita sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Kita mempersiapkan anak-anak untuk kehidupannya dimasa depan yang tentunya berbeda dengan kehidupan sekarang ini.
Tantangan yang akan dihadapi anak kita akan berbeda dengan tantangan yang kita hadapi sekarang.

Untuk mempersiapkan anak kita menghadapi masa depannya, kadang kita bertindak berlebihan, misalnya saja dengan memasukkan anak ke sekolah favorit yang kita tahu pelajarannya sangat banyak, padat dan banyak tugas, juga PRnya. Ini bisa cocok untuk sebagian anak tapi tidak untuk anak pada umumnya (menurut pendapatku). Menurutku sekolah ini akan merampas banyak waktu bermain anak-anak, sehingga secara tidak sengaja orang tua sudah bertindak zholim pada anak-anaknya sendiri.

Belum cukup dengan padatnya kegiatan dan pelajaran di sekolah, orang tua kadang memasukkan anak ke kelas-kelas kursus atau les, misalnya bahasa inggris, musik dlsb. Sekali lagi menurutku ini tidak baik untuk anak pada umumnya.

Anak tetaplah anak yang perlu untuk bermain, berimajinasi, yang tentunya baik untuk perkembangannya, secara fisik maupun emosional.


Orang tua tidak boleh mudah terpengaruh untuk memasukkan atau mengikut sertakan anaknya ke kelas-kelas tambahan diluar jam sekolah, jika dianggap penting maka harus ada skala prioritas misalnya semester ini masuk kelas musik, semester sesudahnya kelas bahasa inggris. Jangan disekaliguskan dalam semester yang sama, ini untuk menghindari rasa bosan anak kita, dan malah mogok di tengah jalan.

Jadi orang tua sekarang ini dituntut bisa memilih dari banyaknya program pendidikan yang ditawarkan, sesuai dengan minat dan kemampuan anak, bukan sesuai dengan keinginan dan ambisi kita. Wajar kita punya keinginan tapi jangan "terlalu" memaksakannya.

02 Juli 2009

Logika yang Kebalik (2)

Hargai orang yang ingin bangkit dari keterpurukan. Hargai usaha orang yang ingin memperbaiki diri. Hargai orang yang ingin menjadi lebih baik. Hargai orang yang ingin jadi orang baik.

Lebih bagus bekas orang jahat daripada bekas orang baik.

Orang kecil yang jujur lebih pantas dihargai dan dihormati daripada orang yang punya jabatan tetapi tidak jujur.

Orang miskin yang jujur lebih pantas dihormati daripada orang kaya yang tidak jujur.

Sudah biasa kita ini lebih menghormati orang kaya daripada orang miskin, walaupun kita tahu orang kaya itu bukanlah orang yang jujur dan kita tahu juga bahwa orang miskin itu orang yang jujur.

Sudah biasa juga kita ini lebih menghargai pejabat atau atasan yang kita tahu tidak jujur daripada rekan kita atau bawahan kita yang jujur.

Memang logikanya sudah kebalik-balik.

01 Juli 2009

Logika yang Kebalik

Logikanya orang biasa atau yang kurang mampu lebih berhak mendapat lebih banyak daripada orang yang mampu dan orang2 kaya, tetapi pada kenyataannya yang terjadi adalah kebalikannya. Logika ini tidak berlaku dimasyarakat kita pada umumnya.

Pikiran ini biasa muncul jika aku mendapat undangan, nikahan atau khitanan atau walimatusshafar orang yang mau pergi haji, atau kalau mau menengok orang sakit.
Sudah menjadi tradisi bagi kita untuk membawa "amplop", nah disinilah masalahnya, biasanya kalau kita akan "ngamplop", kita mikir dulu, kalau orang biasa-biasa atau kurang mampu, "amplop" kita berisi sedikit rupiah, tapi sebaliknya untuk orang kaya rupiahnya banyak. Inikan logika yang terbalik.

Terutama untuk walimatusshafar yang akan pergi haji, janggal rasanya kalau kita "ngamplop", sudah jelas orang itu mampu membayar ONH, kenapa lagi harus kita sumbang. Kita yang gak mampu bayar ONH nyumbang orang yang mampu bayar ONH? Apa gak kebalik?

23 Juni 2009

Cinta

Cinta, kata yang sangat akrab di telinga semua orang. Cinta milik semua orang. Semua orang berhak mencintai dan dicintai. Kita tidak dapat melarang orang untuk mencintai.

Ribuan bahkan jutaan lagu cinta telah dikarang, ribuan bahkan jutaan puisi telah diciptakan, jutaan kisah cinta telah ditulis, jutaan surat cinta telah dikirimkan, jutaan kata cinta telah diucapkan.

Cinta adalah tema yang paling mudah untuk dikisahkan, cinta tak kehabisan kata-kata, cinta sumber inspirasi yang tak pernah habis, cinta sumber kekuatan, cinta awal dari perjuangan, cinta awal dari pengorbanan, cinta sumber dari banyak laku kita.

Cinta bisa menyenangkan, bisa juga menyusahkan
Cinta bisa menguatkan, bisa juga melemahkan.
Cinta bisa buat kita optimis, bisa juga buat kita pesimis.
Cinta bisa melapangkan, bisa juga menyempitkan.
Cinta bisa menjernihkan, bisa juga mengeruhkan.
Cinta bisa membangun, bisa juga merusak.

Cinta bagai tumbuhan, bibit cinta dan tempat menyemai cinta yang baik akan menumbuhkan pohon cinta yang baik pula. Pohon cinta yang disiram dengan air cinta dan dipupuk dengan pupuk cinta akan menjaga pohon cinta tumbuh dengan baik dan subur. Pohon ini akan menyenangkan orang yang melihatnya.


Cinta harus selalu dijaga, harus diperjuangkan, harus ada pengorbanan untuk cinta. Ucapkan cinta pada istri kita, pada anak kita, pada ibu kita, pada ayah kita, pada adik kita, pada kakak kita dan pada orang-orang yang kita cintai.

22 Juni 2009

Hhhmmm

Acara yang dilakukan setahun sekali salah satunya adalah pelepasan siswa yang telah lulus ujian nasional dan ujian sekolah.

Acara yang kurang aku sukai karena acara yang biasa disebut acara perpisahan itu cukup membuat hati ini seperti kehilangan sesuatu, seperti ada yang hilang.

Anak didik yang biasanya bertemu setiap hari di sekolah sekarang tidak lagi. Dari anak yang baik sampai anak yang terbilang nakal pada hari itu mencium tanganku sambil terucap kata terima kasih pak, hatur nuhun pa.

Diperlakukan seperti itu aku hanya bisa tersenyum tak bisa berkata-kata, bukannya sombong tapi aku takut suaraku gak bisa keluar karena menahan tangis.

Selamat berjuang murid-muridku, semoga tercapai cita-citamu.

20 Juni 2009

Rumah Soma

Rumah (Saya sebut rumah soma) ini bagai sekolah bagi kami empat bersaudara.

Rumah ini bagai tempat training bagi kami.

Rumah ini tempat kami mengenal kasih sayang, tempat kami belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.

Rumah ini tempat kami mengenal hidup dan belajar bagaimana seharusnya menjalani hidup.

Di rumah inilah kami dibesarkan. Di Rumah ini banyak menyimpan kenangan, senang dan susah ada di sini.

Rumah Soma (jalan Soma) merupakan saksi lahirnya dua adikku, saksi tumbuhnya kami berempat, saksi suka duka kami.

Setelah kami bekerja dan berkeluarga satu demi satu dari kami meninggalkan rumah soma, sekarang tinggal si bungsu dengan keluarganya tinggal disana juga ayah dan ibuku.

Rumah Soma selalu istimewa bagi kami, sekarang merupakan tempat untuk kami kumpul bareng.

15 Juni 2009

Kebersamaan

Kebersamaan dalam suatu keluarga merupakan hal yang harus ada.

Kebersamaan dalam keluarga merupakan ciri bahwa suatu keluarga akan dapat membicarakan banyak hal, sehingga keluarga itu akan dapat memecahkan berbagai masalah secara bersama-sama.

Kebersamaan akan membuat keluarga utuh dan kompak.

Tanpa kebersamaan keutuhan keluarga akan terancam karena kebersamaan adalah bukti dari kepedulian setiap anggota keluarga
terhadap keutuhan keluarganya.

Kebersamaan ini butuh perjuangan dan pengorbanan, karena sangatlah sulit bagi anggota keluarga untuk menyediakan waktu yang sama untuk sekedar berkumpul dalam sehari saja.

Pekerjaan dan jarak tempat tinggal merupakan hal utama yang cukup mengancam kebersamaan ini.


Walaupun teknologi bisa mendekatkan keluarga yang nun jauh disana, bertemu muka secara langsung tetap lebih baik.

13 Juni 2009

RI 1

Setiap hari aku lihat kampanye capres di tv2 yang mirip dengan saling sindir antar capres.

Tapi yang paling seru adalah saling serang antar tim sukses. Lebih mirip berselisih dari pada berdebat, gak semua sich cuma banyak aja.

Sebetulnya kurang baik juga kalau kita nonton orang berdebat setiap hari, maksudnya debatnya para tim sukses yang kalo ngomong gak mau brenti dan gak mau dengerin orang lain.

Didukung oleh stasiun2 tv mereka menunjukkan kabisanya, yaitu berdebat untuk menang, tidak perduli benar atau salah. Kesempatan stasiun2 tv meraup rating tinggi dengan menampilkan debat maut.


Memang wajarlah, kan semua pengen menang. Ya capresnya, cawapresnya, tim sukses dan para pendukungnya.

Bagiku ketiga pasangan sama2 berniat baik, sama2 ingin membangun, sama2 ingin memajukan negara ini, sama2 ingin mensejahterakan rakyat.
Ketiga pasangan ingin rakyat hidup makmur dengan program kerjanya masing-masing.

Siapapun presidennya kita tetap harus kerja seperti biasa kalo kita pengen makan, he he he.


Pada pemilihan nanti kita harus menjaga hubungan baik dengan tetangga2 kita, teman2 kita dan kerabat-kerabat kita walaupun mendukung pasangan yang berbeda, karena kita akan tetap hidup bersama mereka setelah pemilihan. Jangan sampai orang lain yang jadi presiden, kita yang jadi punya musuh.

Me and The Backbone

Udah seminggu ini aku merasa kurang fit, sakit tulang punggungku gak tau apa sebabnya.

Semangat kerjaku jadi memble, enaknya tiduran aja, kalo udah gitu pasti mata ini terkena dampaknya, jadi ngantuk luar biasa.

Bangun tidur pagi bukannya seger malah pegel luar biasa.


Mungkin ini satu tanda kalau aku kini sudah tidak muda lagi, sekarang ini banyak yang terasa tidak nyaman pada badanku ini. Gak kayak waktu dulu begitu kuatnya kondisi tubuh ini jarang sakit, jarang masuk angin, jarang pegel-pegel dll.

Tanda-tanda orang yang sudah tidak muda lagi versi aku :
- gampang masuk angin
- gampang pegal-pegal
- mata mulai kabur
- gigi mulai keropok
- pendengaran mulai terganggu
- konsentrasi mudah terganggu
- daya ingat menurun, sulit ingat mudah lupa
- sering sakit kepala
- gampang pilek
- gak suka suara musik yang keras
- gak suka bepergian
- nanti ditambah lagi

Kita, Orang Lain

Jangan remehkan orang lain, karena kita tidak tahu persis apa kelemahan dan apa kekuatannya.

Orang harus dihormati karena setiap orang punya kelebihan yang belum tentu kita punya, kalaupun ada pastinya beda.

Jangan terlalu melebihkan diri sendiri karena kita pasti punya kelemahan, yang kadang tidak kita sadari. Tidak pantaskan kalau kita bangga dengan kelemahan kita?


Jangan juga anggap remeh diri kita sendiri, kita pasti punya sesuatu yang buat kita jadi istimewa, something special, yang harus kita asah agar orang tahu apa istimewanya kita.

Jangan juga selalu anggap orang lain lebih baik dari kita, itu tandanya kita tidak yakin dengan kemampuan kita, tidak PeDe.

Ambil jalan tengah.

Cuma sekedar warning bagi aku yang sering lupa.

12 Juni 2009

Aku Takut

Dilahirkan
bayi
anak kecil
batita
balita
usia sekolah
sd
smp
sma
pt
kerja
urus pekerjaan
nikah
urus keluarga
punya anak
urus anak
punya cucu
urus cucu
masa tua
mati


Itu urutan yang ada dipikiranku minggu-minggu terakhir ini.

Urutan yang memaksaku sedikit merenung, memikirkan apa sebenarnya yang sedang aku jalani, apa sebenarnya yang akan aku hadapi.

Sudah sampai mana aku sekarang?
Baikkah hasilnya?
Aku takut .......

Perjalanan Panjang

Hidup didunia ini sementara, hanya sekedar untuk berteduh dan kita akan melanjutkan lagi perjalanan kita, perjalanan yang sangat panjang, perjalanan yang tiada hentinya, perjalanan yang abadi.


Kita semua tahu bahwa kita semua ada dalam perjalanan, perjalanan untuk menuju keabadian yang dijanjikan oleh yang Maha Pencipta, tapi kita jarang menyadarinya karena memang kita sudah terbiasa dengan perjalanan ini sehingga perhatian kita teralihkan dari tujuan perjalanan ini. Kita lebih asyik menikmati pemandangan dan hal-hal yang terjadi dalam perjalanan yang kita lewati.


Kita boleh menikmati pemandangan yang kita lewati tanpa melupakan tujuan kita melakukan perjalanan ini.

Kita boleh menikmati hal-hal yang kita lewati dalam perjalanan ini, bahkan kita diharuskan memikirkan apa-apa yang kita lewati agar pencapaian tujuan perjalanan kita lebih bernilai.

Jadi saat ini kita sedang dalam proses mencari nilai lebih, nilai plus, agar saat tiba di tujuan kita sampai di keabadian yang lebih baik.

Semua juga tahu bahwa banyak dari kita justru mendapat nilai minus dalam perjalanan ini, yang pastinya akan menempatkan kita pada keabadian yang kurang baik bahkan keabadian yang buruk dan sangat buruk.

Kita semua punya kesempatan untuk mendapatkan keabadian yang baik dalam perjalanan panjang ini.

07 Juni 2009

Tontonan untuk Anak

Setelah menonton salah satu sinetron di tv kesayangannya, keponakanku berkata pada ibunya, "Mah enakan jadi orang jahat daripada jadi orang baik, orang baik banyak susahnya."

Aku pikir anak kelas 2 SD ini tidak salah dalam mengambil kesimpulan, karena sinetron-sinetron sekarang dibuat panjang-panjang dan dalam sekian puluh bahkan seratusan episode diisi dengan berbagai penderitaan si Baik
sedangkan si Jahat hidup dengan nyamannya. Kemenangan si Baik hanya ada pada beberapa episode saja.

Sebenarnya kita semua tahu maksud pembuat sinetron yang intinya si Jahat pasti kalah dan si Baik pasti memang, hanya saja dengan dengan komposisi yang sangat tidak seimbang itu tentunya tujuan itu menjadi kabur, tidak jelas, jangankan untuk anak-anak, orang dewasapun sama saja. Yang terekam dengan baik adalah perilaku buruk si Jahat dan penderitaan si Baik.

Sebetulnya sinetron-sinetron itu untuk dewasa, tapi bukan rahasia lagi jika kita tahu bahwa penonton sinetron sangat banyak anak-anak. Semua orang tahu itu.

Menurutku kesalahan ada dibanyak pihak. Pihak TV menayangkan diwaktu anak-anak masih segar bugar belum tidur dengan alasan Prime Time. Si Pembuat sinetron yang memanjangkan episodenya apalagi kalo laku maka ditambah seasonnya tapi itu tadi tidak berimbang. Dan mungkin yang terakhir adalah para orang tua yang tidak berani melarang anaknya untuk nonton sinetron karena takut dibalikkan oleh anaknya, "kenapa gak boleh kan ibu bapak juga nonton".

Sebagai orang tua memang harus mendampingi anak menonton TV karena banyak yang harus kita terangkan baik tidaknya suatu tontonan pada anak kita karena pada film kartun sekalipun ada sadisme, sarkastik, kekerasan didalamnya.

Memang sulit memilih tontonan untuk anak.

06 Juni 2009

Mengingat-ingat Mati

Lupa-lupa ingat, kalimat yang sudah sangat biasa kita ucapkan sehari-hari, yang artinya menurutku adalah sedikit ingat kebanyakan lupa. Mungkin kalimat itu pertama kali diucapkan orang yang menyadari bahwa kita lebih sering lupa daripada ingat, karena itu ada dua lupa dan satu ingat.

Obrolan disela-sela pekerjaan kemarin berlangsung seru, lumayan banyak topik singkat yang kami bicarakan, kesana kemari sampai akhirnya seorang pekan ketika ditanya kegiatannya sehari-hari menjawab lolobanamah candukul, geus kolot mah inget kana paeh, (banyaknya duduk termenung, sudah tua mah ingat mati), diucapkan sambil bercanda. Setelah aku kembali lagi pada pekerjaanku kata-kata itu tetap terngiang ditelingaku, aku percaya betul rekanku itu sungguh-sungguh mengatakannya.

Aku berpikir coba mengingat kapan terakhir kali aku mengingat-ingat mati, kegiatan yang seharusnya aku lakukan setiap hari, setiap waktu, ternyata kegiatan itu sudah lama sekali aku tinggalkan, ya Allah ampunilah hamba Mu ini. Ternyata sulit sekali menggerakkan hati ini untuk mengingat-ingat mati, beberapa tetanggaku meninggal seharusnya bisa memaksa hati ini mengingat mati, ternyata tidak. Beberapa orang disekitarku mengalami kecelakaan ternyata tidak bisa memaksaku mengingat mati. Ya Allah lunakkanlah hatiku yang keras ini.

Kesibukan dunia ini telah menjauhkanku untuk mengingat-ingat mati, yang teringat hanyalah jadwal kegiatan yang harus aku kerjakan sekarang dan esok hari, penilaian manusia yang aku kejar sehingga aku melalaikan penilaian Allah. Ampuni aku ya Allah.

Aku malu karena aku sering lupa pada Allah, sedangkan Allah tidak pernah lupa padaku.

03 Juni 2009

Berlebihan

Kesederhanaan disukai oleh kebanyakan orang, sebaliknya berlebih-lebihan tidak disukai kebanyakan orang, secara teori itu seharusnya yang terjadi dikehidupan kita, tapi apa mau dikata, ternyata teori itu sedikit-sedikit mulai ditinggalkan orang, sekarang makin banyak orang yang hidup berlebih-lebihan jauh dari kesederhanaan.


Dengan mudahnya kita mendapatkan barang secara kredit, banyak orang yang terlilit hutang. Memang sekarang ini kita harus tahan terhadap godaan untuk memiliki barang-barang yang sebenarnya kurang kita perlukan yang ditawarkan secara kredit.

Bukan tidak boleh kita memiliki barang secara kredit, tapi tentu saja kita harus melihat kemampuan kita untuk membayarnya, walaupun cicilannya ringan tapi jika barang yang kita kredit banyak maka cicilannyapun tidak ringan lagi.


Betul kata pepatah kita harus mendahulukan keperluan kita dari keinginan kita

31 Mei 2009

Kebebasan Memilih

Manusia diberi kebebasan untuk memilih apa yang disukainya dalam hidup ini. Hanya saja untuk setiap pilihan selalu ada konsekuensinya, mau tidak mau, suka atau tidak suka.

Dalam hidup ini manusia harus memilih. Diperlukan keberanian, kearifan dan perhitungan untuk memilih. Tidak boleh asal pilih.


Kesalahan dalam hidup adalah hal yang biasa selama tidak disengaja. Begitu juga dengan memilih, kadang benar kadang salah. Pilihan yang tepat tentunya akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan bahkan lebih dari yang kita inginkan, tetapi jika pilihan kita salah tentunya akan menghasilkan kekecewaan.

Pilihan tetap harus kita lakukan walaupun nantinya kita tahu bahwa pilihan kita salah, yang penting kita harus menarik pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan agar lain kali kita tidak salah lagi dalam masalah yang sama.
Jangan takut dalam memilih, sebab tidak ada manusia yang selalu salah.

30 Mei 2009

Kritik (Pekerjaan yang Paling Gampang)

Ada saja kesalahan yang kita buat dalam mengerjakan suatu pekerjaan, walaupun kita sudah berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin, seteliti mungkin, sedetail mungkin.

Yang paling tidak enak adalah reaksi orang yang tidak bisa menerima kesalahan itu, walaupun kita tidak sengaja membuat kesalahan itu, lagi pula siapa sih yang sengaja membuat kesalahan.


Kalo lagi bete aku suka mikir, kalo banyak kerjaan ya kita banyak juga buat kesalahan, orang yang gak buat kesalahan itu orang yang gak kerja, bisanya cuma ongkang-ongkang, baca koran, ngobrol ngaler ngidul, perintah sana sini, gayanya kayak orang pinter aja, kalo disuruh kerja belum tentu bisa, belum tentu mampu.

Memang paling enak jadi tukang kritik, tukang komentar pekerjaan orang lain, karena yang dinilai adalah kesalahan atau kelemahan orang lain.

Bukannya anti kritik, apalagi kritiknya baik dan disampaikan dengan cara yang baik juga, tapi biasanya kritik itu datangnya dari orang yang aku tahu tidak punya kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan itu, bikin dongkol aja. Jago kritik seperti ini biasanya tidak punya solusi mengatasi kesalahan yang dikritiknya.

Pelajaran yang aku dapat hari ini adalah PERTAMA, jangan mengkritik orang yang melakukan kesalahan sewaktu ia masih terlihat lelah setelah mengerjakan pekerjaan itu. KEDUA, jangan keterlaluan kalau mengkritik. KETIGA, sebaiknya kita kompeten dalam hal yang kita kritik. KEEMPAT, jangan mengkritik dengan maksud menjatuhkan orang lain dan untuk cari muka.

29 Mei 2009

Selamat Jalan Aki Guru

INNALILLAAHI WA INNAILAIHI ROOJIUUN.

Selamat jalan aki guru, begitulah aku memanggil salah satu kakekku yang sekaligus guruku juga guru ibuku. Seorang pahlawan bagi keluarga, yang selalu berkorban demi keluarga, seorang yang selalu berusaha berjalan lurus walaupun banyak kelokan yang bisa saja ditempuh, seorang yang luar biasa, terlihat lemah tapi kuat pendirian luar biasa, terlihat kecil tapi besar jasanya.


Aku ingat cerita ibuku, aki pernah makan nasi dengan garam saja dalam waktu yang cukup lama, karena banyak anaknya sedangkan gaji guru waktu itu sangat memprihatinkan.

Aku ingat pesannya waktu aku dikhitan, kita dikhitan agar kita dapat melaksanakan shalat. Pesan itu masih aku ingat dengan baik.

Waktu masuk SMP, aki adalah guru PMPku, memberiku nilai dengan wajar gak ada istilah nilai untuk cucu, dan jika sedang ngajar seperti gak kenal aku, tidak mau memanjakan cucunya.

Aki juga yang mengantarkanku ke sekolah tempat aku diangkat menjadi guru (di SMAN 1 Kawali). Aku ingat cerita teman guru bahwa aki mengatakan sangat bangga denganku.

Aki juga menyertaiku ketika aku melamar dan menikah, aki ikut memotong rambut anak pertamaku ketika sukuran aqiqah.

Aki sekarang sudah meninggalkan kami, setelah sakitnya yang berkepanjangan, setelah mengantarkan anak-anaknya serta cucu-cucunya menjadi "orang".

Selamat jalan Aki, semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT, semoga ilmu-ilmu yang kau ajarkan pada murid-muridmu terus mengalirkan pahala untukmu. Selamat jalan Aki Guru.

27 Mei 2009

The Legend of Aang

The Legend of Aang film kartun yang aku sukai, aku selalu berusaha untuk menontonnya dengan cara membujuk anakku agar jangan memindahkan channel karena tidak suka filmnya. Kadang sukses kadang gagal. Kemarin sabtu adalah serial terakhirnya.


Terus terang aku sangat kagum dengan ide cerita yang bagus dari pengarangnya dan pembuat filmnya yang membuat The Legend of Aang betul-betul fantastis.

Dulu aku sangat suka nonton Dragon Ball, aku kagum dengan ide pertarungannya yang seru. Tapi semua itu kalah jauh dengan The Legend of Aang.

Aku betul-betul kagum dengan para pengarang cerita tersebut, daya khayal mereka sangat kuat, jadi sambil berkhayal bisa nulis cerita, menghibur orang lain juga dapat uang dari penjualan cerita itu.

Hanya saja sayangnya para pengarang cerita itu bukan orang Indonesia, kalau saja ada orang Indonesia yang bisa menulis dan membuat filmnya sebaik itu, pastinya aku kagum dan bangga.

25 Mei 2009

DON'T PANIC

Don't panic, don't panic, don't panic. Jangan panik. Semua orang pernah panik, panik merupakan reaksi orang dalam menghadapi suatu masalah /persoalan yang tidak biasa atau jarang ditemuinya, misalnya panik ketika menghadapi ulangan, ujian, panik ketika kesiangan masuk sekolah atau masuk kantor, panik ketika belajar mengemudi di jalan raya, panik ketika apel pertama ke rumah si doi, panik dalam menghadapi pernikahan, panik ketika akan mengucapkan ijab kabul dan masih banyak lagi kejadian yang bisa membuat kita panik.

Panik mengalahkan akal sehat, orang panik kurang atau bahkan tidak dapat menggunakan akal pikirannya dengan baik, sehingga tindakannya cenderung tidak terkontrol. Panik membuat orang bisa berbuat macam-macam yang biasanya berakibat kurang baik baginya, minimal perbuatan itu akan disesalinya walaupun tidak berakibat fatal, misalnya menangis, marah-marah. Atau bahkan paniknya seseorang dapat membahayakan dirinya dan orang lain disekitarnya, misalnya paniknya seorang pengemudi kendaraan dapat mencelakakan dirinya sendiri maupun orang disekitarnya.

Panik biasanya terjadi pada orang yang kurang persiapan mental dalam menghadapi suatu masalah /persoalan, sehingga tak terbayangkan apa yang akan dihadapinya, kurang tenang sehingga kurang bisa menguasai dirinya sendiri.

Sering Menghadapi Tantangan
Seringnya menghadapi berbagai tantangan akan mengurangi kepanikan yang terjadi pada diri kita, kita akan siap mental menghadapi hal terburuk sekalipun. Karena sudah terbiasa menghadapi berbagai masalah yang kadang mengejutkan, ia akan bisa menguasai dirinya, misalnya seorang dokter akan tenang menghadapi pasien yang gawat sekalipun.

Pengalaman Mengurangi Kepanikan
Pengalaman dalam menghadapi suatu masalah akan mengurangi kepanikan, misalnya pengalaman seorang sopir dalam mengemudi kendaraannya diberbagai medan akan mengurangi kepanikannya ketika ia melakukan perjalanan menggunakan jalan yang tidak biasa ia lewati dan tidak ia kenal.

Persiapan Mental
Persiapan mental sebaiknya kita lakukan setiap hari, karena kita tidak tahu masalah apa yang akan kita hadapi dan seberapa berat tantangannya.


23 Mei 2009

ISMA


Bagai mimpi memang, Isma anakku yang lahir tahun 2002 sekarang sudah mau masuk SD, baru saja 2 tahun yang lalu Isma masuk TK. Aku tidak mau memaksanya belajar terlalu banyak, jadi aku hanya pasang target dalam 2 tahun di TK, Isma bisa baca Al Quran. Alhamdulillah target itu tercapai plus bonus bisa baca tulis huruf latin dengan lancar (ini gak aneh untuk TK-TK favorit di kota-kota, untuk di daerah hasil ini cukup bagus). Juga yang menggembirakanku, Isma senang menulis dan membaca walaupun tidak pernah aku suruh. Mudah-mudahan saja Isma bisa jadi penulis, minimal diblog seperti ayahnya. Sebenarnya aku ingin ada anakku yang bisa jadi penulis (obsesi ayahnya selama ini yang gak kesampaian).

Akupun seperti tak percaya, sekarang Isma sangat kritis terhadap ayah dan mamahnya, banyak kritikannya yang khas anak kecil yang harus diakui benar, terutama menilai penampilan mamahnya, jika katanya bagus, memang bagus juga kata kita, tapi kalo kurang bagus katanya, memang begitu kenyataannya. Mungkin ini keistimewaan Isma, ia bisa mengingat orang yang baru dijumpainya memakai baju warna apa, celana atau rok warna apa, model apa dan perhiasan yang digunakannya (khas perempuan).

Guru-gurunyapun mengakui kritik-kritik Isma banyak benarnya, juga agak ketus dan terus terang (mungkin karena masih anak-anak yach, mudah-mudahan).

Aku bersyukur punya anak Isma. Isma selalu menjadi penyemangat kerjaku, selain Luthfi adiknya Isma dan tentunya istriku.

Mudah-mudahan Isma bisa mencapai cita-citanya. Amin.

21 Mei 2009

NIKMAT SEHAT

Sedikit sekali aku mensyukuri nikmat yang diberikan Allah padaku, dan aku memohon ampun untuk itu ya Allah, jangan Kau cabut nikmat ini ya Allah, tambahlah nikmat ini ya Allah. (Curang ya, nikmat mau ditambah tapi bersyukurnya malah berkurang).

Kemarin aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan tanganku. Dan aku mendapatkan beberapa pelajaran yang harus aku ingat.

Pelajaran pertama yang aku dapat dari rumah sakit adalah ternyata NIKMAT SEHAT yang diberikan Allah pada kita sangat mahal harganya dan tak ternilai dengan uang semata, karena walaupun kita banyak uang tetapi kalau kita sakit, banyak makanan dan minuman yang mampu kita beli tidak boleh kita makan, jadi kita cuma pengen doang. Walaupun banyak uang kalau kita sakit, pergerakan kita jadi terbatas, perasaan kita tidak enak, bisa jadi mata sulit dibuka karena pusing kalau dibuka, bisa jadi kita dihinggapi kekhawatiran yang amat sangat karena anak kita sakit, istri kita sakit, suami kita sakit, orang tua atau anggota keluarga kita ada yang sakit dan masih banyak lagi yang menunjukkan bahwa NIKMAT SEHAT itu tak ternilai dengan uang semata.

Pelajaran kedua adalah PENTINGNYA KESABARAN. Jika sakit kita harus sabar, ulah aral, jangan marah-marah, jangan menggerutu, jangan terlalu banyak meratap, jangan banyak menyalahkan orang lain, jangan terlalu menuntut untuk diperhatikan dan masih banyak lagi jangan yang lain. Jika sakit kita harus banyak merenung, banyak introspeksi diri, menyadari kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, menyadari kekhilafan-kekhilafan dan dosa-dosa kita, dengan sakit ini kita diberi waktu oleh Allah untuk melakukan itu semua, karena sulit mendapatkan waktu kalau kita sehat.

Pelajaran ketiga adalah PENTINGNYA ORANG LAIN, baik itu ayah, ibu, adik, kakak, istri, anak dan yang lainnya disekitar kita. Banyak orang baru menyadari bahwa kita perlu pada orang lain pada waktu sakit, perlu dipapah ketika berjalan, perlu digendong atau digotong ketika kita sudah tidak mampu berjalan, perlu diantar ke dokter atau rumah sakit ketika sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan masih banyak lagi hal yang menunjukkan perlunya kita pada orang lain.

Pelajaran keempat adalah PERLUNYA PUNYA TABUNGAN KHUSUS UNTUK KESEHATAN, baik itu berupa uang cash maupun berupa asuransi, bukannya kita mempersiapkan agar kita sakit atau ingin sakit, tetapi sebagai manusia kita tidak selalu sehat, pasti ada sakitnya, juga sebagai manusia kita tidak selalu punya uang, sehingga diperlukan tabungan yang dianggarkan khusus untuk biaya perawatan jika kita sakit.

Pelajaran kelima adalah KITA HARUS PUNYA WAKTU KHUSUS UNTUK CEK KESEHATAN atau istilah kerennya General Check Up, ini diperlukan agar kita bisa sejak dini mengantisipasi gejala penyakit yang ada pada diri kita, dan tidak kejadian suatu penyakit terdeteksi setelah menjadi berat.

KESEHATAN memang mahal.


20 Mei 2009

Korban Kekerasan

Akhirnya Siti Khoiriyah, bocah 4 tahun yang tersiram kuah bakso, meninggal dunia. Bocah ini tersiram bakso akibat gerobak baksonya terguling karena direbut oknum satpol PP. Ibunya bahkan tidak diberitahu waktu pemakamannya oleh keluarga dengan berbagai alasan. Ibunya hanya bisa menangis meratapi kepergian Siti Khoiriyah.

Tak terbayangkan bagaimana perasaan si Ibu ditinggalkan anaknya dengan cara yang sangat tragis itu, aku hanya bisa menonton keadaan si Anak dari tv, ketika ia bisa membukakan matanya, walaupun sekujur tubuhnya diperban, aku menonton si Ibu ketika diwawancarai waktu habis membeli obat. Getir aku merasakannya, belum tentu si Ibu dan keluarganya itu punya uang, yang kutahu dari mata si Ibu, ia sangat khawatir dan kebingungan, karena itu juga yang kulihat pada mata istriku ketika anakku sakit, tapi yang pasti kekhawatiran dan kebingungan si Ibu ini jauh lebih hebat, aku yakin itu.

Satu lagi bocah korban kekerasan, yang juga disaksikan oleh banyak bocah yang lain, termasuk anakku. Dia bertanya kenapa itu ayah? Kenapa si Ade dibungkus begitu? Aku tak bisa menjawab menahan tangis.

19 Mei 2009

BELAJAR SEUMUR HIDUP

Hari Minggu kemarin aku nonton acara Kick Andi yang menampilkan orang-orang tua yang masih mau untuk belajar. Aku terharu dengan semangat yang dimiliki oleh orang-orang hebat itu, walaupun usia sudah diatas kepala enam bahkan kepala tujuh mereka masih semangat untuk belajar, menuntut ilmu.

Aku termenung dengan apa yang dilakukan orang-orang tua itu, dimataku mereka ingin memberi contoh pada orang-orang muda untuk mau terus belajar. Belajar bukan hanya di sekolah tetapi dimana saja kita bisa belajar, seperti dicontohkan ibu-ibu tepatnya para nenek yang belajar membaca dirumah sang guru muda.

Terima kasih ibu....., terima kasih nenek ...., yang sudah memberikan sebuah cambukan yang membangunkan aku dari tidurku, yang seakan-akan tugas belajarku sudah selesai. Sudah seharusnya aku merasa malu pada para nenek itu, entah kata apa lagi yang harus aku ungkapkan untuk orang-orang hebat itu.



15 Mei 2009

CARA MUDAH, CARA CEPAT, CARA JITU

Di depanku ada buku Cara Mudah Menghadapi Ujian dan Cara Cepat Mengerjakan Soal, pernah juga aku baca brosur Cara Jitu Memilih Perguruan Tinggi. Di internet sering aku baca Cara Cepat Mendatangkan Uang, Cara Mudah Menghasilkan Uang, Cara Jitu Mendapatkan Uang. Semua menggunakan kata Mudah, Cepat dan Jitu, kata-kata yang disukai oleh banyak orang.

Mudah, cepat dan jitu, mengapa orang suka kata-kata itu? Adakah yang salah dengan kata-kata itu? Orang suka yang mudah untuk menghindari yang sulit, orang suka yang cepat untuk menghindari yang lambat dan orang suka yang jitu untuk menghindari yang meleset, alasan yang sangat bagus dan tidak salah orang lebih menyukai kata-kata itu.

Cara mudah diperoleh orang yang sudah lama menggeluti suatu bidang, karena sudah sering melakukan tugas dalam bidang tersebut, akhirnya orang tersebut mendapat pengalaman bagaimana mengerjakan tugas itu dengan cara yang paling mudah. Jadi cara mudah ini ditemukan oleh orang yang lama bersulit-sulit dengan hal tersebut, begitu pula dengan cara cepat, ditemukan orang yang sering berlama-lama mengerjakan suatu hal, jangan lupa pula cara jitu diperoleh orang yang sudah sering mengalami kegagalan.

Cara mudah, cara cepat juga cara jitu didapat dari pengalaman orang yang sudah berpengalaman dalam suatu pekerjaan, cara-cara itu disebarkan baik dalam bentuk buku, brosur atau tulisan di internet dengan maksud membantu orang lain, sekaligus bisa juga mendapatkan penghasilan. Menolong dan menghasilkan.

Orang sering lupa bahwa cara-cara itu bisa kita dapatkan dengan banyak mencoba dan berlatih, walaupun ada cara mudah tetap saja kita harus bersusah payah dulu untuk memahaminya, bukan karena kita punya petunjuk cara mudah lalu kita langsung bisa mengerjakannya dengan mudah, jangan mimpi ya, he..he..he.

Kata orang kalau kita ingin bisa sesuatu harus ada usaha, harus belajar, harus mencoba, harus bersusah payah untuk bisa mudah, cepat dan jitu. Tentunya kita lebih cepat bisa dari pengalaman orang yang menemukannya.


07 Mei 2009

AKU DAN WAKTU

Pantas jika Allah memerintahkan kita untuk menghargai waktu, dan mengisinya dengan berbagai hal yang berguna dan bermanfaat, rugi orang yang mengabaikan waktu dan tidak mengisinya dengan sesuatu yang berguna, karena waktu tidak pernah berhenti dan waktu tidak pernah berulang.

Aku termasuk orang banyak menyia-nyiakan waktu, walau aku sadari tetapi sulit sekali untuk memperbaikinya. Ironisnya aku merasakan pentingnya waktu malah ketika aku nonton acara-acara olah raga, hampir semua olah raga aku suka menontonnya (tapi tidak suka melakukannya), acara favoritku adalah F1, GP dan mengbal (itusih kata orang sunda untuk sepak bola), betapa 1 detik bisa merubah suatu keadaan.

Dalam olahraga-olahraga itu waktu beberapa detik atau satu detik bahkan perseratus detik bisa menghasilkan perbedaan yang sangat drastis. Terakhir aku nonton semifinal Champion antara Chelsea vs Barcelona, ironisnya Chelsea yang sudah diambang kemenangan harus mengubur mimpinya untuk melangkah ke babak final, ketika pertandingan hanya tinggal hitungan detik.

Lebih ironis lagi ketika pertandingan (yang mengingatkan pentingnya waktu) itu selesai, waktu subuh sudah dekat, jadilah aku ketinggalan tahajud, lewat tahajudku hari ini, wah payah nich.


06 Mei 2009

TERSADAR AKU

Pikiranku tak keruan ketika anakku sakit,
yang ada dalam pikiranku hanyalah anakku,
aku ingin anakku sehat lagi seperti biasa.
Pikiran jelek selalu menyertaiku jika anakku sakit,
takut begini ...., takut begitu ....., selalu ada dipikiranku,
yang membuatku gelisah, resah, juga mengganggu konsentrasi kerjaku,
aku jadi selalu ingin pulang cepat-cepat.

Tidurku tidak nyenyak,
sering terbangun untuk sekedar memegang kepala anakku,
selalu terbangun jika anakku menangis, atau merintih, mengerang
bahkan hanya sekedar sedikit bergerak.


Waktu terasa berjalan begitu lambat,
detik ke detik, menit ke menit terasa sangat lama.
Lain sekali keadaannya jika anak-anakku sehat,
waktu terasa begitu cepat,
tak ada waktu untuk berhenti atau istirahat,
aku selalu bermain dengan mereka sepulang kerja,
sehingga tanpa sadar maghribpun tiba .....
lalu malam .....
tidur .....
dan bangun lagi.

Mungkin keadaan ini yang dialami orang tuaku sewaktu aku masih kecil.
Dan seingatku, aku sering sakit-sakitan,
tak terbayang bagaimana pengorbanan orang tuaku duku.
Bahkan sampai sekarangpun kalau mendengar cucunya sakit,
mereka terdengar sangat panik,
ingin segera pergi menengok cucunya.

Sekarang aku bisa merasakan apa yang dirasakan orang tuaku dulu,
aku bisa memikirkan apa yang mereka pikirkan dulu,
aku bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan orang tuaku dulu.

Sekarang aku mengalami apa yang dialami orang tuaku dulu,
sekarang aku mengalami apa yang dikatakan guru-guruku,
“kamu akan tahu bagaimana susahnya orang tuamu membesarkan kamu, nanti kalau kamu sudah punya anak.”

Terima kasih ibu dan bapak yang sudah membesarkanku,
membimbingku,
mendidikku,
hingga aku menjadi seperti sekarang ini,
hanya Allah yang bisa membalas semua itu......

28 April 2009

Be Yourself

Jadilah diri sendiri, karena dalam dirimu ada sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Dirimu sangat istimewa, spesial.

Seharusnya paling enak jadi diri sendiri, karena kita tampil apa adanya tidak dibuat-buat, dan wajah kita akan terlihat menyenangkan, karena senyum kita sangat wajar.

Aku lebih suka orang seperti itu, biasanya orang ini tidak suka minta diperhatikan dan dipuji, tetapi kitalah yang sukarela memujinya. Biasanya juga orang ini bisa dipercaya.

Sekarang ini sulit menemukan pribadi seperti itu, orang lebih suka berperan menjadi orang lain, yang menjadikannya bertingkah tidak atau kurang wajar, karena memang sulit sekali untuk hidup sebagai orang lain, penuh sandiwara dan kepura-puraan.

Kalau kita rajin nonton tv, kita kenal dong dengan acara “tukar nasib”, kita bisa lihat betapa sulitnya memerankan atau menjadi orang lain, pekerjaan yang terlihat sederhana ternyata sulit dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya. Tidak cuma si ‘kaya’ yang sulit memerankan si ‘miskin’, tetapi si ‘miskin’ pun sulit memerankan si ‘kaya’.

Acara ini mungkin terinspirasi dari kenyataan hidup sekarang ini, dimana orang sulit untuk menjadi dirinya sendiri, orang lebih menginginkan kesenangan orang lain dari pada kesenangan dirinya, berpandangan rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, hidup orang lain lebih baik dari hidupnya, tanpa menyadari bahwa apa yang kita miliki sekarang ini adalah yang terbaik untuk diri kita.

Yang kita miliki sekarang ini adalah hasil kerja keras kita sendiri, kita bisa lebih baik lagi bahkan dibanding dengan orang lain, jika kerja kita lebih baik dari sebelumnya.

Jangan ingin menjadi orang lain, setelah apa yang kita miliki sekarang, karena banyak orang lain yang ingin seperti kita. Jadilah diri sendiri. Be yourself.


25 April 2009

Sepenuh Hati

YANG DIBUAT DENGAN SEPENUH HATI AKAN MENGHASILKAN YANG TERBAIK

Kalimat yang aku dapat ketika sedang istirahat pulang kerja sambil nonton tv, kalimat yang aku dengar dari iklan kecap, pada saat itu aku langsung tersentuh dengan kalimat itu. Kalimat itu membuat pikiranku yang lelah ini melayang pada berbagai kejadian baik yang aku alami maupun yang aku tonton di tv.

Aku berpikir kalaulah setiap orang bekerja dengan sepenuh hati pasti akan menghasilkan yang terbaik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Aku teringat perkataan temanku, ketika mendengarkan syair lagu “ayat-ayat cinta”nya Rossa, ia berkata kalau kita perhatikan kata-kata dalam syair itu biasa-biasa saja, lalu apa yang membuatnya bagus? Pertanyaan yang ia buat lalu dijawabnya sendiri, karena penyanyinya menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati.

Aku teringat pula dengan obrolanku ketika kuliah, aku bertanya pada temanku apa bagusnya lukisan yang dipajang di pameran-pameran sampai-sampai harga jutaan bahkan ratusan juta perak, ia mengatakan bahwa lukisan-lukisan yang mahal itu dibuat dengan sepenuh hati, akan sulit dimengerti oleh orang yang memandangnya dengan mata saja tanpa dengan hati.

Ketika sedang sering-seringnya WS Rendra manggung di Bandung, aku bertanya pada temanku kenapa sih kawan-kawan kita rame-rame nonton pertunjukkannya si Burung Merak itu? Kata temanku, mereka datang kesana ingin mendengarkan “kata hati” si Burung Merak.

Ketika mendengarkan ceramah baik di masjid maupun di sekolah, ada beberapa ceramah yang cukup sederhana tapi mampu membuat hati ini tergerak, kata guru agama temanku pula ajengan itu berceramah dari hatinya sehingga mudah ditangkap oleh hati pendengarnya.

Mungkin semua yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang terbaik, hasil yang jernih, mudah dirasakan dengan nyaman, enak dilihat dan sangat meneduhkan.


24 April 2009

Mengapa Ada Ujian?

Ujian, mengapa harus ada ujian? Ujian ada untuk mengetahui apakah kita siap untuk melanjutkan kehidupan kita pada tahap yang lebih tinggi.

Ujian harus ditempuh untuk kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang lebih tinggi, lebih berkualitas dan lebih dewasa.

Pada ujian ada yang berhasil ada juga yang gagal. Yang berhasil harus bersyukur, dan yang gagal harus mencobanya sekali lagi, dan mencoba lagi sampai berhasil.

Kegagalan tidak boleh menjadi hambatan kita untuk menempuh tahapan kehidupan yang lebih tinggi, tetapi harus menjadi pelajaran untuk bisa lulus pada kesempatan berikutnya.

Semua orang pernah mengalami kegagalan, hanya saja berbeda dalam menyikapi kegagalan itu, ada yang berusaha memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan dapat memperoleh keberhasilan.

Ada juga yang meratapi kegagalan sehingga menambah berat beban yang dipikulnya, tinggal menunggu waktu saja kapan kehancuran akan melumatnya.


Koalisi

Beberapa hari ini tv selalu memberitakan tentang koalisi dan pecah koalisi, karena memang berita ini laku dijual. Aku yang tadinya kurang peduli dengan berita ini, akhirnya tertarik juga karena bertubi-tubinya berita itu sampai di telingaku. Maka jadilah aku komentator tingkat RT dalam masalah koalisi.


Tapi yang aku tahu pecah koalisi itu, lebih berat ke masalah gengsi, tidak mau direndahkan, tidak mau diremehkan, tidak mau didikte orang lain dan lain sebagainya, juga untuk menunjukkan power.

Dan yang aku tahu juga bahwa koalisi itu bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan dan jadi pemenang, jadi nomor 1. Jadi koalisi itu acaranya hitung-hitung kekuatan dan cari teman baru untuk mengalahkan yang lain.

Dimana yach nempatin kepentingan rakyat dalam koalisi? Kok gak ada partai yang koalisi dengan rakyat?

Kebiasaan Telat

Dalam suatu ruangan sudah hadir hampir semua undangan yang akan mengikuti rapat, tetapi rapat belum juga dimulai karena pimpinan rapatnya masih sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan pentingnya. Lalu ada seorang yang nyeletuk, kapan rapatnya dimulai? Dari barisan yang agak jauh ada yang menjawab, Pak sekarang baru jam 11, rapat khan mulainya jam 10. Walau kesal peserta rapat dapat juga tertawa mendengar obrolan tadi.

Akupun berpikir kenapa yach telat sering sekali terjadi di negeri kita? Yang ada dipikiranku adalah mungkin kita sudah tidak begitu peduli lagi dengan orang lain yang sengaja datang untuk memenuhi undangan, sehingga kita tidak merasa malu karena datang terlambat, dan itu sudah menjadi kebiasaan. Yang kedua adalah mungkin kita sudah lupa bahwa janji harus dipenuhi dan ingkar janji itu dosa.

Pernah aku nasehati murid-muridku, bahwa di luar sana kalau kamu sudah lulus sekolah kebiasaan telat akan menjadi masalah yang serius, cobalah kita lihat di sekitar kita.....

tukang dagang yang harusnya bangun jam 2 pagi, ketika bangun jam 3 pagi dia berkata wah udah kesiangan, dan hari itu ia tidak dagang, karena barang yang harus dibelinya pasti sudah habis .... gak kebagian barang.

tukang ojeg yang harusnya bangun jam 4 pagi, ketika bangun jam 5 pagi ia berkata wah kesiangan nich, dan hari itu ia banyak kehilangan pelanggannya karena sudak ditarik/ diangkut tukang ojeg lain.

kuli bangunan yang harusnya datang jam 7, ketika ia datang jam 8 maka ia akan dimarahi oleh orang yang mempekerjakannya, jika ini terus berulang, bukan tidak mungkin ia diberhentikan dan menganggur, celakanya hal ini akan menyebar dari mulut ke mulut sehingga tidak ada lagi orang yang ingin mempekerjakannya.

seorang pegawai yang datang telat, dipotong gajinya sesuai dengan banyak waktu telatnya, dan kondite kerjanya akan jelek.

Telat akan menjadi masalah yang serius bagi kita.


23 April 2009

Dunia Baru

Sebentar lagi siswa-siswa SMA akan lulus sekolah. Mereka akan menghadapi dunia yang lain dari sebelumnya, dihadapkan pada beberapa pilihan yang harus dipilih, kuliah, kerja atau nikah kali yach, tapi tetap saja harus milih kuliah atau kerja.

Mereka akan menghadapi dunia yang keras penuh dengan persaingan, waktu sekolah jika kita kesiangan, paling kita disuruh lari keliling lapang, tapi di dunia baru kini hukuman bisa lebih kejam, bisa saja kehilangan pekerjaan, kehilangan peluang bisnis dlsb.


Di dunia yang baru ini kita dituntut kesiapan untuk menghadapinya. Baik kesiapan fisik, mental maupun kesiapan strategi. Dengan kesiapan tersebut, kita akan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan hidup ini dengan baik, minimal kita tidak akan patah semangat jika ditimpa kegagalan.

Di dunia yang baru kita akan selalu ditimpa kegagalan atau dianugrahi keberhasilan secara bergantian, kita dituntut bisa bangkit dari berbagai kegagalan dan dituntut bisa banyak bersyukur untuk berbagai keberhasilan.

Dari kesiapan yang harus kita miliki, hal lain yang terpenting adalah usaha. Usaha yang sangat keras, ulet dan penuh perhitungan.

Pada murid-muridku, selamat menjalani dunia yang baru.

19 April 2009

Melamun

Melamun, itu yang aku lakukan dibanyak waktu. Melamun membawa aku untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan, meraih semua keinginan, mendapatkan apa yang aku mau, semuanya serba perfect, sempurna.Dalam lamunan tidak ada kegagalan, walaupun ada akan diakhiri dengan keberhasilan yang sangat gemilang.

Setiap hari aku selalu sempat melamun. Kadang lamunan menghabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas-tugas rumahku. Lamunan begitu membuai pikiran dan perasaanku sehingga sulit untuk ditinggalkan. Kadang tak sadar aku mulai melamun, lamunan yang spontan terbesit dipikiranku, ide lamunan yang muncul begitu saja seiring dengan keadaan emosiku.

Pernah aku berpikir mengapa aku sering melamun, tapi tak pernah ada jawaban yang memuaskanku. Mungkin untuk menutupi kelemahanku … bisa juga, tapi segera aku bantah itu dengan mengatakan pada diriku sendiri bahwa melamun itu aku lakukan agar bisa meringankan beban pikiran dan perasaanku. Mungkin juga untuk menyalurkan unek-unek yang tidak mungkin saya ucapkan atau saya lakukan dengan perbuatan …. bisa juga. Bisa juga untuk mendapatkan kesenangan belaka dalam lamunan tersebut.

Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk melamun .... padahal kata psikolog, masa anak-anak adalah masanya berkhayal (sama gak melamun dengan berkhayal?). Aku sering bertanya pada diri sendiri, masa sih aku ini masih ada pada masa berkhayal .... kayak anak kecil. Jadi aku sering bela diri dengan mengatakan aku ini berimajinasi bukan melamun.

Padahal aku berpendapat melamun, berkhayal dan berimajinasi sama saja. Hanya beda pada rasa bahasa saja. Berimajinasi kayaknya lebih bergengsi dari pada melamun dan berkhayal.

Tadi pagi aku membaca tulisan bapak Wimar Witoelar yang intinya mengatakan bagaimana kita bisa mengerti hasil karya orang lain yang dihasilkan dari imajinasinya sementara kita tidak bisa berimajinasi. Film dan novel sulit dipahami jika kita tidak punya daya imajinasi.

Jadi bagaimana? Aku akan tetap berimajinasi.........


15 April 2009

Sifat Orang

”Kalau gak ada saya gak tau apa jadinya”. Kata-kata yang sering terdengar dari orang disekitar kita. Memangnya kalau tidak ada dia kenapa? Kan masih banyak orang yang bisa mengerjakan pekerjaan yang seperti itu. Lagi pula kenapa masalah itu diperbesar? Kan biasa-biasa saja, gak berat dan gak istimewa.

Orang ini kalau mengerjakan suatu pekerjaan selalu berkata pada orang lain, ”kalau gak saya yang ngerjakan gak akan beres, bakalan lama beresnya”. Padahal kalau kita mau jujur, masih banyak orang yang bisa mengerjakan pekerjaan itu, bahkan bisa lebih baik lagi. Hanya saja orang lain tidak menawar-nawarkan diri untuk pekerjaan itu, orang lain biasanya bersedia jika ditunjuk.

Sifat orang memang berbeda, ada yang selalu ingin dipentingkan, ada yang selalu ingin terlihat penting, dan menganggap orang lain tidak terlalu penting, menganggap sebelah mata pada orang lain, tidak sadar bahwa pada dirinya ada kelemahan yang sangat jelas dan semua orang melihat hal itu, bahkan orang yang baru pertama kali bertemupun akan melihat hal ini.

Menganggap diri paling penting inilah sifat yang dimiliki banyak orang. Sifat ini akan membuat orang sulit membaca kelemahan dirinya, karena ia akan mengira dirinya sangat sempurna, dan memiliki banyak keistimewaan yang tidak semua orang punya. Sifat ini nantinya yang membuat orang sulit menerima kritik dan mengakui bahwa pada dirinya banyak sekali kekurangan.

Sifat ini yang akan menghambat untuk memperbaiki diri kita dan membuat kita jalan ditempat, sementara orang lain sudah jauh di depan kita.

”Emangnye kalo gak ada lo kenape?”


10 April 2009

Manusia Optimis

Optimisme harus kita miliki tapi jangan berlebihan. Keyakinan akan kemampuan diri dalam memecahkan masalah adalah rasa optimis, hal ini sangat penting dimiliki oleh setiap orang, jika tidak memilikinya orang akan merasa gamang dan tidak percaya diri. Orang seperti ini akan sulit dalam menyelesaikan masalah.

Orang yang cenderung pesimis akan membesar-besarkan masalah yang dihadapinya sehingga dirinya akan sulit untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah sederhana akan menjadi hambatan yang serius baginya, akan menjadi beban pikiran yang menyebabkannya mendapat masalah yang baru.

Orang pesimis akan mencari kambing hitam untuk disalahkan dalam masalah yang dihadapi, akan sulit untuk introspeksi diri, sebab boleh jadi penyebab masalah itu ada dalam dirinya sendiri. Akan sangat sulit telunjuknya diarahkan pada diri sendiri dan akan selalu diarahkan pada orang lain.

Dengan singkat kata orang pesimis akan mempersulit masalah yang sederhana.

Sebaliknya jika orang mempunyai rasa optimis ia akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, rasa optimis akan menambah tenaga bagi usahanya, rasa optimis akan menambah ketenangan pikirannya dalam menyelesaikan masalah, rasa optimis akan menjadikannya berbaik sangka pada dirinya dan pada orang lain.

Optimisme yang berlebihan tidak baik bagi kita, orang yang berlebihan rasa optimisnya akan memiliki rasa percaya diri yang berlebih pula, hal ini akan membuat orang cenderung mengecilkan atau meremehkan masalah. Setiap masalah yang ada dianggapnya kecil dan tidak berarti. Suatu saat optimisme seperti ini akan menjadi batu sandungan baginya.

Karena merasa masalah yang dihadapinya tidak berarti ia cenderung akan mengesampingkan masalah tersebut, dan akan terus ia lakukan maka suatu saat akumulasi masalah tersebut akan menimpanya dan ternyata orang ini tidak dapat menyelesaikannya.

Dengan singkat kata orang yang terlalu optimis akan meremehkan masalah yang berat sekalipun.


Menyelesaikan Masalah

Setiap orang punya masalah, tugas kita menyelesaikan masalah itu dengan baik sesuai dengan aturan yang semestinya. Orang akan tenang jika dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik, sebaliknya orang akan gelisah jika tidak dapat menyelesaikan masalahnya.

Banyak hal yang menyebabkan orang tidak dapat menyelesaikan masalahnya, salah satunya adalah karena tidak tahu apa penyebab masalah yang dihadapi. Sedangkan hal utama untuk menyelesaikan masalah adalah menemukan penyebab masalah tersebut.

Untuk menemukan penyebab suatu masalah diperlukan introspeksi diri yang tinggi, membuka hati terhadap segala kemungkinan penyebab masalah yang kita hadapi. Mengapa membuka hati kita? Karena penyebab suatu masalah lebih banyak dari diri sendiri dan kebanyakan orang tidak mau terima dengan hal itu dan lebih suka jika menilai orang lain lah yang menyebabkan masalah pada dirinya.

Setelah menemukan penyebabnya barulah kita melangkah untuk menyelesaikan masalah. Itupun harus dengan hati yang tenang, tidak terburu-buru dan dengan keyakinan bahwa dirinya dapat menyelesaikan masalah tersebut. Dan yang penting lagi jangan menyelesaikan masalah dengan menghasilkan masalah yang lain.

Ego merupakan penyebab masalah yang utama dalam diri kita. Ego menyebabkan kita tidak menghargai pendapat orang lain, walaupun pendapat tersebut baik, kita akan memakai pendapat kita sendiri. Sehingga ketika kita salah mengambil suatu keputusan dalam menyelesaikan masalah maka kita akan mendapat masalah baru yang mungkin saja lebih besar.


07 April 2009

Menjaga Kepercayaan

Melakukan suatu pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, seyogyanya dengan sungguh-sungguh, karena dengan demikian kita dapat memperoleh hasil yang maksimal dan sesuai atau setidaknya mendekati sesuai dengan yang diharapkan oleh yang memberikan pekerjaan tersebut.

Yang terpenting kita harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas tersebut sebagai amanat yang dipercayakan pada kita, sehingga orang dapat melihat dan menilai usaha maksimal kita dalam melaksanakannya.

Dipercaya oleh orang lain merupakan kehormatan bagi diri kita, yang berarti kita diperlukan oleh orang lain, seharusnya kita bersyukur pada Allah ternyata diri kita berguna untuk orang lain.

Coba pikirkan bagaimana jika kita tidak dipercaya oleh orang lain, tentunya kita merasa kecewa, karena ada dan tidak adanya kita ternyata tidak berpengaruh pada orang lain, seperti pepatah ”ada tidak menggenapkan, tidak ada tidak mengganjilkan”. Sungguh ironis jika menimpa diri kita.

Untuk mendapatkan kepercayaan orang lain tidaklah mudah, kita harus bisa membuktikan bahwa kita mau bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Dan kepercayaan orang tidak dapat dibeli dengan uang, jika ada orang yang mendapatkan pekerjaan dengan cara membelinya dengan uang maka sudah pasti orang tersebut orang yang kurang baik.

Banyak orang mendapatkan pekerjaan sekarang ini dengan uang pelicin, walaupun nantinya terbukti ia mampu melaksanakan pekerjaan itu dengan baik, ia masih mempunyai predikat orang yang tidak sanggup berkompetisi dengan sehat.

Jika ada sesuatu dengan pekerjaannya, dan menyebabkan ia kehilangan pekerjaan tersebut, maka ia akan sulit mendapatkan pekerjaan lainnya. Dan akan mengulangi cara yang sudah pernah ia lakukan yaitu mendapatkan pekerjaan dengan uang pelicin. Karena ia tidak sanggup berkompetisi.

Jika dalam suatu masyarakat hal tersebut sudah merata, ada dimana-mana maka akan banyak lapangan pekerjaan yang terisi oleh orang-orang yang tidak kompeten, tetapi diisi oleh orang-orang yang mau mengeluarkan uang pelicin. Tinggal tunggu kehancuran masyarakat tersebut karena banyak yang tidak becus dengan pekerjaannya.


06 April 2009

Hidup Manusia

Jatah hidup kita sudah diatur oleh yang maha kuasa. Kita bertugas untuk mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berguna baik untuk kita dan untuk orang lain.


Merupakan pekerjaan yang sulit mengisi hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Jadi jika ada orang yang dapat melakukan hal ini maka orang itu adalah orang yang pandai bersyukur. Orang ini biasanya sangat dibutuhkan oleh orang banyak, karena biasanya orang ini pandai memimpin dirinya dan orang lain.

Manusia harus berusaha menjadi orang yang baik, minimal untuk dirinya sendiri. Jika sudah dapat melakukan itu barulah ia berusaha baik pada orang lain.

Manusia yang baik selalu berusaha menghasilkan generasi penerus yang lebih baik dari pada dirinya, maka ia akan sekuat tenaga mendidik anak-anaknya dengan baik, agar menjadi manusia yang lebih baik dari dirinya.

Manusia yang baik selalu meningkatkan ketakwaannya terhadap Allah SWT, selalu memperbaiki kualitas ibadahnya, selalu memperkuat akidahnya.

05 April 2009

Hari Tenang

Hari terakhir kampanye pemilu 2009 dan 4 hari menjelang pemilu legislatif. Kembali kita tenang setelah tiga minggu ini diberondong oleh janji-janji para caleg. Kadang kita kesal dengan janji para caleg itu karena terlalu muluk dan tidak masuk akal.


Sekarang mungkin para caleg sedang harap-harap cemas menantikan hasil pencontrengan besok tanggal 9.
Mungkin ada juga caleg yang tenang-tenang saja karena sudah tahu resiko dari suatu pemilihan, terpilih atau tidak.

Dalam suatu pemilu pasti ada yang memang dan ada yang kalah. Bagi yang menang berkewajiban untuk memenuhi janjinya sewaktu kampanye. Bagi yang kalah harus lapang dada dan harus menerima hasil pemilu, demi rakyat, jangan terlalu banyak protes.

04 April 2009

Kejujuran

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Semua orang ingin diperlakukan secara jujur, tapi tidak semua orang mau berbuat jujur. Kejujuran merupakan sesuatu yang disukai oleh semua orang, bahkan oleh orang yang tidak jujur sekalipun.


Banyak orang pandai tetapi sedikit sekali orang yang jujur, itu kalimat yang sering diucapkan orang karena sekarang ini orang sudah gerah terhadap perilaku orang-orang yang tidak jujur.

Masyarakat betul-betul sudah merasakan akibat perbuatan orang-orang yang tidak jujur.
Disetiap pekerjaan ada saja orang yang tidak jujurnya, sehingga kebocoran dana dan lain-lain merata disegala bidang.

Perbuatan tidak jujur yang sudah merata disegala bidang akan membawa kesengsaraan bagi rakyat, akan terjadi kecurangan dimana-mana, sehingga kecurangan sudah dianggap hal yang biasa, mau sekolah kita main curang, ingin lulus kita main curang, mau kerja kita juga main curang, mau naik pangkat kita main curang, ingin dapat jabatan kita main curang, masih banyak lagi kecurangan-kecurangan disekitar kita tapi hampir dianggap biasa.

Tapi kita patut bersyukur juga karena masih ada sedikit orang yang berlaku jujur dan senantiasa mengajak orang lain untuk berlaku jujur. Kita berharap orang-orang yang demikian makin banyak di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negeri yang rakyatnya makmur.

03 April 2009

Nilai Usaha

Berusaha mewujudkan apa yang diinginkan merupakan suatu keharusan, sebab suatu yang diinginkan itu tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha dan pengorbanan.


Perolehan yang kita dapat itu sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Kadang kita tidak puas dengan apa yang kita peroleh, kita merasa hasil yang diperoleh lebih sedikit dari apa yang telah kita usahakan.

Mungkin kita lupa dengan bobot pada usaha kita. Kita sering melihat orang yang kerjanya terlihat sederhana tapi menghasilkan perolehan yang banyak. Dan banyak kita lihat orang yang bekerja begitu keras tapi menghasilkan hasil yang sedikit. Mungkin saja orang yang terlihat bekerja begitu santai, kerjanya lebih berbobot dari orang yang terlihat bekerja sangat keras. Jadi hasil dari usaha kita ditentukan dari bobot dan kesungguhan usaha kita.

Kalau hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan yang diharapkan mungkin saja usaha kita kurang berbobot dan kurang bersungguh-sungguh.

02 April 2009

Kamar untuk Caleg

Beberapa rumah sakit telah menyediakan kamar-kamar yang diperuntukkan bagi para caleg gagal yang stress.

Pihak rumah sakit rupanya sudah memprediksi hal ini.


Mungkin para caleg itu tidak siap untuk kalah, mereka hanya siap untuk menang, sehingga ketika kalah mereka terguncang dengan hebat, dan terganggu kesehatan jiwanya.

Mendengar berita tersebut kita jadi penasaran mengapa sampai sejauh itu? Ternyata lebih cenderung kearah finansial. Para caleg yang telah banyak mengeluarkan uang untuk biaya kampanye tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya tidak mendapatkan kursi yang diidamkannya yang berarti uang yang dikeluarkannya menjadi mubazir dan tidak dapat kembali.

Kalau saja para caleg itu sadar akan semua resiko yang mungkin dan siap menanggungnya, rumah sakit tidak perlu sibuk untuk menyiapkan kamar-kamar tersebut.

01 April 2009

Kasih Sayang dan Rasa Hormat

Yang muda hormat pada yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Itu seharusnya yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Sekalipun dalam masyarakat terkecil, seperti keluarga atau bahkan diantara dua orang.


Tapi kenyataan sekarang ini tidak sesuai dengan norma tersebut. Sekarang ini banyak orang muda yang kurang rasa hormatnya pada yang tua. Begitu juga banyak orang tua yang kurang rasa sayangnya pada yang muda, merasa lebih tua jadi tidak mau mengalah, terpaksa yang muda-muda harus sering mengalah.

Keluarga akan terasa laksana surga apabila dipenuhi dengan kasih sayang dan saling menghormati. Sebaliknya akan terasa bagai neraka jika hilang rasa kasih sayang dan rasa hormat. Keluarga harmonis hanya dapat diwujudkan jika ada saling menyayangi dan saling menghormati didalamnya. Begitu juga dengan masyarakat.

Masyarakat yang harmonis akan menghasilkan anggota masyarakat yang berkualitas, sehat jiwanya karena dibentuk dengan kasih sayang dan diperlakukan dengan hormat.

31 Maret 2009

KESEHATAN JIWA

Kita sangat memperhatikan kesehatan fisik. Sehingga kita rela mengeluarkan banyak uang dan banyak waktu untuk itu.
Dari sekian banyak orang hanya sedikit yang memperhatikan kesehatan jiwanya.


Karena itu dimasyarakat kita banyak orang yang mengidap penyakit kejiwaan, terlihat sehat secara fisik tapi ternyata sangat rapuh.
Jadi tidak selalu orang yang sakit jiwanya dirawat di rumah sakit jiwa.

Pengaruh gaya hidup sangat berperan dalam hal ini.
Gaya hidup materialistis menjadikan kita sangat mementingkan segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik.

Jiwa yang sehat akan membawa kita kearah yang positif. Pikiran kita akan memikirkan hal-hal yang positif, jauh dari hal-hal curang dan jahat. Sehingga manusia yang sehat jiwanya akan selalu berpikir dan berlaku baik.

28 Maret 2009

PERATURAN

Peraturan atau aturan atau tata tertib dibuat agar kehidupan dalam suatu kelompok masyarakat dapat berjalan dengan baik dan teratur, sehingga semua hak individu dalam masyarakat tersebut terpenuhi.


Peraturan biasanya dibuat berdasarkan kesepakatan wakil-wakil elemen masyarakat setempat, sehingga sesuai dengan kebiasaan masyarakat tersebut.

Peraturan pastinya tidak sempurna, jadi perlu penyempurnaan secara berkala, untuk mengakomodir dinamika yang terjadi dalam masyarakat.

Peraturan yang baik menuntut adanya sanksi jelas untuk pelanggarnya dan reward yang jelas pula untuk yang melaksanakannya. Itu semua harus ditegakkan pada semua orang dalam masyarakat tersebut. Jika tidak demikian maka peraturan tersebut tidak akan berwibawa.

27 Maret 2009

AIR

Air, sedikit jadi teman banyak jadi musuh. Air yang kelewat banyak menyebabkan banjir dimana-mana, kemarin ini air yang terlalu banyak menyebabkan tanggul situ gintung tangerang banten ambrol.


Tapi pada dasarnya bukan hanya jumlah airnya saja yang menyebabkan bencana tetapi cara pengelolaan air yang mungkin saja salah. Misalnya Kesadaran membersihkan sungai dari sampah timbul setelah musim penghujan setelah itu kita lupakan kesadaran itu. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya tidak diimbangi dengan program pengelolaan sampah sehingga masyarakat bingung harus kemana membuang sampainya dan akhirnya dibuanglah ke sungai terdekat. Kurangnya iklan layanan masyarakat tentang sampah. Kelemahan bangsa kita adalah perawatan sarana yang rendah, dalam hal ini tanggul yang jebol itu diduga sudah rusak dari tahun kemarin.

Ya Allah jadikanlah Kami negeri yang mensyukuri segala nikmat dariMu, termasuk air.

26 Maret 2009

KEMAMPUAN

Kemampuan seseorang tidak dapat diukur dari usia. Usia muda belum tentu dia berkemampuan lebih rendah dari orang yang lebih tua, begitu juga sebaliknya.


Kemampuan seseorang tidak akan sama dengan orang lain. Setiap orang mempunyai keistimewaan.
Karena itu sekumpulan orang dengan kemampuan yang berbeda tentunya akan saling melengkapi.

Banyak pekerjaan menuntut diselesaikan oleh lebih dari satu orang dengan berbagai kemampuan atau keahlian. Jadi harus ada kerjasama yang baik untuk menyelesaikannya.

Hampir semua pekerjaan menuntut dikerjakan oleh lebih dari satu orang, jadi aneh kalau sekarang ini terjadi saling klaim keberhasilan oleh seseorang dalam mengelola negara ini, seolah-olah orang lain tidak punya andil sama sekali.

MENULIS DI BLOG

Sebelum mengenal blog, menulis merupakan hal yang sulit aku lakukan, tetapi setelah mengenal blog menulis menjadi menyenangkan. Kalau dulu aku sangat terkekang dengan aturan yang harus dipatuhi dalam membuat tulisan, sekarang aku dapat membuat tulisan dengan bebas.


Aturan menulis menjadi rintangan untukku menulis, perasaan takut salah membatalkan niatku menulis. Rasa takut yang berlebihan itulah yang merintangiku untuk menulis. Aku takut nanti tulisanku ditolak oleh orang lain.


Setelah mengenal blog kekhawatiranku akan hal-hal diatas dapat diatasi, karena blog sifatnya media bebas untuk membuat tulisan, sejelek apapun tulisan kita pasti bisa dimuat dalam blog.

Tulisan dapat aku buat dengan bebas, tanpa banyak syarat yang harus dipikirkan, sehingga aku lebih fokus pada tema yang akan aku tulis.

Tema tidak harus terlalu bagus, cukup tema yang sederhana saja sudah dapat menjadi tulisan yang langsung bisa dimuat pada blog kita.

Masalah tulisan yang kita hasilkan itu ternyata jelek atau ngawur, pembaca dapat memberi komentarnya. Itu bisa dijadikan koreksi untuk kita dan dapat menambah semangat kita untuk terus menulis.


Bagiku menulis merupakan kegiatan yang sangat menyehatkan, aku dapat menumpahkan ide-ide dalam pikiranku, mencurahkan isi hatiku, sehingga dengan itu aku bisa meringankan beban pikiran dan hatiku.

24 Maret 2009

SIAP KALAH

Saling curiga sedang ngetren sekarang ini. Negeri ini sedang hothotnya dilanda saling tuding pada orang lain berbuat curang.


Seolah-olah dirinya sendiri yang tidak berbuat curang. Padahal orang lainpun menuduhnya berbuat curang. Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton bagaimana para calon pemimpin saling tuding berbuat curang pada saingannya.

Memang semuanya ingin menang, tapi tidak mungkin hal itu terjadi, dalam sebuah persaingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

Dalam suatu persaingan, pihak-pihak yang terlibat harus siap menerima kekalahan. Sebab menerima kekalahan lebih sulit dari pada menerima kemenangan.

PIKIRAN YANG BERSIH

Berbaik sangka akan membuat hidup kita tenang. Dengan berbaik sangka kita terbebas dari pikiran-pikiran yang jelek, pada siapapun dan pada hal apapun.


Berbaik sangka akan menuntun kita untuk berpikir secara benar dan bersih. Dengan demikian berbaik sangka akan menyehatkan batin kita, batin terbebas dari pikiran kotor dan tidak berguna.

Pikiran bersih akan menghasilkan pemikiran yang bersih. Pikiran bersih akan membawa kita ke jalan yang bersih. Pikiran yang bersih akan menjernihkan hati, sehingga mudah untuk melihat mana yang baik dan mana yang buruk.


23 Maret 2009

KECEMASAN KITA

Orang sering dihinggapi kecemasan. Kecemasan yang sudah sangat biasa adalah cemas kalau tidak punya uang. Karena kalau tidak punya uang itu identik kita tidak bisa membeli makanan, minuman dan kebutuhan primer lainnya. Oleh karena itu maka orang berlomba-lomba untuk mencari uang. Jikapun orang sudah dapat memenuhi kebutuhan primernya maka lantas ia akan berusaha memenuhi kebutuhan lainnya yang bukan primer. Itu normal-normal saja, tapi biasanya orang akan berusaha untuk mendapatkan uang yang lebih lagi. Itu juga wajar, yang tidak wajar adalah jika cara mendapatkannya dengan menggunakan cara yang tidak halal.

Kecemasan yang lain adalah cemas jika dirinya tidak mendapat jabatan, yang tentunya baik untuk keuangannya dan baik untuk kedudukannya dimasyarakat. Sehingga banyak orang yang ingin mendapatkan jabatan yang dianggap prestisius, itu wajar, jika mendapatkannya memang berdasarkan prestasi dan kemampuannya. Yang tidak wajar adalah jika untuk mendapatkan jabatan itu dia menggunakan jurus KKN.

Kecemasan yang lainnya lagi adalah cemas jika tidak dihormati orang lain, sehingga banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan simpati dan rasa hormat orang lain dengan cara menghambur-hamburkan uang, bukan dengan cara yang baik karena bersosialisasi dengan baik.

Kecemasan kita akhir-akhir ini adalah cemas jika dari hasil pemilu nanti kita mendapatkan pemimpin yang tidak pandai memimpin, pemimpin yang tidak pandai membuat perencanaan, pemimpin yang tidak punya visi, pemimpin yang tidak jujur, dsb, dsb.


JANJI PARA PENGKHIANAT

Janji adalah hutang yang harus dibayar. Orang yang mengumbar janji seharusnya adalah orang yang pandai membayar hutang dari janjinya tersebut.

Orang yang mengingkari janjinya adalah orang yang berkhianat. Orang yang banyak mengingkari janjinya adalah seorang pengkhianat. Jadi kalau tak mungkin memenuhi janjinya maka jangan banyak berjanji.

Dimasa kampanye ini kita banyak melihat di tv-tv para pengkhianat mengumbar janji, udah tahu gak mungkin dikerjakan masih dijanjikan juga.
Dari kampanye yang sudah-sudah kita bisa tahu mana yang bisa dikerjakan dan mana yang tidak dapat dikerjakan.

KEGELISAHAN KITA

Kegelisahan hati yang melanda kita adalah tanda ada yang salah pada diri kita, mungkin kita pernah berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, mungkin kita belum mengerjakan tugas kita, mungkin kita pernah mengecewakan seseorang, mungkin kita pernah menzalimi seseorang, mungkin kita tidak adil pada keluarga, mungkin kita terlalu menuntut apa yang kita tidak sanggup melakukannya, mungkin kita takut menghadapi hari esok, mungkin kita takut menghadapi kegagalan, mungkin kita ingin selalu tampil sempurna, mungkin kita takut pada hal-hal yang kita sendiri tidak tahu.

Kegelisahan melanda siapa saja, tidak pandang status sosial. Kegelisahan melanda orang kaya, melanda orang miskin, melanda orang dewasa, melanda anak-anak, melanda para pemimpin, melanda rakyat, melanda seorang guru, melanda seorang murid. Kegelisahan melanda siapa saja.

Kegelisahan pernah melanda semua orang, bohong kalau ada orang yang mengaku bahwa selama ini dia tidak pernah dilanda kegelisahan. Kegelisahan harus ada pada setiap orang, setiap orang pasti pernah mengalami kegelisahan, karena kegelisahan merupakan tanda ada sesuatu yang salah pada diri manusia.

Cara mengatasi kegelisahan yang pasti adalah dengan mengetahui apa penyebab dari kegelisahan tersebut, setelah itu kita perbaiki apa yang salah dengan diri kita.

Yang sulit adalah menemukan penyebab kegelisahan, banyak orang yang tidak punya waktu untuk merenungkan apa penyebab itu, lebih banyak orang melarikan diri dari kegelisahan dengan mencari hiburan, dengan alasan “refreshing”, dia akan lupa kegelisahannya pada saat itu, tetapi setelah “acara refreshing” selesai, kegelisahan kembali melanda dirinya. Jadi perlu waktu khusus untuk merenungkan apa penyebab kegelisahan yang kita alami.

Kesulitan kedua adalah mau tidaknya kita memperbaiki apa yang salah dengan diri kita, karena banyak diantara kita sulit untuk memperbaiki diri dengan banyak alasan, mungkin karena kita menganggap tindakan kita benar, tetapi dalam hati kecil kita mengakui bahwa kita salah. Mungkin karena malu, sehingga kalau kita berbuat salah pada orang lain kita enggan untuk meminta maaf, padahal dalam hati kecil kita mengekui bahwa kita salah. Mungkin juga kita tidak tahu bagaimana memperlakukan antara keinginan atau keperluan, kita sering menuntut sesuatu yang kita tidak sanggup memenuhinya, padahal sesuatu itu kurang perlu dalam skala prioritas kita, masih banyak hal lain yang lebih layak dipenuhi. Keinginan kita untuk hobi bisa saja menelantarkan keluarga, tetapi kita enggan memperbaikinya.


02 Maret 2009

PILIH SIAPA

Sebentar lagi kita akan segera melakukan pemilu pada 9 april yang akan datang. Sama seperti pemilu yang sudah-sudah, sampai saat ini saya masih bingung siapa yang akan saya pilih besok, lalu apa alasannya.



Sepanjang perjalanan kawali-bandung tak putus-putusnya bermacam spanduk, bendera, pamflet, dan sebagainya yang memuat foto, janji, bujukan dll untuk mencontreng nomor miliknya. Spanduk dan teman-temannya itu ditempelkan dimana saja, pokoknya dimana ada tempat kosong disitu pasti ditempel spanduk dkk. Tidak ada pohon yang lolos dari spanduk, untuk sementara ini cinta lingkungan hidup boleh ditinggalkan, demi menempelkan gambar partai dan foto caleg.

Dari ratusan wajah yang dipasang di jalan-jalan sedikit sekali yang kita kenal, itu juga karena memang mereka para pejabat dan para artis. Memang susah juga memperkenalkan caleg pada masyarakat, karena biayanya mahal, kalau dibukukan pastinya akan sangat tebal dan itu akan mahal. Jika dibukukanpun belum tentu para caleg itu memberikan data yang akurat, karena tidak semua caleg mempunyai data yang membanggakan, ada pengangguran, ada yang punya ijasah palsu, dll.

Jadi kalau sudah begitu, bagaimana kita harus memilih caleg, yang pasti kebanyakan kita akan memilih orang-orang yang tidak kita kenal, masih seperti pemilu-pemilu yang lalu membeli kucing dalam karung.

28 Februari 2009

SAMPAH DI INDONESIA

Sampah merupakan masalah disemua negara di dunia, sampah ada yang mudah terurai ada juga yang sulit terurai sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran tanah dan air, yang tentunya akan bermasalah dengan kesehatan lingkungan di sekitarnya dalam jangka waktu yang panjang.

Sampah yang dibuang di sungai akan berpotensi menyumbat aliran sungai, dan berakibat aliran sungai akan terhambat jika datang hujan, sehingga akan meluap dan menyebabkan banjir. Sekarang ini sudah terbukti, dihampir semua kota besar di Indonesia. Jakarta akan tampak aneh jika dimusim hujan tidak banjir.

Orang Indonesia termasuk orang yang tidak peduli dimana ia membuang sampah, dan yang menjadi sasaran untuk membuang sampah diantaranya adalah sungai, karena dianggap murah dan tidak mengganggu orang yang membuang sampah karena sampah akan mengalir dibawa arus air. Kalau kita mau jujur, orang-orang yang peduli dengan kebersihan sekalipun secara tidak langsung ia membuang sampah ke sungai, ia menyuruh pembantunya untuk mengumpulkan sampah ditempat sampah, lalu dibungkus plastik dan menyuruh sopirnya untuk membuang sampah, si sopir biasanya ambil cara yang gampang, buang sampah di kali.

Kalau ada kegiatan yang melibatkan banyak orang biasanya sampah akan berserakan dimana-mana, itulah Indonesia. Kalau ada upacara 17 agustusan di lapangan, lapangan yang tadinya bersih setelah bubaran lapangan akan dihiasi oleh sampah macam-macam cangkang makanan, itulah Indonesia. Kalau kita nonton demo mahasiswa di tv, setelah bubar maka akan terlihat sampah cangkang makanan dan minuman yang berserakan, itulah Indonesia.

Jadi kapan Indonesia akan bersih? Indonesia akan bersih jika sudah ada kesadaran dalam diri kita masing-masing akan pentingnya kebersihan dan kemauan keras untuk itu, seperti pengadaan tempat-tempat sampah di berbagai tempat ( sekarang ini masih jarang tempat sampah di tempat umum ), pengadaan tempat membuang sampah bagi masyarakat yang nantinya akan dimusnahkan menggunakan mesin pemusnah, pendidikan kebersihan praktis bagi masyarakat dll.

27 Februari 2009

KESETIAAN

Kesetian merupakan kisah yang sangat indah untuk diceritakan pada siapa saja. Kisah kesetiaan seorang istri pada suami dan keluarganya juga kesetiaan suami pada istri dan keluarganya adalah kisah yang sangat banyak dapat kita lihat di lingkungan disekeliling kita. Dijaman sekarang ini masih banyak kisah kesetiaan istri pada suami dan keluarganya tercinta, dan masih akan terus banyak dijaman-jaman lainnya.

Kesetiaan adalah kisah yang sulit dimengerti oleh sebagian orang, kadang kita tidak habis pikir bagaimana seorang istri bisa kuat menemani suaminya yang sakit-sakitan, bagaimana seorang istri bisa kuat mendampingi suaminya dalam keadaan yang serba kekurangan, serba sulit. Kita tidak habis pikir bagaimana bisa seorang istri mau mendampingi suaminya yang gampang marah, main pukul, main gampar dan main tendang.

Begitu kuatkah seorang wanita sehingga bisa melakukan itu semua dalam waktu yang lama, bahkan sangat lama bahkan sampai akhir hayatnya? Apa yang bisa membuat seorang wanita bisa begitu tangguh dalam menjalani hal ini? Mungkin jawabnya adalah cinta dan kasih sayang.

Cinta dan kasih sayang seorang wanita bisa membuatnya menjadi sosok yang sangat kuat, sangat tangguh dalam mendampingi suami dan kelurganya tercinta. Rasa itu bisa membuat seorang wanita yang tampak lemah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan kita, demi suami dan keluarganya. Banyak kita lihat seorang istri ikut membantu suaminya dalam mencari nafkah untuk keluarganya, bahkan banyak yang mengambil alih tugas suaminya dalam mencari nafkah untuk keluarganya karena berbagai alasan, mungkin suaminya di-phk, sakit dlsb.

Cinta dan kasih sayang menjadikan seorang wanita begitu setia pada suami dan keluarganya, dengan itu seorang istri akan menjaga harkat dan martabat dirinya, suaminya, dan keluarganya. Ia akan melakukan itu semua dengan sekuat tenaga, dan segenap kemampuannya. Dengan cinta dan kasih sayang, seorang istri tidak akan mengkhianati suaminya, tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diberikan suami padanya, ia akan menjaga kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya.

Cinta dan kasih sayang membuat seorang wanita, seorang istri kuat untuk mengurus dan membesarkan anak-anaknya. Ia akan menjaga anak-anaknya itu sebaik mungkin. Anak sebagai buah cinta dengan suaminya akan ia jaga sebagai sebuah amanah dari suaminya, akan ia pelihara dengan sebaik-baiknya sebagai tanda kesetiaannya pada suami.

Cinta dan kasih sayang akan terus menghiasi kisah-kisah diseputar kesetiaan. Kesetiaan yang begitu indah untuk diceritakan, begitu mengharukan untuk didengar, begitu menginspirasi kita untuk mengerti bahwa dalam hidup ini ada yang harus kita perjuangkan.

(Tulisan sederhana ini saya tujukan untuk ibu, istri, dan anakku, juga untuk wanita-wanita setia yang penuh cinta dan kasih sayang).